Hari Buruh 2021: Bagaimana Sejarahnya dan Apa Bedanya dengan Mayday?

Novia Aisyah - detikEdu
Sabtu, 01 Mei 2021 07:00 WIB
Sejumlah buruh melakukan aksi unjuk rasa di Patung Kuda, Monas, Jakarta, Senin (12/4/2021).  Puluhan buruh yang tergabung dalam Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI) hari ini menggelar aksi untuk menyampaikan tuntutan di patung kuda dan Mahkamah Konstitusi (MK).
Foto: Agung Pambudhy
Jakarta - Hari Buruh 2021 akan diperingati besok, Sabtu (01/05/2021). Sebagaimana biasanya, momen peringatan ini menjadi hal yang istimewa untuk kalangan pekerja/buruh di Indonesia dan seluruh dunia.

Namun, kali ini peringatan Hari Buruh di Indonesia akan dilakukan dengan memperhatikan kondisi pandemi COVID-19 yang belum juga mereda.

Presiden Konfederasi Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (KSPSI) Andi Gani Nena Wea menjelaskan dalam konferensi pers, "Kami memutuskan untuk May Day 2021 kami tidak menggelar aksi massa besar-besaran seperti tahun-tahun sebelumnya, karena kami tidak ingin menciptakan klaster baru. Karena setiap tahun teman-teman pers tentu tahu puluhan ribu massa kami masuk Jakarta dengan jumlah massa yang sangat besar dari berbagai daerah."

Sebagai gantinya, KSPSI mengirimkan delegasi pada Hari Buruh besok ke istana, untuk memberikan petisi May Day 2021. Andi Gani juga menyatakan bahwa dirinya telah berkoordinasi dengan Menteri Sekretaris Negara, Pratikno.

Sehubungan dengan Hari Buruh, sebetulnya bagaimana sejarahnya sendiri dan apa perbedaannya dengan Mayday?

Sejarah Hari Buruh

Menurut Britannica, pada zaman pertengahan dan modern Eropa, tanggal 1 Mei awalnya diperingati sebagai dimulainya musim semi.

Tradisi ini mengikuti kebiasaan bangsa Yunani dan Romawi yang mengadakan festival di waktu tersebut.

Pasca zaman Yunani dan Romawi, peringatan yang diadakan pada tanggal 1 Mei memang sangat bervariasi. Namun, tetap mengacu pada simbol kesuburan, peternakan, dan manusia sehingga festival yang dilakukan pada saat itu meliputi kegiatan seperti mengumpulkan bunga liar dan batang tumbuhan, mendekorasi pohon May, dan sebagainya.

Namun, karena kaum Puritan di New England menganggap peringatan May Day sebagai tindakan yang amoral dan pagan, akhirnya mereka melarang peringatan tersebut dan pada akhirnya tidak menjadi bagian penting budaya Amerika.

Pada abad ke-20, perayaan tradisional May Day di banyak negara menjadi semakin jarang karena tanggal 1 Mei dikaitkan dengan hari libur internaional untuk menghormati pekerja dan gerakan buruh.

Apa bedanya May Day dengan Mayday?

Bersumber dari Merriam-Webster, May Day dan Mayday sebetulnya mempunyai perbedaan yang jauh.

Jika May Day berarti Hari Buruh, Mayday sebenarnya adalah istilah radio untuk menandakan adanya gangguan. Mayday juga pada umumnya digunakan oleh pesawat dan perahu/kapal.

Istilah May Day dan Mayday juga dikenal di waktu yang berbeda. May Day dikenal pertama kali di 1200-an, sedangkan Mayday dikenal pertama kali sejak 1923.

Pada saat itu, banyak sekali lalu lintas udara antara Inggris dan Perancis dan sebetulnya sudah ada istilah S.O.S. Namun, kedua kedua huruf "S" tersebut sulit dibedakan melalui telepon.

Pada akhirnya, istilah Mayday dipakai karena secara fonetik sama dengan penyebutan "M'aidez" atau "tolong aku".

Walau serupa, ternyata May Day dan Mayday jelas berbeda. May Day adalah Hari Buruh, sedangkan Mayday adalah istilah dalam sinyal radio. Kini, sudah jelas bukan, detikers?



Simak Video "Polisi Siapkan Tes Antigen Peserta Aksi Hari Buruh 2021 di DKI"
[Gambas:Video 20detik]
(lus/lus)

Ranking PTN

Berikut daftar 5 Perguruan Tinggi terbaik Indonesia