Yuk Mengenal Lebih Dekat dengan Lapisan Litosfer Bumi

Tim detikcom - detikEdu
Senin, 05 Apr 2021 08:00 WIB
High altitude view of the Earth from space, blue planet with white clouds and deep black space. Elements of this image furnished by NASA.

/urls:
https://images.nasa.gov/details-iss047e137096.html,
https://images.nasa.gov/details-GSFC_20171208_Archive_e000127.html,
https://images.nasa.gov/details-iss013e78960.html,
https://images.nasa.gov/details-iss040e088891.html /
Mengenal lapisan litosfer bumi (Foto: Getty Images/iStockphoto/Elen11)
Jakarta - Detikers, tau gak sih apa itu litosfer? Atau baru kali ini detikers mendengarnya? Nah, daripada penasaran apa itu litosfer, yuk langsung saja simak pembahasannya di bawah ini.

Apa Itu Litosfer?

Nah, secara etimologi litosfer sendiri asal katanya dari lithos yang berarti batu serta sphere yang berarti bulatan. Sehingga litosfer merupakan lapisan batuan yang akan membentuk kulit bumi.

Litosfer adalah lapisan bumi yang paling atas yang memiliki tebal 66 km dan terdiri oleh batuan. Sehingga litosfer juga sering diartikan dengan pembentuk muka bumi serta terdiri oleh batuan dan mineral.

Menurut Washington dan Klarke, litosfer atau batuan pada permukaan bumi ini ternyata hampir 75% terdiri oleh aluminium oksida dan silikon oksida.

Batuan Penyusun Litosfer

Tau gak sih batuan apa aja yang menyusun litosfer? Ternyata terdapat tiga jenis batuan yang menyusun litosfer, lho. Ketiganya yaitu batuan beku, batuan metamorf dan batuan sedimen. Yuk mengenal ketiga batuan ini lebih dekat.

1. Batuan beku

Nah, batuan pertama yang ternyata membentuk litosfer yaitu batuan beku. Batuan beku sendiri terbentuk oleh magma pijar yang telah menjadi padat dan membeku karena proses pendinginan. Selain itu, batuan ini terbagi pula ke dalam tiga jenis, ada batuan tubir, batuan korok, dan batuan leleran.


2. Batuan metamorf

Kemudian ada batuan metamorf yang merupakan batuan hasil perubahan oleh batuan endapan dan batuan beku yang diakibatkan dari proses metamorfosis. Nah, apa aja sih yang membuat batuan tersebut dapat berubah?Tentu saja beberapa faktor tersebut seperti tekanan yang tinggi, suhu yang tinggi, penambahan bahan lain, hingga kombinasi suhu serta tekanan yang tinggi.


3. Batuan sedimen

Kemudian ada batuan sedimen. Batuan yang satu ini berasal dari endapan struktur batuan yang memang mudah lepas serta terbawa air, angin, hingga es. Endapan tersebut lama kelamaan akan menumpuk, mengeras, dan terbentuk menjadi batuan. Sehingga nama batuannya dinamakan sebagai batuan sedimen.

Oh iya, proses dari pengerasan batuan ini dinamakan sebagai pembaruan, ya. Berdasarkan tempat terjadi dari pengendapan ini, maka terdapat tiga jenis batuan sedimen. Apa saja, tuh? Yuk simak ulasannya di bawah ini.

Batuan Sedimen Kontinental, merupakan batuan sedimen dengan proses pengendapannya berada di tanah gurun pasir dan tanah los.

Batuan Sedimen Marine. Nah, sesuai dengan namanya bahwa proses pengendapan dari batuan sedimen ini terjadi di laut, misalnya endapan radiolaria pada laut dalam, lumpur merah, dan lumpur biru yang terjadi di pantai.

Batuan Sedimen Lakustre merupakan batuan sedimen dengan pengendapannya berada di danau, seperti tanah liat danau dan tuf danau.

Manfaat Litosfer Untuk Kehidupan

Tentu saja litosfer adalah bagian bumi yang pastinya langsung berpengaruh kepada kehidupan, bahkan mempunyai manfaat yang begitu besar untuk kehidupan di bumi, lho. Nah, litosfer yang terletak di bagian atas adalah tempat hidup manusia, begitu juga dengan hewan hingga tanaman.

Yang jelas manusia melakukan berbagai aktivitas atau kegiatan di atas litosfer. Yang mana manusia bisa membangun tempat tinggal, membuat lahan pertanian, bercocok tanam, dan sebagainya.

Kemudian litosfer bagian bawah terdapat kandungan bahan mineral yang pastinya sangat bermanfaat pula untuk manusia. Nah, bahan-bahan tambang atau mineral yang berasal dari bagian bawah litosfer diantaranya adalah emas, minyak bumi serta gas, batu bara, timah, nikel, dan besi. (pal/pal)

Ranking PTN

Berikut daftar 5 Perguruan Tinggi terbaik Indonesia