Gerhana Matahari Cincin Terjadi Besok, Bagaimana Prosesnya?

Rahma Indina Harbani - detikEdu
Rabu, 09 Jun 2021 21:04 WIB
Foto kombo proses terjadinya gerhana matahari cincin di lihat dari Batam, Kepulauan Riau, Rabu (26/12/2019). ANTARA FOTO/M N Kanwa/foc.
Proses terjadinya gerhana matahari cincin di lihat dari Batam, Kepulauan Riau, Rabu (26/12/2019). Foto: ANTARA FOTO/M N Kanwa
Jakarta - Gerhana merupakan salah satu fenomena alam yang akan segera terjadi. Fenomena gerhana yang akan terjadi pada Kamis (10/6/2021) besok adalah gerhana matahari cincin. Bagaimana proses terjadinya?

Sebelum itu, perlu diketahui bahwa gerhana matahari merupakan peristiwa di mana kedudukan matahari, bulan, dan bumi berada di satu garis yang sama. Artinya bulan berada di antara bumi dan matahari yang terjadi pada fase bulan baru.

Hal itu mengakibatkan, bayangan bulan akan mengenai bumi karena bulan lebih kecil dari matahari. Maka hanya sebagian tempat permukaan bumi yang terkena bayangan bulan.

Cahaya matahari yang biasanya terang di siang hari akan terhalang sehingga daerah yang bisa menyaksikan gerhana matahari akan terlihat gelap karena cahaya tersebut tertutupi bulan.

Lalu, bagaimana proses terjadi gerhana matahari cincin yang akan terjadi besok? Berikut ini proses terjadinya gerhana matahari cincin yang dirangkum detikEdu dari berbagai sumber.

Proses Terjadi Gerhana Matahari Cincin

Gerhana matahari cincin terjadi bila bumi terkena lanjutan umbra bulan. Artinya gerhana matahari cincin terjadi apabila panjang kerucut bayangan umbra bulan tidak sampai pada permukaan bumi.

Sehingga, yang menutupi permukaan bumi adalah perpanjangan umbra bulan dan daerah yang dikenainya mengalami gerhana cincin.

Hal ini dapat terjadi pada saat bulan berada pada titik aphelion, yaitu titik terjauh bulan dari bumi. Titik aphelion bumi-bulan sekitar 405.530 km, sementara itu jarak rata-rata bulan ke bumi adalah 384.000 km.

Daerah bagian bumi yang mengalami gerhana matahari cincin akan melihat matahari dan bayangan bulan seperti cincin berpendar, yaitu gelap di bagian tengah dan terang di bagian pinggir.

Lama terjadinya gerhana matahari tidak selama gerhana bulan, yaitu 3 jam 40 menit. Proses terjadinya gerhana matahari memakan waktu hanya sekitar 7 menit.

Adapun dampak dari gerhana matahari cincin ini dinilai tidak besar bagi bumi. Salah satu dampak dari fenomena gerhana matahari cincin adalah timbulnya air pasang.

Hal ini dinyatakan oleh peneliti Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (LAPAN) Emanuel Sungging kepada detikNews.

"Dampaknya sih tidak besar. Jadi kayak misalnya kemarin, (air) pasang. Kalau misalnya itu kan gelapnya tidak terlalu gelap tuh, jadi memang mata juga tidak terlalu kaget. Kan kayak malam mendadak, itu berdampak pada binatang, biasanya malam kok hanya sebentar. Dampaknya nggak terlalu terasa," jelas Emanuel yang dikutip detikEdu, Rabu (9/6/2021).

Sebagai informasi, selain gerhana matahari cincin, macam-macam fenomena gerhana matahari di antaranya:

-Gerhana matahari total: terjadi saat piringan matahari tertutupi seluruhnya oleh piringan bulan

-Gerhana matahari sebagian (parsial): ketika bumi berada pada bayangan penumbra bulan

-Gerhana matahari hibrida ini di satu titik akan terlihat seperti gerhana total. Sementara, di waktu lainnya akan terlihat seperti gerhana cincin.

Dalam kebanyakan kasus, gerhana ini dimulai sebagai gerhana cincin karena ujung umbra tidak terlalu dekat dengan bumi, kemudian akan menjadi gerhana total.

Simak Video "Penampakan Gerhana Matahari Cincin di Berbagai Negara"
[Gambas:Video 20detik]
(pal/pal)

Ranking PTN

Berikut daftar 5 Perguruan Tinggi terbaik Indonesia