Kisah Nama Panglima Perang Bani Umayyah Diabadikan Jadi Nama Selat Gibraltar

Rahma Indina Harbani - detikEdu
Selasa, 29 Jun 2021 12:47 WIB
Infografis doa syaban
Kisah Nama Panglima Perang Bani Umayyah Diabadikan Jadi Nama Selat Gibraltar (Foto: Zaki A/detikcom)
Jakarta -

Dalam sejarah penaklukan Islam terhadap Andalusia, terdapat panglima perang Bani Umayyah yang memimpin 7000 prajurit Islam pada tahun 92 Hijriah atau 711 M. Bahkan namanya hingga diabadikan pada sebuah nama salah satu selat. Siapakah dia?

Ia adalah Thariq bin Ziyad. Thariq bin Ziyad berasal dari bangsa Barbar yang lahir pada tahun 50 Hijriah. Setahun setelah misi sukses Islam yang dipimpin oleh Tharif bin Malik dan Musa bin Nushair, Thariq kemudian ditunjuk dan dipercaya untuk melanjutkan misi sebagai panglima perang pasukan Islam pada pemerintahan Daulah Bani Umayyah.

Musa bin Nushair juga merupakan orang yang mengajak Thariq untuk masuk Islam. Hal inilah yang membuat hubungan keduanya menjadi dekat hingga saling mengandalkan satu sama lain.

Menurut Majalah ar-risalah Dakwah dan Penaklukan Wilayah yang ditulis oleh Dr. Ahmad Zain dkk, pada Rajab 92 Hijriah, Musa bin Mushair menyiapkan pasukan campuran berkuda (kavaleri) dan pejalan kaki (infanteri) yang terdiri dari bangsa Arab dan Barbar. Pasukan ini dipimpin oleh Thariq bin Ziyad dan mulai menyebrangi lautan dari Ceuta menuju Andalusia menggunakan perahu-perahu dari Raja Julian, kenalan dari Musa bin Nushair.

Julian juga menyusupkan para pasukan Thariq di atas kapal-kapal para pedagang yang bolak-balik ke Andalusia. Hal ini dituliskan oleh Ibnu Adzari dalam buku Al-Bayan Al-Mughrib yang dikutip dari buku Bangkit dan Runtuhnya Andalusia karya Raghib As-Sirjani.

Para penduduk Andalusia sama sekali tidak menyadari hal itu. Bahkan mereka mengira perahu-perahu tersebut hanya membawa para pedagan. Padahal perahu tersebut membawa pasukan dalam kelompok demi kelompok menuju Andalusia.

Pasukan Islam pun bergerak hingga menyebrangi sebuah selat hingga berhenti di salah satu gunung atau bukit tersebut.

Salah satu kisah lain menyebutkan bahwa sesampainya mereka di daratan Spanyol, Thariq membakar seluruh kapal-kapal yang mengangkut mereka. Hal ini bertujuan untuk memompa semangat kaum muslimin untuk terus berjuang dan memupus kesempatan untuk balik mundur.

Kemudian Thariq bin Ziyad memberikan pidato pada pasukannya. Guna menegaskan pada mereka bahwa yang dilakukan merupakan bagian dari jihad.

Bukit yang menjadi tempatnya berpidato itulah yang kemudian dinamakan Jabal Thariq atau Gibraltar. Sehingga nama Selat Hercules, pemisah antara benua Afrika dan Eropa, berganti nama menjadi Selat Gibraltar.

Hal itulah yang menjadi sejarah lahirnya nama Selat Gibraltar yang dikenal hingga sekarang.

Dari Gunung Thariq tersebut, Thariq dan pasukannya berpindah menuju sebuah kawasan yang luas bernama Jazirah Al Khadhra (Green Island). Mereka berhadapan dengan pasukan selatan Andalusia yang dipimpin oleh Roderick.

Mulanya, Thariq menawarkan negosisasi dengan pasukan tersebut untuk masuk Islam. Jika menolak, mereka boleh membayar jizyah dan Thariq juga akan membiarkan mereka dengan harta benda mereka.

Namun, pasukan Andalusia tersebut memilih pilihan terakhir, yaitu berperang. Maka terjadilah peperangan di antara kedua pasukan tersebut.

Roderick membawa sekitar 100.000 pasukan untuk melawan 7.000 pasukan Islam saat itu. Peperangan berlangsung selama delapan hari dan atas izin Allah, perang tersebut dimenangkan oleh pasukan Thariq bin Ziyad. Sebagaimana yang ditulis dalam buku Sejarah Pendidikan Islam oleh J. Suyuthi Pulungan.

Menurut buku Pendidikan Agama Islam: Sejarah Kebudayaan Islam Untuk Madrasah Tsanawiyah Kelas VII karya Dr. H. Murodi, MA, pasukan Thariq bin Ziyad juga berhasil menguasai Spanyol dalam waktu singkat. Sebab, setelah berhasil mengalahkan Roderick, Thariq dan pasukannya menguasai Sidonia, Carmona, dan Granada.

Hingga pasukan Thariq pun berhasil menguasai ibu kota pemerintahan Spanyol, Cordova dan Toledo.



Simak Video "Kedaton, Sejarah Panjang Perkembangan Islam di Kota Pesisir, Ternate"
[Gambas:Video 20detik]
(erd/erd)

Ranking PTN

Berikut daftar 5 Perguruan Tinggi terbaik Indonesia