Tentang Hari Raya Kuningan, Ini Sejarah dan Arti Perayaannya

Rahma I Harbani - detikEdu
Sabtu, 24 Apr 2021 13:03 WIB
Sejumlah umat Hindu di Tanjung Puri, Jakarta Utara, tengah memperingati Hari Raya Kuningan. Yuk, intip foto-fotonya!
Foto: Pradita Utama/Tentang Hari Raya Kuningan, Ini Sejarah dan Arti Perayaannya
Jakarta - Hari ini, tepatnya 24 April 2021, umat Hindu di Bali merayakan Hari Raya Kuningan. Berikut sejarah dan arti perayaan Hari Raya Kuningan.

Umat Hindu tidak memiliki hari raya internasional yang dirayakan serentak dari berbagai negara. Ajaran Hindu bersifat spiritual, bahkan kitab suci Weda tidak mengatur terkait perayaan hari besar tersebut.

Hari-hari besar perayaan umat Hindu dilaksanakan sebagai perayaan dari kebijaksanaan lokal atau peringatan terkait peristiwa lokal yang terjadi. Hari-hari raya lokal umat Hindu di antaranya terdapat Galungan, Kuningan, Saraswati (Bali), Kasodo (Tengger), dan Nyepi (Nusantara).

Sejarah Hari Raya Kuningan

Dilansir dari berbagai sumber, Kuning dalam kata Kuningan memiliki arti berwarna kuning dan wuku yang ke-12. Wuku adalah kalender Bali yang mana perhitungannya 1 wuku sama dengan 7 hari. Dalam 1 tahun dalam kalender wuku terdapat 420 hari.

Perayaan Hari Kuningan dilakukan setiap 210 hari pada hari Saniscara Kliwon Wuku Kuningan atau dilakukan 10 hari setelah Hari Raya Galungan.

Sejarah dimulainya perayaan Galungan dan Kuningan adalah kemenangan kebaikan melawan kejahatan.

Dikisahkan dalam sejarah, terdapat peperangan antara Bhatara Indah dengan Mayadenawa. Bhatara Indah melambangkan dharma (kebenaran) sedangkan Mayanadewa melambangkan adharma (kejahatan).

Peperangan ini dimenangkan oleh Bhatara Indah, sehingga perayaan Galungan dan Kuningan dimaknai sebagai perayaan kemenangan.

Arti Perayaan Hari Raya Kuningan

Hari Raya Kuningan merupakan hari raya memperingati kebesaran Sang Hyang Widhi dalam wujud Sang Hyang Parama Wisesa.

Sang Hyang Parama Wisesa adalah roh-roh suci serta pahlawan dharma yang berjasa membentuk akhlak manusia menjadi luhur.

Pada Hari Raya Kuningan, umat Hindu melakukan persembahyangan menghadap para dewa dan para leluhur. Persembahyangan ini dilakukan dengan menyiapkan sesajen dengan isi ajengan (nasi) yang berwarna kuning.

Ajengan yang berwarna kuning memiliki arti simbol kemakmuran. Hal ini diartikan sebagai bentuk terima kasih karena beliau telah melimpahkan rahmatnya untuk kemakmuran di dunia ini.

Sehari sebelum pelaksanaan Hari Raya Kuningan, umat Hindu melaksanakan Hari Penampahan Kuningan sebagai bentuk persiapan untuk menyambut Hari Raya Kuningan. Hari Penampahan Kuningan ini dilaksanan setiap Sukra Wage Wuku Kuningan.

Persiapan penyambutan dilakukan dengan menyembelih hewan ternak dan membuat sesajen untuk persiapan sembahyangan pada Hari Raya Kuningan keesokan harinya.

Selamat Hari Raya Kuningan bagi seluruh umat Hindu di Bali!



Simak Video "Desak Made Darmawati Minta Maaf Usai Ceramahnya Dinilai Nistakan Agama"
[Gambas:Video 20detik]
(nwy/nwy)

Ranking PTN

Berikut daftar 5 Perguruan Tinggi terbaik Indonesia