Tari Pendet: Ciri Khas, Pembagian Tempat Tari, dan Susunan Pemusik

Anatasia Anjani - detikEdu
Jumat, 12 Mar 2021 17:06 WIB
Genap berusia ke-238, Museum Nasional Indonesia (MNI) bekerja sama dengan Yayasan Belantara Budaya menampilkan 1.000 peserta kelas tari Pendet di Gedung MNI Jakarta, Sabtu (23/04/2016).
Tarian pendet yang dulu termasuk tari sakral kini menjadi tarian penyambutan (Foto:detikcom)
Jakarta - Tari pendet adalah tarian khas daerah Bali. Tarian ini digunakan sebagai persembahan untuk leluhur atau Bhatara-Bhatari.

Tari pendet biasa dipentaskan di halaman Pura menghadapkan ke sebuah palinggih, dimana Bhatara dan Bhatari diistanakan. Tari pendet biasanya dibawakan oleh penari wanita berpakaian adat, dengan membawa bokor atau canang sari yang berisi bunga.

Susunan pakaian tari pendet yaitu terdiri dari sabuk prada, anteng (cerik), dan kamben songket. Selain itu, untuk perlengkapan tari pendet mereka juga membawa alat-alat upacara seperti sangku, mangkok perak, kendi dan lain-lain.

Berikut adalah ciri khas, pembagian tempat tari, dan susunan pemusik di tari pendet yang dikutip dari situs Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan:

Ciri Khas Tari Pendet:

1. Tarian ini dibawakan secara massal yang dipimpin oleh seorang pemangku yang membawa sebuah pedupaan.
2. Penari akan menaruh semua barang yang dibawa di palinggih pada akhir tarian.
3. Menaburkan bunga-bunga yang digunakan sebagai simbol kehormatan.
4. Tari pendet diikuti dengan musik gamelan gong.
5. Di beberapa desa di Bali Selatan, tarian ini dibawakan oleh puluhan wanita secara berpasangan.
6. Penari pendet terdiri dari Daha-Teruna yang belum menikah atau wanita yang sudah berhenti menstruasi atau yang sudah mewinten.

Susunan Pembagian Tempat

Susunan pedum karang atau pembagian tempat tari pendet saat pertunjukkan adalah sebagai berikut:
1. Ngumbang luk penyalin adalah berjalan ke depan belok kanan belok kiri dan ngentrag (menggertak).
2. Duduk bersimpuh dengan mengambil bunga lalu menyembah dengan manganjali.
3. Leher ngilek ke kanan dengan nyeledet. Gerakan ini diulang berturut-turut.
4. Ngagem kanan dengan luk nerudut dan nyeledet ke samping kanan.
5. Ngenjet dengan badan berombak dan gerakan tangan ngombak ngangkel.
6. Agem kiri dengan luk nerudut dan nyeledet sebelah kiri.
7. Ngenjet gerak beralahij untuk berpindah posisi menjadi agem kanan.
8. Ngotang pinggang atau bertukar tempat dari kanan ke kiri dan sebaliknya.
9. Ngelung rebah ke kiri dan ke kanan yang disertai dengan ngumad tarik kanan tarik kiri.
10. Ngumbang ombak segara dengan berjalan belok-belok depan belakang.
11. Nyeregseg ngider berputar ke kanan dan kiri berturut-turut sampai tiga kali.
12. Ngelung kiri kanan dengan nyeledet kiri kanan lalu metanjek dua terus berjalan.
13. Ngentrag berjalan cepat dan ngeseh dilakukan dengan menabur bunga sambil berjalan Ngumbang luk penyalin.
14. Metanjek ngandang berputar ke kiri dan ditutup dengan gerak nyakup bawah.

Susunan Pemusik

Berikut adalah komposisi tabuhan dalam Tari Pendet
1. Pengawit berirama lambat.
2. Pengentrag 1 melakukannya dengan cepat.
3. Pengadeg memiliki irama pelan.
4. Pengentrag 2 berirama cepat dan keras.

Seiring perkembangan zaman, tari pendet beralih fungsi menjadi tari hiburan atau tari penyambutan. Sebagai tari penyambutan, pendet difungsikan untuk menyabut kedatangan tamu atau sering disebut dengan istilah tarian selamat datang.

Seniman kelahiran Desa Sumerta Denpasar yakni I Wayan Rindi dan Ni Ketut Reneng, menciptakan tari pendet penyambutan dengan empat orang penari untuk disajikan sebagai bagian dari pertunjukkan turis disejumlah hotel yang ada di Denpasar.

Kemudian pada 1961, I Wayan Beratha mengolah kembali dengan menambahkan jumlah penari tari pendet jadi lima orang.

Itu tadi adalah penjelasan mengenai tari pendet . Apakah detikers tertarik untuk belajar menari pendet? (pal/pal)

Ranking PTN

Berikut daftar 5 Perguruan Tinggi terbaik Indonesia