COVID-19 Varian Lambda, Pakar Unair: Patuhi Prokes dan Vaksinasi

Kristina - detikEdu
Minggu, 25 Jul 2021 07:01 WIB
Ada COVID Varian Lambda, Ini yang Perlu Kamu Tahu!
Foto: Getty Images/iStockphoto/Anton Litvintsev/COVID-19 Varian Lambda, Pakar Unair: Patuhi Prokes dan Vaksinasi.
Jakarta - Munculnya COVID-19 Varian Lamda menimbulkan keresahan di masyarakat. Badan Kesehatan Dunia WHO khawatir Varian Lamda mengakibatkan munculnya masalah epidemiologis.

Namun manusia tak perlu khawatir menghadapi munculnya varian baru virus Corona. Ketua Institute of Tropical Disease (ITD) Unair Prof Maria Inge Lusida, M Kes, Sp MK(K) menawarkan solusi menghadapi Varian Lambda.

"Apapun variannya, solusinya patuhi protokol kesehatan 5M dan segera vaksinasi, jangan tunda vaksinasi," kata Prof Inge dikutip dari laman Universitas Airlangga (Unair), Sabtu (24/7/2021).

Varian Lamda kali pertama dideteksi pada Agustus 2020 di Peru. Setelah hampir satu tahun, varian dengan nama resmi C37 ini telah mendominasi sekitar 81 persen kasus COVID-19.

COVID-19 Varian Lamda juga terdeteksi di 30 negara, yang sebagian besar berada di Amerika Latin misal Argentina. Ada kemungkinan COVID-19 Varian Lambda menyebar lebih cepat dan mampu menghindari antibodi.

Sayangnya COVID-19 Varian Lamda bukan akhir dari mutasi virus Corona. Sesuai sifat aslinya, virus Corona terus bermutasi untuk bertahan hidup. Virus berada dalam ancaman jika tidak bermutasi.

Dengan kenyataan ini, manusia tak punya banyak pilihan selain disiplin menerapkan prokes dan vaksin COVID-19. Prof Inge tak menampik jika vaksin yang kini beredar masih perlu diuji tingkat keamanannya.

"Data dari WHO memang belum menampilkan ya bagaimana efikasi vaksin terhadap Lambda ini. Masih perlu banyak penelitian lebih lanjut," kata Prof Inge.

Namun, tingkat efikasi menghadapi COVID-19 Varian Lamda bukan alasan menunda vaksin. Apalagi Prof Inge mengingatkan, manusia akan hidup berdampingan selamanya dengan COVID-19.

"Jika vaksinasi sudah 100 persen dan prokes selalu dilakukan, kemungkinan tidak perlu hingga bertahun-tahun untuk bersahabat dengan COVID-19," kata Prof Inge.

Mutasi virus bisa makin jinak atau justru berbahaya bagi kehidupan manusia. Karena itu diperlukan upaya pencegahan yang serius agar pandemi COVID-19 segera berakhir. Upaya pencegahan meliputi penerapan prokes dan pelaksanaan vaksin tanpa perlu menunda.

Simak Video "Indekos Hingga Kuliner di Unair yang Para Maba Harus Tahu"
[Gambas:Video 20detik]
(row/row)

Ranking PTN

Berikut daftar 5 Perguruan Tinggi terbaik Indonesia