Surat Dinas: Pengertian, Ciri Bahasa, dan Unsur-Unsurnya

Faqihah M Itsnaini - detikEdu
Senin, 29 Mar 2021 14:30 WIB
Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Jawa Tengah melarang sekolah memungut sumbangan pada siswa baru, (11/7/2019).
Surat dinas punya banyak fungsi. Ciri bahasa surat dinas ini sifat bahasanya formasl (Foto: Imam Suripto/detikcom)
Jakarta - Bersifat resmi, surat dinas adalah surat yang ditulis dalam situasi dan kepentingan formal. Bagaimana ciri bahasa surat dinas yang baik dan benar?

Surat dinas ditulis atas nama lembaga pemerintahan, perusahaan, atau organisasi yang ditujukan kepada lembaga maupun perorangan.

Surat ini ditujukan untuk keperluan kedinasan baik pemerintah maupun swasta. Bentuknya berupa pengumuman, surat ijin, surat tugas, dan lain sebagainya.

Surat dinas memiliki beberapa fungsi, diantaranya sebagai pedoman pekerjaan seperti surat instruksi, surat pemberian izin, surat tugas, atau surat pengambilan keputusan.

Selain itu, surat dinas bisa punya fungsi sebagai alat pengingat karena dapat dijadikan arsip bagi instansi. Kemudian sebagai bukti perkembangan instansi atau lembaga, dan sebagai alat bukti terutama surat perjanjian.

Dalam menulis surat dinas, ada beberapa hal yang harus diperhatikan yaitu penggunaan bahasanya. Menurut Modul Bahasa Indonesia dari Kemendikbud, ciri bahasa surat dinas lebih mudah dibandingkan surat pribadi. Surat dinas tidak memerlukan bahasa yang "berbunga-bunga", bahasanya lebih singkat, jelas, dan berpola tetap.

Berikut beberapa ciri surat dinas:

  1. Ada kop surat atau kepala surat yang berisi nama dan alamat instansi atau lembaga
  2. Ada nomor surat dan lampiran
  3. Ada salam pembuka dan salam penutup
  4. Ciri bahasa surat dinas adalah menggunakan bahasa resmi atau bahasa formal.
  5. Ada stempel instansi atau lembaga pada surat

Lalu, bagaimana unsur-unsur yang ada pada surat dinas?

Surat dinas sebagai surat resmi yang dikeluarkan oleh instansi atau lembaga memiliki sejumlah unsur yaitu:

1. Kop surat
2. Nomor surat
3. Tanggal surat
4. Lampiran
5. Perihal
6. Alamat surat
7. Salam pembuka
8. Isi surat
9. Salam penutup
10. Nama dan tanda tangan penulis surat
11. Nama dan tanda tangan pihak yang memperkuat surat
12. Tembusan

Khusus unsur yang terakhir yaitu tembusan, adalah bagian yang tidak wajib dicantumkan dalam surat dinas. Tembusan hanya dipakai jika ada pihak tertentu yang memerlukan tembusan atau salinan surat selain yang dialamatkan. (pal/pal)

Ranking PTN

Berikut daftar 5 Perguruan Tinggi terbaik Indonesia