Asal Usul dan Kebudayaan Suku Tidung Dari Kalimantan Utara

Faqihah Muharroroh Itsnaini - detikEdu
Kamis, 06 Mei 2021 07:00 WIB
Warga dari Suku Dayak Tidung menarikan tarian tradisional di sanggar Busak Malay, Desa Sei Fatimah, Kabupaten Nunukan, Kalimantan Utara, Minggu (6/10). Berbeda dengan Suku Dayak Tidung lebih mengarah ke Melayu. Ini dapat dilihat dari corak musik dan gerak tari para penari sanggar. Tidung sendiri memiliki arti bukit atau tanah tinggi. Tidung sendiri memiliki  arti tanah tinggi atau bukit.
Foto: Pradita Utama
Jakarta - Masih ingat baju adat Tidung di uang Rp 75.000 yang tahun lalu beredar, lalu ramai karena dianggap mirip China? Jangan salah, baju adat itu milik suku Tidung yang berasal dari Kalimantan Utara.

Penduduk suku Tidung berasal dari bagian utara Pulau Kalimantan. Suku ini merupakan suku asli Kalimantan, yang mana dulu pernah memiliki kerajaan yang disebut Kerajaan Tidung.

Namun, Kerajaan Tidung punah akibat politik adu domba dari pihak Belanda.

Suku Tidung juga merupakan suku anak Negeri di Sabah. Jadi, Suku ini merupakan suku bangsa yang terdapat di Indonesia maupun di Malaysia (Negeri Sabah).

Suku Tidung adalah salah satu suku asli Nunukan yang menganut agama Islam dan mengakui bahwa dirinya merupakan orang Dayak. Hal ini berbeda dengan suku-suku lainnya yang telah memeluk islam, biasanya tidak menganggap diri mereka sebagai orang Dayak.

Namun, ternyata tak semua masyarakat Tidung menyebut diri mereka sebagai keturunan Dayak. Ada juga yang disebut dengan Tidung Ulun Pagun, kelompok di daerah pesisir.

Asal Usul Suku Tidung

Mengutip jurnal penelitian "Orang Tidung di Pulau Sebatik: Identitas Etnik, Budaya dan Kehidupan Keagamaan" karya Muhammad Yamin Sani dan Rismawati Ibon, ada 3 versi asal mula suku Tidung.

Menurut penjelasan Amir Hamzah, ketiga versi itu adalah versi masyarakat Tidung sendiri, versi pemerintahan Hindia Belanda, dan versi pemerintah Republik Indonesia.

Pertama, versi masyarakat Tidung meyakini bahwa nenek moyang mereka berasal dari daratan Asia yang bermigrasi sekitar abad ke 5 - I SM. Saat itu, terjadi eksodus manusia dari daratan Asia menuju pulau-pulau di sebelah Timur dan Selatan.

Mereka diduga mendarat di pantai Timur Provinsi Kalimantan Utara, yaitu sekitar daerah Labuk dan Kinabatangan. Lalu, mereka menyebar ke daerah-daerah pesisir pantai dan pulau-pulau di sebelah Timur. Seperti wilayah Tarakan, Bulungan Nunukan, dan Pulau Sebatik.

Kedua, versi Hindia Belanda yang mengatakan bahwa suku Tidung berasal dari Dayak Kayan. Versi ini diduga dilatarbelakangi kepentingan politik tertentu, yang mana beberapa pemukiman penduduk Tidung lainnya diabaikan.

Terakhir, versi pemerintah Indonesia menyatakan suku Tidung adalah Dayak Pantai yang berasal dari daerah pegunungan di Menjelutung. Sementara suku Tidung yang mendiami Pulau Sebatik sebagai bagian dari Nunukan, disebut sebagai Ulun Pagun atau orang kampung.

Bahkan permukimannya pernah berpindah-pindah dari satu pinggiran sungai ke pinggiran sungai lainnya.

Saat ini, orang-orang Tidung tersebar di sepanjang wilayah timur laut pulau Kalimantan dan pulau-pulau kecil sekitarnya. Di antaranya yaitu di Kecamatan Nunukan dan Kecamatan Sebatik Barat.

Orang Tidung memiliki bahasa daerah yang mirip dengan Melayu, karena wilayahnya yang dekat dari Malaysia. Kelompok bahasa Tidung terdiri dari bahasa Tidung, Bulungan, Kalabakan, Murut Sembakung, dan Murut Serudung.

Kebudayaan Suku Tidung

Ada beberapa kebudayaan suku Tidung, seperti salah satunya seni yang diunggulkan dan dibanggakan.

Contohnya yaitu seni pahatan yang ada pada unsur alat musik atau berbagai instrumen bangunan. Bangunan ini berupa rumah adat, perkantoran, dan lembaga pemerintahan yang mencirikan karakteristik penduduk asli.

Suku tidung juga memiliki aneka jenis alat tangkap, permainan, dan makanan khas. Datu Norbeck, budayawan Tarakan, menjelaskan beberapa ragam alat tangkap dan alat permainan di dalam masyarakat Tidung.

Alat tangkap masyarakat Tidung diantaranya yaitu Tamba (Kelong), Bintul (Ambau), Ubu (Keramba), Jala, Pukat, Apon (Pancing), Sesiyut (Tangguk), dan Isit-isit.

Sedangkan alat permainan Masyarakat Tidung seperti begegala (asinan), beguli (kelereng), bitur, bebantung (lepokan), raga (takraw), tegasing (gasing), ketikan (ketapel), marak (kelayangan), yuyuan (yoyo), gumbak ula, dan masih banyak lagi.

Nah, menarik bukan mempelajari asal usul dan kebudayaan suku Tidung dari Kalimantan Utara?



Simak Video "Viral Pedagang Sate Tak Mau Dibayar Pakai Uang Baru Rp 75 Ribu"
[Gambas:Video 20detik]
(lus/lus)

Ranking PTN

Berikut daftar 5 Perguruan Tinggi terbaik Indonesia