Sholat Tahajud di Bulan Ramadhan: Waktu, Doa, Keutamaannya

Anatasia Anjani - detikEdu
Senin, 05 Apr 2021 16:54 WIB
sholat tahajud
Sholat Tahajud di Bulan Ramadhan: Waktu, Doa, Keutamaannya (Ilustrasi Foto: istock)
Jakarta - Sholat Tahajud adalah sholat sunah yang dikerjakan setelah bangun tidur dan pada waktu 1/3 malam. Sholat Tahajud dapat dikerjakan minimal sebanyak dua rakaat dengan satu kali salam. Pelaksanaan Sholat Tahajud dapat dilakukan dengan sesudah sholat Isya hingga terbitnya fajar.

Sholat Tahajud biasanya dikerjakan setelah bangun tidur dari tidur malam, walaupun tidurnya hanya sebentar. Saat Ramadhan, umat islam dianjurkan untuk melakukan ibadah sebanyak mungkin. Sehingga melaksanakan sholat Tahajud saat bulan puasa Ramadhan dapat menambah amalan ibadah saat bulan puasa Ramadhan.

Berikut adalah waktu utama dalam melaksanakan sholat Tahajud yang dilansir dari buku Risalah Tuntunan Sholat Lengkap yang ditulis oleh DRS. Moh Rifa'i

  • Sepertiga pertama, yaitu dimulai saat jam 7 malam hingga 10 malam. Waktu ini merupakan waktu utama sholat Tahajud.
  • Sepertiga kedua, yaitu dimulai saat jam 10 malam hingga jam 1 pagi. Ini merupakan saat yan paling utama saat sholat Tahajud.
  • Sepertiga ketiga, yaitu dimulai saat jam 1 hingga jam waktu sholat Subuh. Waktu ini merupakan waktu yang paling utama saat sholat Tahajud.

Niat Sholat Tahajud

اُصَلِّى سُنَّةً التَّهَجُّدِ رَكْعَتَيْنِ مُسْتَقْبِلَ الْقِبْلَةِ ِللهِ تَعَالَى

"Ushallii sunnata-t-tahajjudi rak'ataini mustaqbilal qiblati lillahi ta'alla."

Artinya: "Aku niat sholat sunnah tahajud 2 rakaat, menghadap kiblat, karena Allah Ta'ala."

Doa Sholat Tahajud

اَللهُمَّ رَبَّنَا لَكَ الْحَمْدُ اَنْتَ قَيِّمُ السَّمَوَاتِ وَاْلاَرْضِ وَمَنْ فِيْهِنَّ. وَلَكَ الْحَمْدُ اَنْتَ مَلِكُ السَّمَوَاتِ واْلاَرْضِ وَمَنْ فِيْهِنَّ. وَلَكَ الْحَمْدُ اَنْتَ نُوْرُ السَّمَوَاتِ وَاْلاَرْضِ وَمَنْ فِيْهِنَّ. وَلَكَ الْحَمْدُ اَنْتَ الْحَقُّ وَوَعْدُكَ الْحَقُّ وَلِقَاءُكَ حَقٌّ وَقَوْلُكَ حَقٌّ وَالْجَنَّةُ حَقٌّ وَالنَّارُ حَقٌّ وَالنَّبِيُّوْنَ حَقٌّ وَمُحَمَّدٌ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ حَقٌّ وَالسَّاعَةُ حَقٌّ. اَللهُمَّ لَكَ اَسْلَمْتُ وَبِكَ اَمَنْتُ وَعَلَيْكَ تَوَكَّلْتُ وَاِلَيْكَ اَنَبْتُ وَبِكَ خَاصَمْتُ وَاِلَيْكَ حَاكَمْتُ فَاغْفِرْلِيْ مَاقَدَّمْتُ وَمَا اَخَّرْتُ وَمَا اَسْرَرْتُ وَمَا اَعْلَنْتُ وَمَا اَنْتَ اَعْلَمُ بِهِ مِنِّيْ. اَنْتَ الْمُقَدِّمُ وَاَنْتَ الْمُؤَخِّرُ لاَاِلَهَ اِلاَّ اَنْتَ. وَلاَ حَوْلَ وَلاَ قُوَّةَ اِلاَّ بِاللهِ

Allâhumma rabbana lakal hamdu. Anta qayyimus samâwâti wal ardhi wa man fî hinna. Wa lakal hamdu anta malikus samâwâti wal ardhi wa man fî hinna. Wa lakal hamdu anta nûrus samâwâti wal ardhi wa man fî hinna. Wa lakal hamdu antal haq. Wa wa'dukal haq. Wa liqâ'uka haq. Wa qauluka haq. Wal jannatu haq. Wan nâru haq. Wan nabiyyûna haq. Wa Muhammadun shallallâhu alaihi wasallama haq. Was sâ'atu haq. Allâhumma laka aslamtu. Wa bika âmantu. Wa alaika tawakkaltu. Wa ilaika anabtu. Wa bika khâshamtu. Wa ilaika hâkamtu. Fagfirlî mâ qaddamtu, wa mâ akhkhartu, wa mâ asrartu, wa mâ a'lantu, wa mâ anta a'lamu bihi minnî. Antal muqaddimu wa antal mu'akhkhiru. Lâ ilâha illâ anta. Wa lâ haula, wa lâ quwwata illâ billâh.


