KH Hasyim Asy'ari adalah tokoh ulama Islam yang juga pahlawan nasional Indonesia. Ia memiliki wawasan luas dan pemikiran visioner dalam sejarah perjuangan.
Ia memiliki segudang pemikiran dan karya-karya besar. Berikut profil KH Hasyim Asy'ari:
1. Pendiri NU
Tokoh dengan nama lengkap Muhammad Hasyim bin Asy'ari bin Abdul Wahid bin Abdul Halim ini lahir di Jombang, Jawa Timur, pada tanggal 14 Februari 1871 M atau bertepatan dengan 12 Dzulkaidah 1287 H.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dikutip dari buku KH Hasyim Asy'ari karangan Abdul Hadi, KH Hasyim Asy'ari adalah tokoh pendiri organisasi Islam Nadhlatul Ulama (NU). Beliau berperan penting dalam sejarah perjuangan kemerdekaan Indonesia.
Kiai NU, begitu sapaan akrabnya, berkontribusi besar terhadap tegaknya negara Indonesia, khususnya dengan dikeluarkannya Resolusi Jihad yang menghalau penjajah.
2. Kehidupan KH Hasyim Asy'ari
Dilansir dari situs Tebu Ireng, sejak kecil KH Hasyim Asy'ari dibesarkan di lingkungan pesantren. Tepatnya di Pesantren Muslim tradisional Gedang.
Semasa hidup, KH Hasyim Asy'ari banyak menghabiskan waktu untuk belajar di pesantren. Hal tersebut tidak lain karena ia lahir dari kalangan kiai tradisional yang kental dengan dunia pesantren.
Ayahnya, KH. Asy'ari merupakan pendiri Pesantren Keras yang ada di tanah kelahirannya. Sementara, kakeknya sendiri merupakan pendiri dan pengasuh Pesantren Gedang.
Bahkan kakek buyutnya, Kiai Sihah telah dikenal luas sebagai pendiri dan pengasuh Pesantren Tambak Beras, Jombang.
Diketahui pondok pesantren milik kakeknya merupakan pondok populer yang menjadi pusat santri-santri Jawa di akhir abad ke-19. Tidak heran jika KH Hasyim Asy'ari tumbuh menjadi ulama khas pesantren.
3. Riwayat Perjalanannya dalam Menimba Ilmu
Tokoh center NU ini dikenal dengan ketidakpuasannya dalam mencari ilmu. Bahkan tak sedikit yang menjulukinya sebagai "hamba ilmu".
Diceritakan dalam buku yang sama, sebelum berusia enam tahun KH Hasyim Asy'ari dididik oleh kakeknya, Kiai Usman. Baru pada tahun 1876, ia ikut orang tuanya di desa bagian selatan Jombang, Desa Keras.
Pada usia 12 tahun, KH Hasyim Asy'ari telah diberi kepercayaan untuk mengajar santri yang lain. Diketahui semasa tinggal bersama orang tuanya, ia banyak belajar tentang dasar pendidikan Islam, membaca, dan menghafal Al Quran.
Atas kecintaannya terhadap ilmu, KH Hasyim Asy'ari telah mengunjungi pesantren demi pesantren di tanah Jawa dan Madura sejak usia 15 tahun. Ia memiliki banyak guru di antaranya Syekh Mahfudz at-Tarmasi, Syekh Nawawi al-Bantani, dan KH Muhammad Khalil Bangkalan.
Klik halaman selanjutnya
4. Pemikiran dan Karya Besar KH Hasyim Asy'ari
Tokoh Islam ini telah melahirkan pemikiran-pemikiran besar dalam bidang pendidikan, keagamaan, teologi, dan tarekat.
Dalam bidang pendidikan, KH Hasyim Asy'ari mengadopsi pendidikan Islam klasik. Sistem pendidikannya dicirikan dengan mengedepankan aspek normatif, tradisi belajar mengajar, dan etika dalam belajar.
Dalam bidang keagamaan, KH Hasyim Asy'ari mengedepankan cara beragama dengan sistem madzhab. Hal itulah yang kemudian melahirkan NU dengan berpegang pada "ahli sunnah wal jamaah".
Pendiri pondok Pesantren Tebu Ireng ini wafat di Jombang pada bulan Juli 1943. Sepeninggalannya, KH Hasyim telah melahirkan karya-karya besar besar yang menjadi rujukan dalam penyebaran ilmu agama. Berikut karya KH Hasyim Asy'ari:
a. At-Tibyan fi al-Nahy 'an Muqatha'at al-Arham wa al-Aqarib wa al-Ikhwan
Kitab ini berisi tentang pentingnya membangun persaudaraan di tengah perbedaan. Selain itu, di dalamnya juga memuat tentang bahaya memutus tali silaturahmi.
b. Muqaddimah al-Qanun al-Asasi li Jam'iyyat Nahdlatul Ulama
Kitab ini berisikan pemikiran KH Hasyim Asy'ari tentang organisasi yang ia dirikan, NU. Kitab ini menjadi bacaan wajib bagi penggerak-penggerak NU.
c. Risalah fi Ta'kid al-Akhdzi bi Mazhab al-A'immah al-Arba'ah
Kitab ini berisikan pemikirannya mengenai empat imam madzhah, Imam Syafi'i, Imam Malik, Imam Abu Hanifah, dan Imam Ahmad bin Hanbal.
d. Mawaidz
Kitab ini berisikan pemikiran KH Hasyim Asy'ari tentang masalah perbedaan pandangan dalam beragama.
e. Arba'ina Haditsan Tata'allaqu bi Mabadi' Jam'iyyat Nahdlatul Ulama
Kitab ini berisikan empat puluh hadits pilihan yang menjadi pedoman umat NU. Hadits yang dituliskan di dalamnya berkaitan tentang pentingnya prinsip dalam menjalani kehidupan.
f. Al-Nur al-Mubin fi Mahabbati Sayyid al-Mursalin
Kitab ini berisikan biografi singkat Nabi Muhammad Saw, spesifiknya tentang akhlak nabi. Di dalamnya, KH Hasyim Asy'ari memberikan wejangan pentingnya mencintai Rasulullah Saw lewat sholawat dan sunnahnya.
g. Al-Tanbihat al-Wajibat Liman Yushna' al-Maulid bi al-Munkarat
Kitab ini berisikan penjelasan akhlak nabi Muhammad Saw dan keharusan mencintai serta mengirimkan sholawat. Termasuk peringatan Maulidur Rasul juga ada di dalamnya.
h. Adab al-'Alim wa al-Muta'alim fi ma Yanhaju Ilaih al-Muta'allim fi Maqamati Ta'limihi
Kitab ini berisikan rangkuman kitab-kitab Adab al-Mu'allim yang berperan besar terhadap dunia pendidikan.
i. Risalah Ahl as-Sunnah wa al-Jamaah fi Hadts al-Mauta wa Syuruth as-Sa'ah wa Bayani Mafhum as-Sunnah wa al-Bid'ah
Kitab ini berisikan pembahasan mengenai sunnah dan bid'ah.
Itulah profil KH Hasyim Asy'ari, seorang tokoh ulama Islam yang sekaligus pahlawan nasional. Semoga KH Hasyim Asy'ari bisa menjadi tauladan bagi kita.











































