Apa Isi Surat An Nahl Ayat 114? Ini Huruf Arab dan Latinnya

Trisna Wulan - detikEdu
Kamis, 15 Apr 2021 14:18 WIB
nuzulul quran
Foto: Getty Images/iStockphoto/Vector Artist and Photographer/Apa Isi Surat An Nahl Ayat 114? Ini Huruf Arab dan Latinnya
Jakarta - Surat An-Nahl adalah surat ke-16 dalam Al Quran. Surat ini terdiri dari 128 ayat.

Al Quran surat An-Nahl ayat ke-114 berisi firman Allah untuk kaum Muslimin agar makan makanan halal dan baik dari rezeki yang diberikan Allah.

Berikut Al-Qur'an surat An-Nahl ayat ke-114:


فَكُلُوْا مِمَّا رَزَقَكُمُ اللّٰهُ حَلٰلًا طَيِّبًاۖ وَّاشْكُرُوْا نِعْمَتَ اللّٰهِ اِنْ كُنْتُمْ اِيَّاهُ تَعْبُدُوْنَ - ١١٤

Latin:

Fa kulụ mimmā razaqakumullāhu ḥalālan ṭayyibaw wasykurụ ni'matallāhi ing kuntum iyyāhu ta'budụn

Arti:

"Maka makanlah yang halal lagi baik dari rezeki yang telah diberikan Allah kepadamu; dan syukurilah nikmat Allah, jika kamu hanya menyembah kepada-Nya.

Dalam Surat An Nahl ayat 114, Allah menyuruh kaum Muslimin untuk memakan makanan yang halal dan baik dari rezeki yang diberikan-Nya kepada mereka, baik yang berasal dari binatang maupun tanaman, seperti dikutip dari situs resmi Kementerian Agama.

Makanan yang halal adalah makanan dan minuman yang dibenarkan oleh agama untuk dimakan dan diminum. Sementara makanan yang baik ialah makanan dan minuman yang dibenarkan untuk dimakan atau diminum oleh kesehatan, termasuk di dalamnya makanan yang bergizi, enak, dan sehat.

Makanan yang dibenarkan oleh ilmu kesehatan sangat banyak, dan pada dasarnya boleh dimakan dan diminum, sebagaimana difirmankan Allah,

"Wahai orang-orang yang beriman! Makanlah dari rezeki yang baik yang Kami berikan kepada kamu." (Q.S. Al-Baqarah ayat 172).

Dalam Surat Al Maidah ayat 4 juga disebutkan makanan yang halal:

"Mereka bertanya kepadamu (Muhammad), "Apakah yang dihalalkan bagi mereka?" Katakanlah, "Yang dihalalkan bagimu (adalah makanan) yang baik-baik dan (buruan yang ditangkap) oleh binatang pemburu yang telah kamu latih untuk berburu, yang kamu latih menurut apa yang telah diajarkan Allah kepadamu." (Q.S. Al-Ma'idah ayat 4)

Makanan dan minuman yang baik tidak haram dimakan, kecuali jika Allah SWT atau rasul-Nya mengharamkan, sebagaimana firman Allah,

"Wahai orang-orang yang beriman! Janganlah kamu mengharamkan apa yang baik yang telah dihalalkan Allah kepadamu, dan janganlah kamu melampaui batas. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang melampaui batas." (QS Al-Ma'idah ayat 87).

Makanan baik yang berasal dari hewan dan tanaman, yang tersebar di muka bumi merupakan nikmat Allah SWT yang besar. Untuk itu, manusia seharusnya mensyukurinya dengan jalan mengucapkan Alhamdulillah dan memanfaatkannya sesuai petunjuk Allah dan rasul-Nya, seperti memakan atau memperjual-belikannya.

Dalam hadits riwayat Ath-Thabrani, dari Al-Aswad bin Sari', Nabi Muhammad SAW bersabda, 'Sesungguhnya Allah benar-benar senang terhadap hamba yang mengucapkan 'Alhamdulillah'.

Adapun makna syukur dalam ayat ini yakni manusia dapat mewujudkan rasa syukur akan nikmat Allah, yakni hewan dan tanaman, dengan memelihara dan mengembangkan sumber bahan makanan ini agar jangan sampai punah dari permukaan bumi, dan untuk memenuhi kebutuhan gizi makanan umat manusia.

Mensyukuri nikmat Allah SWT berarti mengucapkan kalimat syukur ketika memanfaatkan, memelihara, dan mengembangkannya berdasarkan petunjuk-petunjuk Allah.

Sebab, Allah yang memberi anugerah dan kenikmatan tersebut. Karena itu, tiap orang mukmin sepatutnya taat pada ketentuan-ketentuan dan perintah Allah, serta menjauhi larangan-Nya jika benar-benar beriman kepada Allah.

Salah satu bentuk ketaatan itu, yakni kaum Muslimin juga hendaknya tunduk kepada hukum-hukum Allah yang berlaku saat memelihara dan mengembangkan hewan atau tanaman seperti firman Allah dalam Al-Quran surat An-Nahl ayat 114. Contohnya, mengikuti ketentuan zakat dan fungsi sosialnya.



Simak Video "Pentingnya Mengikuti Aturan Waqaf Saat Membaca Al-Qur'an"
[Gambas:Video 20detik]
(nwy/nwy)

Ranking PTN

Berikut daftar 5 Perguruan Tinggi terbaik Indonesia