Beda Muadzin dan Bilal, Adakah? Ini Penjelasan Menteri Agama

Rosmha Widiyani - detikEdu
Rabu, 21 Jul 2021 17:09 WIB
Ilustrasi dan infografis Bilal bin Rabbah
Beda Muadzin dan Bilal, Adakah? Ini Penjelasan Menteri Agama (Foto: Denny Putra/detikcom)
Jakarta - Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas menjelaskan makna penyebutan kata muadzin dan bilal. Penyebutan muadzin sebetulnya tidak beda dengan bilal.

"Muadzin dan bilal itu sebutan yang sama untuk mereka yang memiliki suara lantang dan fasih. Bukan hanya kumandang azan, tetapi juga memberi tanda salat dimulai," kata Yaqut seperti dikutip dari detikNews Rabu (21/7/2021).

Muadzin bisa dimaknai sebagai orang yang memberi tahu tanda sholat dimulai. Tugas inilah yang dilaksanakan muazin atau bilal saat salat Id. Yaqut mengatakan, komando muadzin atau bilal saat sholat Id bisa didengar saat mengatakan assolaatu jaami'ah.

Dengan penjelasan ini, secara harfiah, muadzin artinya orang yang mengumandangkan azan. Sedangkan Bilal adalah tafa'ulan kepada Bilal, seorang sahabat Nabi Muhammad SAW yang pertama kali mengumandangkan adzan.

Bilal atau Bilal bin Rabbah adalah sahabat Rasulullah yang memiliki sebutan Muadzin Rasul, karena suaranya yang sangat indah saat mengumandangkan adzan. Selama Rasulullah hidup, Bilal lah yang menjadi Muadzin di Masjid Nabawi di Madinah.

Namun setelah Rasulullah Muhammad SAW wafat, Bilal bin Rabbah tak sanggup lagi mengumandangkan adzan di Masjid Nabawi. Setiap kali mengumandangkan Adzan, dia terhenti di lafal, "Asyhadu anna Muhammadan Rasulullah..."

Bilal pun meminta izin kepada Abu Bakar untuk berhenti menjadi Muadzin dan meninggalkan Madinah. Selang beberapa tahun kemudian masyarakat Madinah ternyata rindu dengan sosok sang muadzin. Khalifah Umar bin Khatab pun menemui Bilal.

Awalnya Bilal bin Rabbah menolak kembali ke Madinah. Dia tak ingin terlalu sedih karena mengingat kenangan bersama Rasulullah SAW.

"Aku tak bisa, Umar. Aku tak akan mampu melakukannya lagi. Aku tak akan sanggup Umar," ujar pria berkulit hitam, legam, dan kekar itu dengan mata berkaca-kaca. Air mata deras menetes di pipinya, sambil sesekali memejamkan mata.

Pendirian Bilal akhirnya runtuh setelah mimpi bertemu Rasulullah SAW, saat Umar sudah pulang. Bilal kembali ke Madinah dan sempat bertemu lagi dengan Umar. Sang khalifah kembali memohon Bilal untuk mengumandangkan adzan di Madinah.

Permohonan Umar kali ini mendapat respon positif dari Bilal. Saat waktu sholat tiba, Bilal naik ke menara Nabawi tempatnya biasa mengumandangkan adzan. Dia mengambil nafas dalam-dalam dan suara merdunya terdengar kembali.

Di atas menara Nabawi, lidah Bilal bin Rabbah tercekat air mata dan seluruh Madinah menangis haru. Termasuk khalifah Umar yang tangisannya paling keras. Mereka semua rindu dan teringat kenangan indah saat masih bersama Rasulullah SAW.

Simak Video "4 Muadzin Mengumandangkan Adzan Salat Jumat, Masjid Sultan Ternate"
[Gambas:Video 20detik]
(row/erd)

Ranking PTN

Berikut daftar 5 Perguruan Tinggi terbaik Indonesia