Artinya: "Ya Allah, Tuhan kami, segala puji bagi-Mu, Engkau penegak langit, bumi, dan makhluk di dalamnya. Segala puji bagi-Mu, Engkau penguasa langit, bumi, dan makhluk di dalamnya. Segala puji bagi-Mu, Engkau cahaya langit, bumi, dan makhluk di dalamnya. Segala puji bagi-Mu, Engkau Maha Benar. Janji-Mu benar. Pertemuan dengan-Mu kelak itu benar. Firman-Mu benar adanya. Surga itu nyata. Neraka pun demikian. Para nabi itu benar. Demikian pula Nabi Muhammad SAW itu benar. Hari Kiamat itu benar. Ya Tuhanku, hanya kepada-Mu aku berserah. Hanya kepada-Mu juga aku beriman. Kepada-Mu aku pasrah. Hanya kepada-Mu aku kembali. Karena-Mu aku rela bertikai. Hanya pada-Mu dasar putusanku. Karenanya ampuni dosaku yang telah lalu dan yang terkemudian, dosa yang kusembunyikan dan yang kunyatakan, dan dosa lain yang lebih Kau ketahui ketimbang aku. Engkau Yang Maha Terdahulu dan Engkau Yang Maha Terkemudian. Tiada Tuhan selain Engkau. Tiada daya upaya dan kekuatan selain pertolongan Allah."

Keutamaan Sholat Tahajud di Bulan Puasa Ramadhan

Berikut adalah beberapa alasan dianjurkannya sholat Tahajud saat bulan puasa Ramadhan

1. Perintah mengerjakan sholat malam

Sholat malam adalah ibadah yang dianjurkan dilakukan saat bulan Ramadhan. Hal ini telah termaktub dalam Hadist yang menyebutkan bahwa sholat yang lebih baik setelah sholat fardhu adalah sholat Tahajud. Berikut adalah hadistnya:

إِنَّهُ مَنْ قَامَ مَعَ الإِمَامِ حَتَّى يَنْصَرِفَ كُتِبَ لَهُ قِيَامُ لَيْلَةٍ

Artinya: "Sesungguhnya siapa saja yang shalat bersama imam hingga imam itu selesai, maka ia dicatat telah mengerjakan shalat semalam suntuk (semalam penuh)." (HR. Tirmidzi)

2. Rakaat sholat malam yang tidak terbatas

Berikut adalah hadits yang diriwatkan oleh At Tahmid yang menjelaskan bahwa rakaat sholat malam tidak terbatas.

فَلاَ خِلاَفَ بَيْنَ المسْلِمِيْنَ أَنَّ صَلاَةَ اللَّيْلِ لَيْسَ فِيْهَا حَدٌّ مَحْدُوْدٌ وَأَنَّهَا نَافِلَةٌ وَفِعْلٌ خَيْرٌ وَعَمَلٌ بِرٌّ فَمَنْ شَاءَ اِسْتَقَلَّ وَمَنْ شَاءَ اِسْتَكْثَرَ

Artinya: "Tidak ada khilaf di antara kaum muslimin bahwa shalat malam tidak ada batasan raka'atnya. Shalat malam adalah shalat nafilah (shalat sunnah) dan termasuk amalan kebaikan. Seseorang boleh mengerjakan dengan jumlah raka'at yang sedikit atau pun banyak."( HR At-Tamhid).

Dari hadits tersebut dapat ditarik kesimpulan bahwa saat Ramadhan, sholat Tahajud dapat dilakukan setelah sholat tarawih yang dilakukan setelah tidur terlebih dahulu dan lebih baik dilakukan sebelum sahur.

Bagaimana sahabat hikmah, apakah berniat melakukan sholat tahajud saat Ramadhan? Ramadhan adalah waktu yang tepat untuk memperbanyak amalan, salah satunya dapat dilakukan dengan sholat tahajud.

Simak Video "Keliling Taman Hutan Raya Bukit Barisan dengan Naik Gajah, Berastagi"
[Gambas:Video 20detik]
(erd/erd)

Ranking PTN

Berikut daftar 5 Perguruan Tinggi terbaik Indonesia