Tentang Banjir di Nusa Tenggara, Cek di Sini Penyebab dan Karakteristiknya

Anatasia Anjani - detikEdu
Senin, 05 Apr 2021 20:44 WIB
Dampak banjir bandang di Kabupaten Lembata NTT yang mengakibatkan 11 orang tewas (dok BNPB)
Foto: Dampak banjir bandang di Kabupaten Lembata NTT yang mengakibatkan 11 orang tewas (dok BNPB)
Jakarta -

Banjir di Nusa Tenggara yang terjadi pada Minggu (4/5/2021) disebut dengan banjir bandang. Banjir Bandang adalah banjir yang terjadi akibat penggenangan limpasan keluar alur sungai.

Hal ini terjadi karena debit sungai membesar dan melewati kapasitas aliran, terjadi dengan cepat dan melanda daerah-daerah rendah, di lembah sungai-sungai dan cekungan-cekungan dan biasanya membawa debris.

Banjir bandang datang secara tiba-tiba dan berlangsung dengan dahsyat. Penyebabnya antara lain konsentrasi cepat dari hujan lebat, runtuhnya bendungan alam yang terjadi pada alur hulu, serta runtuhnya bendungan atau tanggul buatan.

Bencana alam itu sangat merugikan dan menimbulkan banyak korban jiwa dan dampak pasca banjir berupa kerusakan lingkungan serta sangat kotor.

Karakteristik Banjir Bandang

Berikut adalah karakteristik banjir di Nusa Tenggara yang dilansir dari buku yang berjudul Nilai Viskositas Aliran Sungai Sebagai Salah Satu Indikasi Potensi Banjir Bandang oleh Mohammad Hasbi:

1. Datang dengan Tiba-Tiba
Banjir di Nusa Tenggara adalah banjir yang terjadi secara tiba-tiba. Hal ini dikarenakan air yang berada di suatu wilayah mengalami kejenuhan dan bersifat besar karena airnya datang secara tiba-tiba.
2. Disebabkan Hujan Lebat yang Tak Kunjung Berhenti
Ciri-ciri banjir bandang disebabkan oleh hujan lebat yang terjadi secara terus-menerus. Biasanya hujan turun dalam kurun waktu yang cukup lama.

3. Durasi Banjir Bandang Relatif Singkat
Durasi banjir terjadi dalam waktu yang cukup singkat. Banjir bandang bukan banjir yang lama menggenangi daerah wilayahnya. Genangan air dalam banjir bandang biasanya tidak banyak.

4. Viskositas Aliran yang Tinggi
Banjir bandang memiliki viskositas tinggi yang ditandai dengan kekeruhan yang sangat tinggi. Viskositas adalah tingkat kekentalan pada banjir.

5. Tinggi Genangan Air 3-6 meter
Tinggi genangan air akibat banjir bandang memiliki ukuran 3 hingga 6 meter. Banjir bandang tidak menimbulkan genangan air yang terlalu banyak.

6. Membawa Beberapa Material Lainnya
Ciri khas yang paling menonjol daru banjir bandang adalah memuat banyak sekali material-material yang dibawa oleh banjir tersebut. Beberapa material yang dibawa oleh banjir bandang adalah lumpur, kerikil, batu, hingga pepohonan.

Penyebab Terjadinya Banjir Bandang

1. Hujan deras yang terjadi secara terus-menerus dalam durasi yang cukup lama.
2. Terbentuknya bendungan yang berada di hulu.
3.

Bisa disebabkan karena membuang sampah sembarangan.
5. Mendirikan bangunan liar yang berada di sekitar sungai.
6. Penggundulan hutan dan penebangan pepohonan.

Itu tadi adalah penjelasan mengenai banjir di Nusa Tenggara. Mari kita doakan agar keadaan di Nusa Tenggara Timur menjadi baik



Simak Video "Detik-detik Banjir Bandang Terjang Sumedang: 2 Mobil Hanyut"
[Gambas:Video 20detik]
(nwy/nwy)

Ranking PTN

Berikut daftar 5 Perguruan Tinggi terbaik Indonesia