Hari Buku Nasional 2021: Sejarah dan Sederet Ucapannya!

Novia Aisyah - detikEdu
Senin, 17 Mei 2021 12:30 WIB
Tanggal 23 April diperingati sebagai Hari Buku Sedunia. Gerakan semangat membaca pun terus digaungkan untuk dorong antusias generasi muda RI dalam hal literasi.
Foto: Agung Pambudhy
Jakarta - Hari Buku Nasional ke-19 diperingati tepat di hari ini, 17 Mei 2021. Walau tidak ada perayaan istimewa, Harbuknas dicetuskan dengan latar belakang cita-cita yang mulia.

Sejarah Hari Buku Nasional ini dimulai ketika era Menteri Pendidikan di zaman Kabinet Gotong Royong, Abdul Malik Fajar, yang kala itu menjabat sejak tahun 2001 hingga 2004.

Bapak Abdul Malik Fajar pula yang mencetuskan peringatan Harbuknas ini.

Mengutip dari Kemdikbud, awal mulanya, Hari Buku Nasional adalah bagian dari usaha pemerintah untuk mendorong minat baca di Indonesia serta meningkatkan angka penjualan buku.

Tercatat pada waktu itu, di Indonesia hanya tercetak rata-rata 18 ribu buku tiap tahunnya. Jumlah ini sangatlah jauh jika dibandingkan Jepang yang mencetak hingga 40 ribu judul buku dan Cina yang 140 ribu judul buku per tahunnya.

Pada waktu itu pula, UNESCO mencatat bahwa di Indonesia, angka melek huruf orang dewasa hanyalah di angka 87,9 persen. Di mana angka tersebut kalah unggul jika dibandingkan dengan Malaysia yang pada waktu itu sebesar 88,7 persen, Vietnam 90,3 persen, dan Thailand sebesar 92,6 persen.

Maka, ide memperingati Hari Buku Nasional ini pada waktu itu dimaksudkan juga untuk meningkatkan angka melek huruf.

Menambahkan soal minat baca, masih mengutip dari laman Kemdikbud, Pustakawan Utama Perpustakaan Nasional, Supriyanto mengatakan bahwa untuk meningkatkan kegemaran membaca, awalnya dimulai dari menumbuhkan reading interest, reading habbit, reading culture, sampai reading skill.

Dengan keempat hal ini, Supriyanto mengungkapkan bahwa pengetahuan dari membaca itu nantinya dapat dijadikan sebagai alat untuk berdaya dan mencerdaskan kehidupan bangsa.

Nah, kita telah mengetahui soal sejarah Hari Buku Nasional (Harbuknas). Detik juga telah merangkum beberapa kutipan dari berbagai tokoh sebagai ucapan Hari Buku Nasional, yang bisa kamu gunakan untuk status media sosial dan sebagainya.

Berikut ini deretan kutipan tentang buku yang bisa kamu pakai!

1. Aku rela di penjara asalkan bersama buku, karena dengan buku aku bebas (Mohammad Hatta).

2. 'Lawan Sastra Ngesti Mulya', dengan pengetahuan kita menuju kemuliaan (Ki Hadjar Dewantara).

3. Kalau sebuah bahasa dengan kesusasteraannya tidak didukung oleh tradisi membaca masyarakatnya, maka kematiannya akan segera menyusul (Ajip Rosidi).

4. Kalau kita membaca buku yang sama dengan yang dibaca orang lain, kita cuma bisa berpikir seperti orang lain (Haruki Murakami).

5. Sastra yang baik selalu merupakan cermin sebuah masyarakat (Mochtar Lubis).

6. Dan sastra itu suatu hal yang bagus, Varenka, sangat bagus. Aku tahu itu dari mereka dua hari yang lalu. Suatu hal yang bagus! Satu hal yang memperkuat hati manusia, memberi pelajaran dan berbagai hal lain tentang ini tertulis dalam buku milik mereka itu (Fyodor Dostoyevsky).

7. Selama toko buku ada, selama itu pustaka bisa dibentuk kembali. Kalau perlu dan memang perlu, pakaian dan makanan dikurangi (Tan Malaka).

8. Ada beberapa kejahatan yang lebih buruk dari membakar buku. Salah satunya adalah tidak membacanya (Joseph Brodsky).

9. Buku harus jadi kapak untuk memecahkan samudera beku dalam diri kita (Franz Kafka).

10. Buku itu seperti cermin. Jika yang berkaca adalah orang bodoh, kamu tidak bisa mengharapkan bahwa yang terpantul adalah orang jenius (J.K Rowling).

Itu dia sejarah Hari Buku Nasional beserta sederet ucapan tentang buku yang bisa kamu pakai. Selamat hari Buku Nasional, detikers!



Simak Video "Mari Rayakan Hari Buku Nasional 2018!"
[Gambas:Video 20detik]
(lus/lus)

Ranking PTN

Berikut daftar 5 Perguruan Tinggi terbaik Indonesia