Rachmawati Soekarnoputri Tutup Usia, Ini Warisannya di Bidang Pendidikan

Trisna Wulandari - detikEdu
Sabtu, 03 Jul 2021 10:54 WIB
Anggota Dewan Pembina Partai Gerindra, Rachmawati Soekarnoputri
Foto: Anggota Dewan Pembina Partai Gerindra, Rachmawati Soekarnoputri. (Lisye-detikcom)
Jakarta - Rachmawati Soekarnoputri meninggal dunia karena COVID-19 pada Sabtu (3/7/2021) dalam usia 70 tahun. Putri presiden pertama RI Soekarno dan Fatmawati ini tutup usia meninggalkan sejumlah warisannya di bidang pendidikan, termasuk Universitas Bung Karno yang ia dirikan melalui Yayasan Pendidikan Soekarno.

Rachmawati Soekarnoputri semula bersekolah di SD dan SMP Perguruan Cikini, Jakarta, lalu SMA Santa Ursula, Jakarta. Ia semula bercita-cita menjadi dokter, tetapi lulus dari SMA jurusan sosial. Ia lalu melanjutkan pendidikan tinggi di Fakultas Hukum Universitas Indonesia kendati tidak selesai pada 1969.

Yayasan Pendidikan Soekarno didirikan Rachmawati Soekarnoputri pada 27 September 1981. Yayasan ini dibentuk sebagai bentuk pengabdiannya di dunia pendidikan dengan mencerdaskan kehidupan bangsa dalam kerangka "Nation and character Building", atau pembangunan karakter dan jiwa bangsa. Kerangka ini dicetuskan oleh Bung Karno, seperti dikutip dari laman Universitas Bung Karno.

Yayasan Pendidikan Soekarno berlokasi di Jl. Cilandak V/10, Jakarta Selatan yang merupakan rumah peninggalan Fatmawati, ibunya. Pada 1983, Rachmawati Soekarnoputri mendirikan perguruan tinggi Institut Ilmu Pengetahuan Dan Kebudayaan Bung Karno melalui Yayasan Pendidikan Soekarno. Kampus ini menjadi cikal bakal Universitas Bung Karno.

Pada tahun 1983, kampus Institut Ilmu Pengetahuan Dan Kebudayaan Bung Karno terletak di Gedung Perguruan Rakyat, Jalan Jenderal Soedirman, Semanggi Jakarta. Kemudian, lokasi kampus dipindah ke Gedung Wisma Ciliwung, Bukit Duri Tanjakan, Jakarta Selatan.

Pada tahun akademik 1983/1984, jumlah calon mahasiswa peserta tes ujian masuk Institut Ilmu Pengetahuan Dan Kebudayaan Bung Karno sebanyak 4.200 orang dari 5.000 orang yang mengajukan formulir permohonan. Jumlah pelamar dosen sebanyak 221 orang.

Menyesuaikan dengan peraturan dan undang-undang yang berlaku, nama tersebut diganti menjadi Universitas Bung Karno (UBK) melalui Keputusan Ketua Umum Yayasan No. 279/YPS/VIII/1983. Namun Pemerintah RI pada saat itu tidak memberikan ijin berdirinya UBK.

Pemerintah transisi pasca Orde Baru lalu memberikan izin berdirinya Universitas Bung Karno pada tanggal 11 Juni 1999 melalui Surat Keputusan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan RI No. 101/D/0/1999 dan menyetujui Ajaran Bung Karno diajarkan kepada mahasiswa Universitas Bung Karno.

Pada tanggal 25 Juni 1999, Presiden RI ketiga Prof. Dr. Ing. B.J. Habibie meresmikan berdirinya Universitas Bung Karno di Istana Negara. Pada 28 Juni 1999, Menteri Pendidikan dan Kebudayaan RI meresmikan kampus Universitas Bung Karno yang bertempat di Jl. Kimia No.20, Jakarta Pusat, Indonesia.

Selain mendirikan Universitas Bung Karno, Rachmawati Soekarnoputri melalui Yayasan Pendidikan Soekarno juga mendirikan sekolah-sekolah seperti SMA Nasional di Klaten, Semarang dan Boyolali. Ia juga mendirikan TK Rachmawati di Boyolali dan TK Sarinah di Jakarta, Cibubur dan Klaten.



Simak Video "Ungkapan Dukacita atas Meninggalnya Rachmawati Soekarnoputri"
[Gambas:Video 20detik]
(lus/lus)

Ranking PTN

Berikut daftar 5 Perguruan Tinggi terbaik Indonesia