Kisah 25 Nabi

Kisah Nabi Ismail AS: Sejarah Munculnya Ibadah Haji dan Kurban

Kristina Ina - detikEdu
Jumat, 16 Apr 2021 03:31 WIB
Nabi Ismail
Foto: Ilustrasi: Mindra Purnomo/Kisah Nabi Ismail AS: Sejarah Munculnya Ibadah Haji dan Kurban
Jakarta -

Kelahiran Nabi Ismail AS menjadi pertanda sejarah besar dalam ibadah umat Islam. Yaitu perintah untuk menunaikan haji dan kurban bagi yang mampu.

Nabi Ismail AS merupakan putra dari nabi Ibrahim AS dengan Siti Hajar. Sejak kelahirannya ada banyak tanda-tanda kenabian yang diberikan oleh Allah SWT.


Allah berfirman dalam Q.S Maryam ayat 54 sebagai berikut,

وَٱذْكُرْ فِى ٱلْكِتَٰبِ إِسْمَٰعِيلَ ۚ إِنَّهُۥ كَانَ صَادِقَ ٱلْوَعْدِ وَكَانَ رَسُولًا نَّبِيًّا

Artinya: "Dan ceritakanlah (hai Muhammad kepada mereka) kisah Ismail (yang tersebut) di dalam Al Quran. Sesungguhnya ia adalah seorang yang benar janjinya, dan dia adalah seorang rasul dan nabi."

Berikut Sejarah Nabi Ismail:

1. Penduduk Pertama Kota Mekkah

Ibnu Katsir dalam bukunya Kisah Para Nabi mengatakan bahwa Nabi Ismail AS adalah penduduk pertama kota Mekkah. Ia hijrah dari Palestina bersama ibunya atas perintah Allah SWT melalui ayahnya, Nabi Ibrahim AS.

Siti Hajar hijrah ke kota Mekkah sejak kelahiran Ismail AS. Ia hidup bersama putranya di tengah gurun yang gersang dan tandus. Tidak ada seorang pun yang lain di sana.

Diceritakan dalam 25 Nabi dan Rasul karangan Irsyad Zulfahmi, tempat yang ditinggali Siti Hajar bersama Ismail AS sangat tandus. Tidak ada tumbuh-tumbuhan maupun air yang mengalir.

Sebagai ayah, Nabi Ibrahim AS terus berdoa untuk keselamatan putra dan istrinya yang ditinggalkan sendiri di kota Mekkah.

2. Sejarah Sa'i dan Munculnya Air Zamzam

Pada suatu ketika, Siti Hajar dan Ismail AS kehabisan bekal. Ismail AS kecil terus menangis karena kehausan. Akhirnya Siti Hajar pun pergi mencari air.

Berlarilah ia ke bukit Shafa dengan penuh harap ada air di sana. Akan tetapi hanya bebatuan kering yang ia temukan. Lalu, pergilah ia ke bukit Marwah. Akan tetapi tidak ada air yang ia dapati juga.

Sampai akhirnya Siti Hajar berlari dari bukit Shafa ke bukit Marwah sebanyak tujuh kali. Namun, tidak mendapatkan sumber air sedikitpun. Akhirnya dengan sangat lelahnya, ia kembali menemui Ismail AS.

Peristiwa Siti Hajar mencari air dengan lari sebanyak tujuh kali dari bukit Shafa ke bukit Marwah menjadi sejarah munculnya Sa'i dalam ibadah haji.

Allah SWT berfirman dalam Q.S Al-Baqarah ayat 158,

۞ إِنَّ ٱلصَّفَا وَٱلْمَرْوَةَ مِن شَعَآئِرِ ٱللَّهِ ۖ فَمَنْ حَجَّ ٱلْبَيْتَ أَوِ ٱعْتَمَرَ فَلَا جُنَاحَ عَلَيْهِ أَن يَطَّوَّفَ بِهِمَا ۚ وَمَن تَطَوَّعَ خَيْرًا فَإِنَّ ٱللَّهَ شَاكِرٌ عَلِيمٌ

Artinya: "Sesungguhnya Shafaa dan Marwa adalah sebahagian dari syi'ar Allah. Maka barangsiapa yang beribadah haji ke Baitullah atau berumrah, maka tidak ada dosa baginya mengerjakan sa'i antara keduanya. Dan barangsiapa yang mengerjakan suatu kebajikan dengan kerelaan hati, maka sesungguhnya Allah Maha Mensyukuri kebaikan lagi Maha Mengetahui."

