Arti Bendera Setengah Tiang yang Dikibarkan oleh TNI Angkatan Laut

Novia Aisyah - detikEdu
Rabu, 28 Apr 2021 13:00 WIB
Menhan Prabowo luncurkan kapal selam buatan dalam negeri, KR Alugoro-405
Foto: dok. Kemenhan
Jakarta - Bendera setengah tiang dikibarkan oleh TNI Angkatan Laut selama 7 hari untuk menghormati 53 awak kapal selam KRI Nanggala-402 yang gugur di perairan Bali.

Selain itu, Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) juga menaikkan bendera setengah tiang selama tiga hari sejak Senin (26/04/2021) secara berturut-turut.

Ketua DPR Puan Maharani juga mendukung agar bangkai KRI Nanggala-402 dapat diangkat sekaligus jenazah para awak kapal selam tersebut terus diupayakan pencariannya.

Puan menyebutkan, "Saya mendengar KSAL akan komit mengangkat kapal ke permukaan dengan meminta izin ke Panglima TNI serta Panglima Tertinggi untuk minta bantuan teknologi dari organisasi penyelamatan kapal selam. Evakuasi secara optimal harus didukung."

Makna pengibaran bendera setengah tiang

Pengibaran bendera setengah tiang biasanya dilakukan di Indonesia pada hari tertentu. Salah satunya adalah pada Hari Kesaktian Pancasila yang diperingati tanggal 1 Oktober. Di Indonesia ada aturan dalam pengibaran bendera setengah tiang.

Dalam Peraturan Pemerintah nomor 40 Tahun 1958 tentang Bendera Kebangsaan Republik Indonesia, pengibaran bendera setengah tiang dimuat dalam sejumlah pasal.

Dalam pasal 8, pemasangan bendera setengah tiang diatur dalam ayat 1,2 dan 3, yakni:

1. Bendera Kebangsaan dikibarkan sebagai tanda berkabung, jika Kepala Negara atau Wakil Kepala Negara wafat.
2. Pemerintah dapat pula menganjurkan
pengibaran bendera kebangsaan sebagai tanda turut berkabung dengan lain negara bersahabat.
3. Bendera Kebangsaan dapat pula dikibarkan sebagai tanda berkabung jika seorang penjabat penting dari sesuatu kementerian, badan-badan perwakilan rakyat, jawatan atau
kantor meninggal dunia. Pengibaran itu terbatas pada gedung kementerian, badan perwakilan rakyat, jawatan dan kantor yang bersangkutan.
4. Sebagai tanda berkabung seperti yang dimaksud dalam ayat-ayat 1, 2 dan 3, bendera kebangsaan dipasang setengah tiang.

Cara pemasangan bendera setengah tiang

Dalam pasal 19 ayat 2 tertuang aturan pemasangan bendera setengah tiang, yang berbunyi:

"Jika Bendera Kebangsaan hendak dipasang setengah tiang, maka bendera itu dinaikkan dahulu sampai keujung tiang, dihentikan sebentar dan kemudian diturunkan, sampai setengah tiang. Jika kemudian bendera itu hendak diturunkan, maka bendera tersebut dinaikkan dahulu sampai ke ujung tiang, dihentikan sebentar dan kemudian diturunkan."

Dan untuk pengibaran bendera di kapal juga tercantum dalam pasal 33 (a) tertuang aturan pemasangan bendera setengah tiang di kapal, yakni dengan bendera diletakkan dalam keadaan yang biasa dikibarkan pada tiang bendera diburitan.

Untuk memberikan penghormatan, dalam pasal 34 (a) berbunyi: dengan menaikkan bendera itu hingga kepuncak tiang, kemudian menurunkannya hingga ujung-bawah bendera itu sampai pada pagar-kapal, lalu menaikkannya lagi kepuncak tiang dan kemudian menurunkannya kembali ke setengah tiang.

Akan tetapi, pengibaran bendera setengah tiang ini rupanya tak cukup untuk mengobati rasa duka yang dialami masyarakat Indonesia.

Rasa sedih atas kehilangan patriot bangsa itu juga diwujudkan oleh komunitas lokal seperti Masjid Jogokariyan Yogyakarta yang menggalang dana untuk membeli kapal selam baru. Ide solidaritas yang sangat menarik ini rupanya justru dicetuskan oleh anak-anak TPA di masjid Jogokariyan tersebut.

Rupanya, ide ini mendapat sambutan yang cukup positif dengan ditandainya penambahan dana yang cukup signifikan hanya dalam waktu satu hari.

Takmir Masjid Jogokariyan, M Jazir Asp menceritakan bahwa hanya dalam waktu sekitar dua jam, dana yang dikumpulkan oleh Himpunan Anak-anak Masjid (Hamas) di Masjid Jogokariyan telah mencapai Rp 6,5 juta.

Di malam harinya, Jazir menceritakan bahwa uang yang dikumpulkan telah mencapai Rp 15 juta dan diberikan pada keluarga awak kapal.

Akhirnya, Masjid Jogokariyan membuka rekening di hari Senin (26/04/2021) dan mengunggahnya di akun Instagram mereka @masjidjogokariyan.

Unggahan ini mendapatkan beberapa respon positif dari tokoh publik, contohnya Ustad Abdul Somad dan Neno Warisman. Ustad Abdul Somad mengunggah ulang postingan penggalangan dana yang dilakukan oleh Masjid Jogokariyan di Instagram pribadinya @ustadzabdulsomad_official.

Tak hanya itu, Takmir Masjid Jogokariyan, Jazir juga menyebutkan, "Ini tadi saya Zoom dengan Neno (Warisman), banyak ternyata yang mempromosikan penggalangan dana ini dari public figure."

Antusiasme yang tinggi dari masyarakat rupanya membuat dana terkumpul dengan sangat cepat.

Hingga Selasa siang (27/04/2021), dana yang terkumpul telah mencapai Rp 360 juta.

"Sampai ini tadi jam 12 sudah mencapai Rp 360 juta. Mudah-mudahan sore ini sudah Rp 400 juta," uajr Jazir.

Pengibaran bendera setengah tiang serta penggalangan dana untuk keluarga dan membeli kapal selam baru ini tak hanya menunjukkan tingginya apresiasi terhadap para awak KRI Nanggala-402, tetapi juga rasa solidaritas kepada keluarga yang ditinggalkan.



Simak Video "KRI Nanggala 402 Dinyatakan Tenggelam, Netizen Berduka "
[Gambas:Video 20detik]
(lus/lus)

Ranking PTN

Berikut daftar 5 Perguruan Tinggi terbaik Indonesia