4 Tips Olahraga saat PPKM Darurat dari Pakar Kedokteran Olahraga FKKMK UGM

Trisna Wulandari - detikEdu
Sabtu, 03 Jul 2021 16:52 WIB
Ilustrasi olahraga lari.
Foto: Shutterstock
Jakarta - Presiden Joko Widodo resmi memberlakukan Penerapan Pembatasan Kegiatan Masyarakat atau PPKM Darurat 3-20 Juli 2021 di Jawa dan Bali. Salah satu poin aturan PPKM Darurat yaitu kegiatan seni budaya, olahraga, dan sosial kemasyarakatan di lokasi seni, budaya, sarana olahraga, dan kegiatan sosial yang dapat menimbulkan keramaian dan kerumunan ditutup sementara.

"Saya memutuskan untuk memberlakukan PPKM darurat 3-20 Juli 2021 khusus di Jawa dan Bali," kata Jokowi dalam keterangan pers, Kamis (1/7/2021).

Sekretaris Kemenpora, Gatot S. Dewa Broto menuturkan, Gelora Bung Karno atau GBK ditutup sementara sebagai efek PPKM Darurat. "Tadi pagi saya komunikasi dengan salah satu direksi (PPK GBK). Memang efek dari PPKM darurat itu (GBK) akan tutup sementara. Tapi tentang masalah pelatnas memang tidak berhenti, hanya saja prokesnya lebih ketat," kata Gatot, Kamis (1/7/2021).

Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan mengumumkan larangan berolahraga di tempat umum pada akhir pekan. Ia mengatakan, larangan tersebut berlaku bagi semua jenis olahraga, termasuk bersepeda. Ia menambahkan, warga yang tidak patuh pada pembatasan mobilitas ini akan ditertibkan.

"Sabtu-Minggu masyarakat Jakarta biasa berolahraga. Silakan meneruskan olahraga di rumah, di kompleks, tapi tidak keluar. Baik yang bersepeda, baik yang lari, baik yang jalan. Jangan lakukan di jalan-jalan raya. Lakukan itu di rumah, di kompleks. Termasuk yang bersepeda. Kita akan melakukan penertiban. Kalau melanggar, diangkut bersama sepedanya," kata Anies dalam konferensi pers, Jumat (2/7/2021).

Pantauan detikcom pukul 07.20 WIB, Sabtu (3/7/2021), tak ada sepeda yang melintasi jalur sepeda permanen di Jl Jenderal Sudirman. Terlihat hanya ada sedikit orang yang melakukan joging di trotoar jalan. Mereka semua tampak menggunakan masker dan menjaga jarak.

Pakar Kedokteran Olahraga UGM Dr.dr. H. Zaenal Muttaqin Sofro,. AIFM., mengatakan, ada banyak olahraga yang dapat dilakukan di rumah di tengah pandemi COVID-19, terutama saat pemberlakuan PPKM Darurat.

"Pada prinsipnya ada dua jenis olahraga yakni neural exercise atau olahraga persarafan untuk menjaga kesehatan dan physical excercise atau olahraga fisik untuk menjaga kebugaran. Olahraga tersebut bisa dilakukan di rumah," terang Zaenal, seperti dikutip dari laman UGM, Kamis (2/4/2021).

Tips olahraga saat PPKM Darurat di masa pandemi COVID-19 sebagai berikut:

1. Lakukan olahraga persarafan dengan pernafasan, vokalisasi dan postur

Zaenal menjelaskan, olahraga persarafan diwujudkan dengan tiga cara, yakni pernafasan, vokalisasi dan postur. Olahraga pernafasan bisa dilakukan dengan senam pernafasan seperti senam tera dan yoga. Lalu, vokalisasi antara lain dengan bersenandung, membaca Al Qur'an dan lainnya. Sedangkan postur dapat ditempuh dengan cara seperti melakukan senam taichi maupun gerakan salat.


Menurut Zaena, olahraga pernafasan ini dapat dilaksanakan setiap saat, kapan saja, dan dimana saja. Dengan melakukan olahraga pernafasan secara rutin dapat menjadikan tubuh sehat dan meminimalkan stres.

"Saat ini kita kan dianjurkan menjalani physical distancing, berdiam diri di rumah. Karenanya, sangat tepat melakukan olahraga persarafan yang bisa dilakukan kapanpun," terang dosen Fakultas Kedokteran, Kesehatan Masyarakat, dan Keperawatan (FKKMK) ini.

2. Lakukan olahraga fisik berkelanjutan dengan melibatkan otot besar

Zaenal mengatakan, olahraga fisik bisa dilakukan untuk membuat badan tetap bugar saat menjalankan aktivitas sehari-hari. Olahraga fisik melibatkan otot besar, bersifat ritmis, serta berkelanjutan.

Ia mengatakan, olahraga fisik dianjurkan untuk tidak dilakukan secara berlebihan dengan intensitas tinggi. Sebab, hal tersebut bisa mengganggu kesehatan.

"Banyak physical exercise yang justru mengganggu kesehatan karena over training, maka harus benar-benar mengacu FITT principle yakni frequency, intensity, time, and type," jelas Zaenal.

Zaenal menjelaskan, frekuensi olahraga fisik dapat dilakukan 3-5 kali per minggu, intensitas sedang, dan durasi selama 30-45 menit. Sedangkan jenis olahraga yang bisa dipilih seperti jalan cepat, joging, bersepeda statis, senam, dan berenang. Ia menggarisbawahi, dahului olahraga dengan pemanasan dan diakhiri pendinginan.

3. Hidrasi cukup

Zaenal mengingatkan, menjaga hidrasi agar selalu tercukupi adalah faktor penting saat olahraga. Minum 30 menit sebelum berolahraga dan setelahnya guna mengganti jumlah cairan yang keluar lewat keringat.

4. Hati-hati olahraga di luar ruangan

Ia mengatakan, jika ingin olahraga di area luar rumah, pastikan kondisi tubuh dalam keadaan fit. Ia juga merekomendasikan agar tetap menjaga jarak aman. Selain itu, tetap gunakan masker ketika berolahraga.

Zaenal menekankan, olahraga tidak harus dengan latihan fisik, tetapi bisa dengan latihan persyarafan. Ia mengatakan, olahraga ini dirasa tepat dilakukan di rumah di tengah pandemi COVID-19.

"Mindset masyarakat harus digeser olahraga tidak hanya latihan fisik, tetapi bisa dengan latihan persarafan,"tegasnya.

Gimana detikers, tetap semangat olahraga di rumah ya sambil menjalani PPKM Darurat!



Simak Video "Anies: Jangan Olahraga-Bersepeda di Jalan Raya, di Rumah Saja"
[Gambas:Video 20detik]
(lus/lus)

Ranking PTN

Berikut daftar 5 Perguruan Tinggi terbaik Indonesia