Arti Bendera Palestina yang Dipakai Anies dalam Serban saat Sholat Ied

Novia Aisyah - detikEdu
Jumat, 14 Mei 2021 15:21 WIB
Gubernur DKI Anies Baswedan mengenakan syal Palestina. (Dewa Ketut Sudiarta Wiguna/ANTARA)
Foto: Gubernur DKI Anies Baswedan mengenakan syal Palestina. (Dewa Ketut Sudiarta Wiguna/ANTARA)/Arti Bendera Palestina yang Dipakai Anies dalam Serban saat Sholat Ied
Jakarta - Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan menggunakan serban dalam pelaksanaan sholat ied kemarin, Kamis (13/5/2021). Menariknya, serban tersebut berisikan motif bendera Palestina dan Indonesia pada bagian ujungnya.

Bendera Palestina sendiri memiliki 4 warna. Masing-masing warna tersebut mengandung nilai sejarah dan filosofis, terutama berkaitan dengan sejarah peradaban Islam.

Bendera Palestina di Indonesia sendiri sering diperlakukan secara istimewa. Terlebih, ada banyak bentuk solidaritas kepada Palestina yang pernah ditunjukkan masyarakat Indonesia.

Aksi solidaritas dengan menggunakan bendera Palestina, seperti ini sebetulnya tidak hanya dilakukan di Indonesia. Banyak masyarakat dari negara lain di seluruh dunia yang juga melakukannya.

Terkait dengan bendera Palestina, sebetulnya bagaimana sih, sejarah dan makna di balik warna yang digunakan di dalamnya?

Arti Bendera Palestina:

  • Warna hitam

Melansir dari Palestinian Academic Society for the Study of International Affairs (PASSIA). Pertama-tama, pada masa sebelum Islam, bendera hitam menggambarkan balas dendam.

Dan pada abad ke-7 Masehi, dua bendera dengan warna masing-masing putih dan hitam dibawa ketika zaman kebangkitan Islam dan pembebasan Mekah di waktu berikutnya.

Pada bendera warna putih, tertulis "Tiada Tuhan selain Allah dan Muhammad adalah utusan Allah."

Lalu, ketika zaman dinasti Abbasiyah yang memerintah dari Baghdad, warna hitam dipakai sebagai simbol rasa duka atas pembuhunan kerabat Nabi Muhammad dan sebagai lambang untuk memperingati perang Karbala.

  • Warna putih

Ketika dinasti Umayyah memerintah selama 90 tahun, mereka menggunakan warna putih sebagai simbol. Warna putih ini sebagai pengingat akan perang pertama Nabi Muhammad, yaitu perang Badar.

Warna putih juga digunakan dinasti Umayyah sebagai simbol duka, agar menjadi pembeda dari dinasti Abbasiyah yang memakai warna hitam. Muawiyah bin Abi Sufyan, pendiri dinasti Umayyah pada waktu itu juga memproklamirkan diri sebagai Khalifah Yerusalem.

  • Warna Hijau

Ketiga, warna hijau dijadikan simbol ketika dinasti Fatimiyah berkuasa. Dinasti ini didirikan di Maroko oleh Abdullah Al-Mahd dan berkuasa hingga ke seluruh Afrika Utara.

Warna hijau sendiri dimaksudkan sebagai lambang kesetiaan mereka pada Ali, sepupu Nabi Muhammad yang pernah dibungkus selimut berwarna hijau demi menggantikan Nabi Muhammad dalam upaya menggagalkan pembunuhan atas Nabi.

Warna hijau masih dipakai hingga Salahuddin al-Ayubbi, pada akhirnya memakai warna kuning selama konfrontasi dengan Tentara Salib (Crusaders).

  • Warna Merah

Warna merah pertama kali digunakan oleh kaum Khawarij. Kaum ini merupakan masyarakat muslim pertama yang terbentuk setelah pembunuhan Khalifah Usman III.

Penduduk Arab yang ikut serta dalam penaklukkan Afrika Utara dan Andalusia membawa bendera dengan warna ini, di mana akhirnya juga melambangkan pemerintahan Islam di Andalusia (756-1355).

Pada era yang lebih modern, warna merah melambangkan golongan Ashraf dari Hijaz dan golongan Hasyimiyah, para turunan Nabi Muhammad SAW.

Di tanggal 10 Juni 1916, warna merah digunakan sebagai lambang Revolusi Arab oleh Syarif Husain.

Masyarakat Palestina kemudian menggunakan bendera berwarna merah sebagai bendera gerakan nasional Arab di tahun 1917. Pada tahun 1747, partai Ba'ath mengartikan bendera tersebut sebagai simbol kemerdekaan dan persatuan bangsa Arab.

Akhirnya, di tahun 1948 orang-orang Palestina memperkenalkan bendera dengan keempat warna di atas dengan susunan garis yang diperbarui di konferensi Palestina.

Bendera dengan rasio 1:2 tersebut selanjutnya diakui sebagai bendera Palestina oleh Liga Arab dan diperkenalkan oleh Palestine Liberation Organization (PLO) pada 1964.

Simak Video "Sorak-sorai Warga Gaza Sambut Gencatan Senjata Hamas-Israel"
[Gambas:Video 20detik]
(pay/pay)

Ranking PTN

Berikut daftar 5 Perguruan Tinggi terbaik Indonesia