Ismail AS terus menangis. Lalu Allah SWT menurunkan mukjizatnya melalui malaikat Jibril. Ketika itu Ismail AS menghentakkan kakinya ke padang pasir. Lalu keluarlah sebuah mata air yang sangat jernih airnya.

Mata air itulah yang disebut air Zamzam. Hingga saat ini, sumber air Zamzam masih terus mengalir. Para jamaah haji biasa membawa air Zamzam saat menunaikan ibadah di sana.

3. Perintah untuk Berkurban

Saat Nabi Ismail AS menginjak dewasa, ayahnya bermimpi mendapat perintah untuk menyembelihnya. Akhirnya, datanglah ia menemui Ismail AS dan menceritakan mimpinya itu.

Nabi Ismail AS dengan penuh ketaatannya kepada Allah SWT, ia meyakinkan ayahnya untuk menjalankan apa yang diperintahkan dalam mimpinya itu.

Allah SWT berfirman dalam Q.S Ash-Shaffat ayat 102,

فَلَمَّا بَلَغَ مَعَهُ ٱلسَّعْىَ قَالَ يَٰبُنَىَّ إِنِّىٓ أَرَىٰ فِى ٱلْمَنَامِ أَنِّىٓ أَذْبَحُكَ فَٱنظُرْ مَاذَا تَرَىٰ ۚ قَالَ يَٰٓأَبَتِ ٱفْعَلْ مَا تُؤْمَرُ ۖ سَتَجِدُنِىٓ إِن شَآءَ ٱللَّهُ مِنَ ٱلصَّٰبِرِينَ

Artinya: "Maka tatkala anak itu sampai (pada umur sanggup) berusaha bersama-sama Ibrahim, Ibrahim berkata: "Hai anakku sesungguhnya aku melihat dalam mimpi bahwa aku menyembelihmu. Maka fikirkanlah apa pendapatmu!" Ia menjawab: "Hai bapakku, kerjakanlah apa yang diperintahkan kepadamu; Insya Allah kamu akan mendapatiku termasuk orang-orang yang sabar."

Saat ia (Ibrahim) membaringkan putranya yang siap untuk disembeli dan keduanya tunduk serta berserah diri kepada kehendak Allah SWT, maka digantikanlah Nabi Ismail AS dengan seekor sembelihan yang besar.

Peristiwa inilah yang kemudian diperingati sebagai hari Kurban. Allah SWT berfirman dalam Q.S Ash-Shaffat ayat 103-109 yang artinya:

"Tatkala keduanya telah berserah diri dan Ibrahim membaringkan anaknya atas pelipis(nya), (nyatalah kesabaran keduanya). Dan Kami panggillah dia:

"Hai Ibrahim, sesungguhnya kamu telah membenarkan mimpi itu sesungguhnya demikianlah Kami memberi balasan kepada orang-orang yang berbuat baik. Sesungguhnya ini benar-benar suatu ujian yang nyata. Dan Kami tebus anak itu dengan seekor sembelihan yang besar. Kami abadikan untuk Ibrahim itu (pujian yang baik) di kalangan orang-orang yang datang kemudian, (yaitu) "Kesejahteraan dilimpahkan atas Ibrahim".

Itulah kisah Nabi Ismail AS sebagai sejarah munculnya perintah haji dan kurban. Kesalehan Nabi Ismail AS kepada kedua orangtuanya serta perintah Allah SWT dapat kita jadikan suri tauladan.



Simak Video "Kisah Nabi Muhammad-Islampedia Siap Temani Harimu di Bulan Ramadhan"
[Gambas:Video 20detik]
(nwy/nwy)

Ranking PTN

Berikut daftar 5 Perguruan Tinggi terbaik Indonesia