Angin Darat dan Angin Laut, Ini Pengertian, Karakteristik dan Prosesnya

Faqihah Muharroroh Itsnaini - detikEdu
Jumat, 07 Mei 2021 07:00 WIB
Kabupaten Mamasa di Provinsi Sulawesi Barat, memiliki tempat wisata yang unik dan juga menarik. Namanya Citol Hill
Foto: (Abdy Febriady/detikcom)
Jakarta - Pernahkah detikers menanyakan dari mana asal angin yang berhembus? Ada beberapa jenis angin yang bisa kita rasakan, diantaranya angin darat dan angin laut.

Sebelum itu, ketahui bahwa udara bergerak karena adanya perbedaan tekanan di bumi. Massa udara ini bergerak dari daerah yang bertekanan tinggi ke daerah bertekanan rendah.

Pola gerakan udara tadi dapat dibagi menjadi 3, yaitu adveksi, konveksi, dan turbulensi.

Adveksi adalah gerakan udara yang arahnya horizontal atau mendatar. Konveksi adalah gerakan udara dengan arah vertikal. Sedangkan turbulensi adalah perubahan arah dan kecepatan gerakan udara karena faktor tertentu.

Gerakan massa udara yang arahnya horizontal, disebut dengan angin. Arah dan kecepatannya bisa diukur menggunakan sebuah alat bernama anemometer mangkok.


Macam-Macam Angin

Dalam kehidupan sehari-hari, kita mengenal beberapa jenis angin. Penamaan angin tergantung dari arah mana angin itu bertiup. Misalnya, jika datang dari arah gunung disebut angin gunung, atau jika datangnya dari arah lembah maka disebut angin lembah.

Mengutip dari buku Geografi Kelas X karya Bambang Sutoyo, sirkulasi gerakan angin di muka bumi umumnya dibedakan menjadi dua, yaitu angin umum dan angin lokal.

Angin umum adalah gerakan udara yang berhembus sepanjang tahun dan meliputi wilayah luas, yaitu angin Pasat, angin Muson, angin Barat, dan angin Timur.

Sedangkan angin lokal adalah jenis udara yang hanya berhembus di wilayah dan waktu tertentu saja. Contoh angin lokal adalah angin darat dan angin laut, angin gunung dan angin lembah, angin siklon dan angin antisiklon, dan angin fohn.

Kali ini, topik yang dibahas adalah salah satu jenis angin lokal, yaitu angin darat dan angin laut.

Angin Darat dan Angin Laut

Angin darat

Angin darat terjadi saat malam hari. Proses yang terjadi adalah udara panas di atas laut bergerak naik, lalu tempatnya digantikan oleh udara yang lebih dingin dari daratan. Sehingga terjadi gerakan konvektif yang menyebabkan udara dingin dari daratan bergerak menggantikan udara yang naik di lautan.

Nah, aliran udara yang bergerak dari daratan ke lautan ini yang kemudian dikenal sebagai angin darat.

Arah angin darat yang menuju ke laut ini banyak dimanfaatkan nelayan untuk berangkat berlayar mencari ikan di laut. Waktu terjadinya angin darat adalah pada tengah malam dan dini hari.

Angin Laut

Proses terjadinya angin laut hampir sama dengan proses terjadinya angin darat, yaitu diakibatkan oleh perbedaan suhu pada kedua wilayah.

Pada siang hari, wilayah daratan mempunyai kemampuan menyerap suhu atau kalor dari matahari lebih cepat. Kondisi sebaliknya terjadi di lautan, proses penyerapan panas atau kalor berlangsung lebih lambat.

Kondisi ini membuat suhu di daratan lebih cepat panas daripada wilayah lautan. Akibatnya udara di atas daratan akan bergerak naik, kemudian udara dingin dari lautan akan menggantikannya. Sehingga terjadilah aliran udara dari wilayah lautan ke daratan yang disebut sebagai angin laut.

Angin laut terjadi saat pagi hingga menjelang sore hari. Arah angin laut yang bergerak dari lautan ke daratan ini dimanfaatkan oleh nelayan untuk kembali ke daratan setelah bermalam mencari ikan di lautan.

Nah, sekarang apakah detikers sudah bisa membedakan angin darat dan angin laut?



Simak Video "Angin Tornado Mengamuk di Selandia Baru"
[Gambas:Video 20detik]
(lus/lus)

Ranking PTN

Berikut daftar 5 Perguruan Tinggi terbaik Indonesia