Profesor IPB Sarankan Ini agar Jepang Tak Buang Limbah Nuklir ke Laut

Rahma I Harbani - detikEdu
Rabu, 28 Apr 2021 14:49 WIB
Jepang Belum Putuskan Nasib 1 Juta Ton Limbah Radioaktif di Fukushima
Foto: Australia Plus ABC/Profesor IPB Sarankan Ini agar Jepang Tak Buang Limbah Nuklir ke Laut
Jakarta -

Jepang direncanakan akan membuang limbah nuklir yang mengandung zat radioaktif sebesar 1,25 juta ton air ke Laut China Selatan. Merespons hal ini, Kepala Pusat Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup (PPLH) Institut Pertanian Bogor (IPB) Prof Hefni Effendi juga tidak setuju dengan rencana Jepang tersebut.

Ia menyarankan agar limbah-limbah nuklir tersebut diupayakan untuk disimpan oleh Jepang sendiri.

"Kalau saya ditanya secara pribadi, sebaiknya jangan dibuang ke laut. Diupayakan mereka (limbah) dipertahankan di daerah Jepangnya sendiri," ujar Prof Hefni kepada detikEdu, Sabtu pekan lalu.

Sebab limbah yang akan dibuang oleh Jepang tersebut diketahui berupa limbah cair dari pembangkit nuklir Fukushima yang bocor akibat gempa bumi dan tsunami pada tahun 2011 silam.

Hal itu pun dikhawatirkan akan menyebabkan pencemaran air antar negara melalui arus laut atau yang disebut dengan transboundary pollution.

"Karena transboundary pollution itu, dikhawatirkan terbawa arus kemana-mana. Walaupun mereka (Jepang) sudah berupaya memenuhi baku mutu. Tapi namanya limbah tetap saja ada bahayanya," imbuh Dosen Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan IPB itu.

Menurut sudut pandang kelimuan yang ditekuninya, Prof Hefni pun berpendapat dalam kegiatan apapun idealnya tidak menghasilkan limbah sama sekali (zero waste). Walaupun, ia tidak menampik fakta bahwa dalam kegiatan industri khususnya, aplikasi zero waste sangat tidak mungkin diterapkan.

"Bagaimana pun namanya kegiatan usaha pasti ada (limbah). Kita tidak bisa berharap semua kegiatan industri itu zero waste. Itu juga berat kan, seperti bagaimana kita menambang tanpa merusak lingkungan kan, tidak mungkin," tuturnya.

Untuk mengatasi hal itu, secara teori terdapat hierarki dalam pengelolaan lingkungan dalam mencegah kerusakan.

Hierarki ini terbagi menjadi 4 tingkatan di antaranya, hindari, minimalisir, rehabilitasi atau mitigasi terjadinya kerusakan lingkungan atau limbah, dan yang terakhir carbon offset (biasanya digunakan pemerintah).

Rencana Jepang akan membuang limbah diungkapkan dalam rilis resmi pada Selasa (13/4/2021) lalu.
Pembuangan ini direncanakan dilakukan dua tahun mendatang. Namun sejumlah pihak memprotes rencana Jepang tersebut, seperti negara Korea Selatan dan China.



Simak Video "Jepang Bakal Buang Olahan Limbah Radioaktif Fukushima ke Laut"
[Gambas:Video 20detik]
(nwy/nwy)

Ranking PTN

Berikut daftar 5 Perguruan Tinggi terbaik Indonesia