Kandungan Surat Al Isra Ayat 78-79 Al Quran, Tulisan Arab, dan Latinnya

Rosmha Widiyani - detikEdu
Kamis, 10 Jun 2021 13:25 WIB
Sejumlah warga menunaikan shalat Jumat di Masjid Istiqlal, Jakarta, Jumat (8/1/2021). Usai diresmikan Kamis (7/1) oleh Presiden Joko Widodo.
Foto: Rifkianto Nugroho/
Jakarta - Dalam haditsnya, Rasulullah SAW mengingatkan sholat sebagai amalan yang pertama kali dihisab saat kiamat. Tak heran jika Al Quran dan hadits mewajibkan tiap muslim menjaga sholatnya.

Sholat menjadi kandungan surat Al Isra ayat 78-79. Seorang muslim tidak hanya wajib menjaga sholat wajib, tapi juga sholat sunnah. Salah satunya sholat tahajud yang dilakukan sepertiga malam.

Berikut kandungan surat Al Isra ayat 78-79

A. Al Isra ayat 78

أَقِمِ ٱلصَّلَوٰةَ لِدُلُوكِ ٱلشَّمْسِ إِلَىٰ غَسَقِ ٱلَّيْلِ وَقُرْءَانَ ٱلْفَجْرِ ۖ إِنَّ قُرْءَانَ ٱلْفَجْرِ كَانَ مَشْهُودًا

Arab latin: Aqimiṣ-ṣalāta lidulụkisy-syamsi ilā gasaqil-laili wa qur`ānal-fajr, inna qur`ānal-fajri kāna masy-hụdā

Artinya: Dirikanlah shalat dari sesudah matahari tergelincir sampai gelap malam dan (dirikanlah pula shalat) subuh. Sesungguhnya shalat subuh itu disaksikan (malaikat).

Dikutip dari Waktu Shalat Perspektif Syar'i yang ditulis Tamhid Amri dari Tim Falakiyyah Pondok Pesantren Al-Basyariah, ayat ini mengingatkan kewajiban tiap muslim. Kewajiban tersebut adalah menunaikan sholat lima waktu sehari semalam.

"Ketika itu penyampaian Nabi Muhammad SAW baru bersifat lisan dan waktu-waktu pelaksanaannya pun belum tercantum dalam Al Quran, hingga akhirnya turunlah ayat tersebut," tulis Tamhid mengambil dari Tafsir Al-Misbah: Pesan, Kesan dan Keserasian Al-Quran karya M Quraish Shihab.

Terkait sholat subuh yang disaksikan malaikat, Nabi SAW dalam haditsnya telah mengingatkan keutamaan pada sholat paling awal ini,

وَلَوْ يَعْلَمُونَ مَا في العَتَمَةِ وَالصُّبْحِ لأَتَوْهُمَا وَلَوْ حَبْوَاً

Artinya: "Seandainya mereka mengetahui keutamaan yang ada pada shalat Isya' dan shalat Shubuh, tentu mereka akan mendatanginya sambil merangkak." (HR Bukhari).

Nabi Muhammad SAW dalam hadits juga telah mengingatkan umatnya yang malas sholat subuh,

لَيْسَ صَلاَةٌ أثْقَلَ عَلَى المُنَافِقِينَ مِنْ صَلاَةِ الفَجْرِ وَالعِشَاءِ ، وَلَوْ يَعْلَمُونَ مَا فِيهِمَا لأَتَوْهُمَا وَلَوْ حَبْواً

Artinya: "Tidak ada shalat yang lebih berat bagi orang munafik selain dari shalat Shubuh dan shalat 'Isya'. Seandainya mereka tahu keutamaan yang ada pada kedua shalat tersebut, tentu mereka akan mendatanginya walau sambil merangkak." (HR Bukhari).

B. Al Isra ayat 79

وَمِنَ ٱلَّيْلِ فَتَهَجَّدْ بِهِۦ نَافِلَةً لَّكَ عَسَىٰٓ أَن يَبْعَثَكَ رَبُّكَ مَقَامًا مَّحْمُودًا

Arab latin: Wa minal-laili fa taḥajjad bihī nāfilatal laka 'asā ay yab'aṡaka rabbuka maqāmam maḥmụdā

Artinya: "Dan pada sebahagian malam hari bersembahyang tahajudlah kamu sebagai suatu ibadah tambahan bagimu, mudah-mudahan Tuhan-mu mengangkat kamu ke tempat yang terpuji."

Dikutip dari repository UIN Walisongo, ayat ini berisi kewajiban tertentu atas Nabi Muhammad SAW. Repository berjudul Tafsir Al-Qur'an Surat Al-Isra' Ayat 79 Tentang Tahajud Dan Kesehatan Mental juga menyebutkan Rasulullah SAW tidak pernah meninggalkan kewajiban ini.

"Ini menjadi perintah pertama bagi Rasulullah SAW untuk melakukan sholat lail, sebagai tambahan atas sholat wajib lima waktu (maktubat)," tulis repository mengambil dari Al-Tafsir Al-Munir Fi Al-'Aqidah Wa Al-Syari'at Wa Al-Manhaj karya Wahbah al-Zuhaili.

Nabi SAW dalam haditsnya menempatkan sholat tahajud sebagai yang paling utama setelah sholat wajib. Berikut haditsnya,

وَعَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ - رَضِيَ اللهُ عَنْهُ - ، قَالَ : قَالَ رَسُوْلُ اللهِ - صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ - : (( أَفْضَلُ الصِّيَامِ بَعْدَ رَمَضَانَ : شَهْرُ اللهِ المُحَرَّمُ ، وَأفْضَلُ الصَّلاَةِ بَعْدَ الفَرِيضَةِ : صَلاَةُ اللَّيْلِ )) رَوَاهُ مُسْلِمٌ

Artinya: Dari Abu Hurairah RA, dia berkata Rasulullah SAW bersabda, "Puasa yang paling utama setelah Ramadhan adalah bulan Allah Muharam. Dan shalat yang paling utama setelah shalat wajib adalah shalat malam." (HR. Muslim).

Rasulullah SAW dalam haditsnya juga mengingatkan umatnya supaya jangan sampai meninggalkan sholat tahajud,

وَعَنْ عَبْدِ اللهِ بْنِ عَمْرٍو بْنِ العَاصِ رَضِيَ اللهُ عَنْهُمَا ، قَالَ : قَالَ رَسُوْلُ اللهِ - صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ - : (( يَا عَبْدَ اللهِ ، لاَ تَكُنْ مِثْلَ فُلاَنٍ ؛ كَانَ يَقُومُ اللَّيلَ فَتَرَكَ قِيَامَ اللَّيْلِ )) مُتَّفَقٌ عَلَيْهِ

Artinya: 'Abdullah bin 'Amr bin Al-'Ash RA berkata, Rasulullah SAW bersabda, "Wahai 'Abdullah, janganlah engkau seperti si fulan, ia biasa melakukan shalat malam kemudian meninggalkannya." (Muttafaqun 'alaih). (HR Bukhari).

Semoga setelah mengetahui kandungan surat Al Isra ayat 78-79, tiap muslim tak lagi malas sholat wajib tepat waktu ditambah tahajud.

Simak Video "Wanita Yang Sempat Diduga Bakar Al-Qur'an Alami Trauma"
[Gambas:Video 20detik]
(row/nwy)

Ranking PTN

Berikut daftar 5 Perguruan Tinggi terbaik Indonesia