Pakar UGM: Cegah COVID-19 dengan Konsumsi Makanan Bergizi

Novia Aisyah - detikEdu
Jumat, 25 Jun 2021 19:20 WIB
7 Cara Mudah Membuat Makanan Lebih Sehat Menurut Ahli Gizi
Foto: iStock
Jakarta - Beberapa pakar gizi Universitas Gadjah Mada (UGM) memberikan sejumlah cara untuk meningkatkan daya tahan tubuh. Hal ini terkait kasus pandemi COVID-19 di Indonesia yang semakin meningkat pada beberapa waktu terakhir.

Hari Kamis kemarin (24/06/2021), ada 20.574 kasus terkonfirmasi positif dalam waktu sehari. Secara total, kasus COVID-19 di Indonesia hingga kini berjumlah 2.053.995.

Seperti dilansir dari laman UGM, menurut ahli gizi dari Fakultas Kedokteran Kesehatan Masyarakat dan Keperawatan (FKKMK) UGM Toto Sudargo, cara pertama adalah berolahraga dengan intensitas sedang. Durasinya kira-kira cukup 30-45 menit dan cukup 3-5 kali seminggu.

Ia menambahkan, olahraga dapat dilakukan di ruang terbuka sambil terpapar matahari pagi. "Neural exercise, misalnya pernafasan, vokalisasi dan postur untuk menjaga kesehatan dan physical exercise untuk menjaga kebugaran. Selain itu, istirahat yang cukup dan selalu berpikir yang positif pada hal-hal yang ada di sekitar kita, hidup damai dan selalu bahagia," paparnya.

Menurut pakar dari UGM ini, prinsip meningkatkan sistem imun di saat ini sama saja dengan di awal pandemi lalu. Akan tetapi, kini kekebalan tubuh sudah dapat didukung dengan vaksinasi.

Terlepas dari sudah divaksinasi, Toto mengingatkan agar masyarakat tetap disiplin 3M. Yaitu, memakai masker dengan benar, mencuci tangan pakai sabun dan air mengalir, serta menjaga jarak dan menghindari kerumunan.

Di samping itu, makanan dengan standar gizi sederhana yang punya kandungan spesifik juga amat penting. Makanan yang dimaksud adalah yang memiliki kandungan vitamin C, seperti buah dan sayur.

"Di sini peran pemerintah sangat diharapkan, yaitu mengedukasi masyarakat secara terus menerus mengenai cara dan pentingnya menjaga imunitas diri dan keluarga. Selain itu, berupaya menggaet swasta dan UMKM untuk mendukung program edukasi ini sekaligus dalam upaya menghadirkan gizi sederhana dalam keluarga," jelasnya.

Toto menambahkan, "Juga makanan-makanan yang mengandung vitamin E, seperti kecambah, kacang hijau, telor, almond, minyak zaitun dan zink, contoh bahan makanannya jamur, kecambah kacang hijau, udang, daging, selada air, alpukat, kacang almond dan membatasi konsumsi gula garam dan lemak sesuai anjuran isi piringku."

Isi PiringkuIsi Piringku Foto: Istimewa

Sebelum dikonsumsi, buah dan sayuran juga harus dicuci terlebih dulu untuk menghindari penularan COVID-19.

Selain Toto, ahli gizi dan auditor makanan FKKMK UGM Fasty Arum Utami ikut berpendapat bahwa masyarakat bisa menggunakan metode Isi Piringku dalam mengkonsumsi makanan. Sebagai informasi, Isi Piringku adalah metode yang diperkenalkan Kemenkes RI sebagai pengganti slogan 4 Sehat 5 Sempurna.

Jika mengacu pada metode tersebut, Fasty memberi permisalan satu porsi makanan. Satu porsi tersebut berisi 100 gr ikan, 50 gr tahu, 150 gr nasi putih, 150 gr sayuran, dan 150 gr pepaya.

"Sayuran-sayuran ini merupakan sumber vitamin dan mineral, terutama karoten, Vit A, Vit C, Zat Besi dan Fosfor. Sebagian vitamin dan mineral ini berfungsi sebagai antioksidan," imbuh Fasty.

Ia juga memaparkan bahwa orang dewasa memiliki kebutuhan 3 kali makan dan 2 kali snack/makanan ringan. Sementara, anak-anak membutuhkan 3 kali makan dan 3 kali snack.

Menurutnya, snack ini manfaatnya untuk mengontrol makanan pada jam berikutnya agar tidak terlalu banyak. "Contohnya, sarapan pagi dilakukan antara jam 6.00 - 9.00 Dilanjutkan dengan snack/cemilan sebagai selingan pada jam 10.00 - 12.00. Sehingga saat makan siang, porsinya tetap dapat kita kontrol," kata akademika dari UGM tersebut.



Simak Video "BEM UGM Bagikan Sembako, Sindir Pemerintah Tangani Covid-19"
[Gambas:Video 20detik]
(lus/lus)

Ranking PTN

Berikut daftar 5 Perguruan Tinggi terbaik Indonesia