14 Jenis Industri Kreatif yang Dibidik Hasilkan Cuan Tinggi

Anastasia Anjani - detikEdu
Minggu, 07 Mar 2021 15:39 WIB
Pemuda di perbatasan RI ini mampu mengolah barang bekas menjadi sebuah karya seni bernilai ekonomi tinggi. Penasaran seperti apa kisahnya?
Foto: Grandyos Zafna/14 Jenis Industri Kreatif yang Dibidik Hasilkan Cuan Tinggi
Jakarta -

Industri kreatif adalah Industri yang fokus pada penciptaan barang dan jasa dengan mengandalkan keahlian, bakat dan kreativitas sebagai kekayaan intelektual dan menjadi bagian tidak terpisahkan dari ekonomi kreatif.


Sedangkan manfaat industri kreatif adalah:

1. Memberikan kontribusi ekonomi yang signifikan.

2. Dapat menciptakan iklim bisnis yang baik.

3. Diharapkan dapat membangun citra dan identitas bangsa.

4. Dapat mengembangkan sumber daya yang terbarukan.

5.Menciptakan inovasi dan kreativitas sehingga memunculkan keunggulan kompetitif dari suatu bangsa.

6. Dapat memberikan dampak sosial yang positif bagi bangsa Indonesia.

Dalam situs Disperindag Provinsi Jateng, industri kreatif sudah tentu ekonomi kreatif. Hal ini karena di dalam setiap industri kreatif selalu terdapat proses penciptaan.

Berdasarkan Inpres No 6 tahun 2009, industri kreatif dikelompokkan menjadi 14 sektor:

Berikut jenis industri kreatif dilansir Situs Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif:


1. Periklanan

Iklan masih menjadi medium paling efisien untuk memublikasikan produk dan jasa.

Potensi industri ini pun tak perlu diragukan lagi.

Pertumbuhan belanja iklan nasional bisa mencapai 5-7% setiap tahun.

Iklan juga mempunyai soft power yang berperan dalam membentuk pola konsumsi, pola berpikir, dan pola hidup masyarakat.

2. Arsitektur

Peran arsitektur di Indonesia sangat penting. Dalam hal budaya, keanekaragaman arsitektur lokal dan daerah menunjukkan karakter Bangsa Indonesia yang mempunyai beraneka ragam budaya.

Sedangkan dalam hal pembangunan, arsitektur juga berperan dalam merancang dasar pembangunan sebuah kota.

3. Barang Seni

Barang seni berkaitan dengan perdagangan barang-barang asli suatu daerah, unik, dan langka. Selain itu memiliki nilai estetika seni yang tinggi melalui lelang dan galeri.

Barang seni dapat berupa alat musik, kerajinan, film, seni rupa, dan lukisan.

4. Kerajinan Kriya

Kerajinan Kriya meliputi segala kerajinan yang berbahan kayu, logam, kulit, kaca, keramik, dan tekstil. Ketersediaan bahan baku material yang berlimpah dan kreativitas para pelaku industri menjadi faktor utama majunya kerajinan ini.

Indonesia memiliki banyak pelaku seni kriya yang kreatif dan piawai dalam berbisnis. Bisnis kriyanya pun beragam.

Banyak dari mereka berhasil memasarkan produknya sampai ke pasar luar negeri. Produk- produk kriya Indonesia terkenal karena konsep hand made-nya, dan memanfaatkan hal tersebut sebagai nilai tambah sehingga bisa dipasarkan dengan harga yang lebih tinggi.

5. Desain Produk

Dengan populasi penduduk yang didominasi oleh usia produktif, potensi terbentuknya interaksi antara pelaku industri dan pasar pun sangat besar.

Ditambah lagi masyarakat dan pasar sekarang memiliki apresiasi terhadap produk yang berkualitas.

Desain produk juga didukung oleh para pelaku industri yang memiliki craftmanshift andal.

Para desainer produk mampu menggali dan mengangkat kearifan lokal, kekayaan budaya Indonesia yang beraneka ragam, dalam setiap karya-karyanya.


6. Fashion

Tren fashion berubah dengan cepat. Dalam hitungan bulan, muncul mode fashion baru.

Ini tak lepas dari produktivitas para desainer fashion lokal yang inovatif merancang baju-baju model baru, dan munculnya generasi muda kreatif yang antusias dengan industri fashion ini.

Fashion lokal masih menjadi anak tiri, pasar memprioritaskan ruangnya untuk produk-produk impor, sehingga fashion lokal kurang mendapatkan tempat. Sedangkan tantangan lain yang tak kalah penting adalah sinergi industri hulu ke hilir, mulai dari pabrik tekstil/garmen, perancang busana, sampai ke urusan pasar.

7. Film, Video, dan Fotografi

Jenis industri kreatif film, animasi, dan video memiliki potensi yang bisa dikembangkan menjadi lebih baik, walaupun masih harus menghadapi berbagai tantangan.

Beberapa di antaranya adalah minimnya SDM yang benar-benar mempunyai keahlian di bidang film, sehingga pilihan untuk memperoleh tim dari sutradara, penulis skenario, kru, dan pemain film, sangat terbatas.

Untuk fotografi, perkembangannya tak lepas dari banyaknya generasi muda yang sangat antusias belajar fotografi. Tak sedikit pula dari mereka yang kemudian memutuskan terjun di bidang ini sebagai profesional.

Masyarakat pun memberikan apresiasi yang positif terhadap dunia fotografi.

Saat ini, belum adanya perlindungan HKI terutama untuk hak penggunaan karya fotografi. Selain itu belum adanya pengarsipan karya-karya fotografi Indonesia.

Jenis industri kreatif lainnya dapat diklik pada halaman berikutnya

Selanjutnya
Halaman
1 2

Ranking PTN

Berikut daftar 5 Perguruan Tinggi terbaik Indonesia