Gerhana Bulan: Ini Pengertian, Jenis, dan Siklusnya

Novia Aisyah - detikEdu
Rabu, 28 Apr 2021 17:55 WIB
Puncak gerhana bulan sebagian atau parsial sekitar pukul 04:30 WIB terlihat dari Bekasi, Jawa Barat, Rabu (17/7/19). Durasi gerhana bulan sebagian ini dapat diamati selama dua jam dan 58,8 menit dari fase awal hingga fase akhir. ANTARA FOTO/Paramayuda/wsj.
Foto: ANTARA FOTO/Paramayuda
Jakarta - Gerhana bulan di tahun 2021 akan terjadi sebanyak dua kali. Gerhana bulan total akan kita saksikan bulan depan di tanggal 26 Mei.

Menurut sebuah jadwal gerhana tahun 2021 hingga 2030 yang dilansir oleh NASA, pada tanggal 26 Mei 2021 gerhana bulan total akan terjadi. Berbeda dengan gerhana matahari, gerhana bulan lebih jarang dijumpai dan hanya dapat terjadi ketika bulan purnama.

Lalu, apa sih, yang dimaksud dengan gerhana bulan? Dan apa saja jenisnya serta bagaimana siklus serta proses terjadinya?

Pengertian dan jenis gerhana bulan

Berdasarkan Space, gerhana bulan terjadi di saat bayangan bumi menghalangi cahaya matahari, yang sebaliknya, memantulkan bulan.

Ada tiga jenis dari gerhana bulan ini, yaitu total, parsial, dan penumbral.

Gerhana bulan total terjadi ketika seluruh bayangan umbra bumi jatuh menutupi bulan, sehingga matahari, bumi, dan bulan berada tepat di satu garis yang sama.

Kemudian, pada gerhana bulan parsial, matahari, bulan, dan bumi tidak sepenuhnya berada di garis yang sama. Untuk gerhana bulan penumbra sendiri adalah ketika bulan berada di bayangan penumbra bumi.

Menurut NASA, siklus maksimal gerhana bulan dalam setahun hanyalah terjadi sebanyak tiga kali.

Siklus bulan

Mengutip dari NASA Science, ketika sinar matahari mengenai bagian terjauh bulan (sisi yang tak dapat kita lihat), maka hal ini dinamakan bulan baru.

Ketika cahaya matahari terpantul dari sisi dekatnya, kita menyebutnya sebagai bulan purnama.

Selain kedua siklus tersebut, kita juga menjumpai delapan fase dari bulan, yaitu bulan baru, bulan sabit pertama, bulan setengah, hampir bulan purnama, bulan purnama, setelah bulan purnama, menuju bulan sabit terakhir, dan menuju bulan mati.

Bagaimana proses terjadinya gerhana bulan?

Proses gerhana bulan terjadi ketika bulan melewati bayangan bumi.

Gerhana bulan tidak terjadi dua kali dalam sebulan dikarenakan orbit bulan di sekitar bumi, miring tergantung dengan orbit bumi di sekitar matahari.

Kapan gerhana bulan 2021?

Gerhana bulan total yang akan kita saksikan bulan depan ini puncaknya dapat disaksikan sekitar pukul 11:19:53 dan dapat disaksikan di beberapa wilayah di dunia. Di antaranya adalah Asia, Australia, Pasifik, dan wilayah benua Amerika.

Secara spesifik, bersumber dari EarthSky, gerhana bulan mendatang akan terlihat di Amerika Utara, selatan dan barat Amerika Selatan, Pasifik-Oseania, New Zealand, Australia, dan Asia Tenggara.

Walaupun gerhana bulan ini berlangsung dalam waktu kurang dari 15 menit, dilansir dari laman yang sama, gerhana parsial umbra mendahului dan semakin mengikuti totalitasnya dengan durasi masing-masing satu setengah jam.

Jadi, dari awal hingga akhir, bulan membutuhkan waktu 3 jam lebih sedikit untuk melintasi bayangan gelap bumi.

Bulan purnama pada Mei mendatang termasuk sebagai bulan purnama terdekat dan terbesar di tahun ini. Bulan purnama yang terdekat sebelumnya terjadi di tahun 2015 pada tanggal 28 September.

Sementara itu, selanjutnya kita juga akan menyaksikan gerhana bulan sebagian di 19 November mendatang. Menurut NASA, gerhana bulan sebagian ini akan terlihat di beberapa wilayah benua Amerika, Eropa, Asia, Australia, dan Pasifik.

Simak Video "Fenomena Gerhana Bulan dan Purnama Awal Desember 2020"
[Gambas:Video 20detik]
(lus/lus)

Ranking PTN

Berikut daftar 5 Perguruan Tinggi terbaik Indonesia