Ciri-ciri Teks Tanggapan Kritis, Pengertian dan Strukturnya

Faqihah Muharroroh Itsnaini - detikEdu
Sabtu, 27 Feb 2021 15:04 WIB
Close-up image of man enjoying moment for himself and filling diary after difficult day
Foto: iStock/Ciri-ciri Teks Tanggapan Kritis, Pengertian dan Strukturnya
Jakarta -

Teks tanggapan kritis adalah teks yang berisi kritik tajam terhadap suatu hal yang terdapat sebuah kesalahan. Teks itu biasanya berisi tanggapan terhadap fenomena yang terjadi di sekitar disertai fakta dan alasan yang menguatkan.

Struktur Teks Tanggapan Kritis

Teks tanggapan kritis memiliki tiga bagian struktur:

1. Evaluasi

Evaluasi adalah bagian awal teks yang berisi pernyataan umum tentang persoalan yang disampaikan penulis.

2. Deskripsi Teks

Deskripsi teks adalah bagian tengah teks yang berisi informasi tentang alasan yang mendukung atau menolak pernyataan sebelumnya.

3. Penegasan Ulang

Penegasan ulang adalah bagian akhir teks yang berisi penegasan ulang terhadap apa yang sudah diputuskan atau dilakukan.


Ciri-Ciri Teks Tanggapan Kritis dikutip buku Top Fokus Ulangan & Ujian SMP: Ulangan & Ujian SMP oleh Tim Maestro yakni:

Untuk bisa membedakan teks tanggapan kritis dengan jenis teks yang lain, terdapat kaidah kebahasaan, unsur kebahasaan, atau ciri-ciri tanggapan kritis yaitu:

1. Unsur Kebahasaan Teks Tanggapan Kritis

a. Kalimat Kompleks/Majemuk

Kalimat kompleks adalah kalimat yang memiliki lebih dari dua struktur dan dua verba.

Kalimat kompleks dibagi menjadi 2:

-Kalimat Majemuk Setara, adalah penggabungan dua kalimat atau lebih yang kedudukannya setara. Contoh:

kalimat 1: Ibu menceritakan dongeng
kalimat 2: Adik mendengarkan cerita

Kalimat ini akan menjadi kalimat majemuk setara, yaitu ibu menceritakan dongeng dan adik mendengarkan cerita

-Kalimat Majemuk Bertingkat, adalah kalimat yang hubungan pola-polanya tidak sederajat. Ada yang menjadi induk kalimat, dan menjadi anak kalimat.

Contoh: Ketika anak-anak mengikuti upacara, pembina upacara membacakan sejarah proklamasi kemerdekaan.

b. Konjungsi

Konjungsi adalah kata penghubung yang menghubungkan antarkata atau antarkalimat.

Contoh:

-Penggabungan: dan, lagi pula
-pertentangan: tetapi, melainkan, -perlawanan: meskipun, biarpun, waktu: sejak, ketika.
-Perbandingan: seperti, bagaikan, tujuan: supaya, agar, dan masih banyak lagi.

c. Kata Rujukan

Kata rujukan adalah referensi yang digunakan pemberi informasi (penulis) untuk mendukung atau memperkuat pernyataan dengan tegas.

Kata rujukan dibedakan menjadi 2:

1. Rujukan langsung, dapat diketahui dari pengulangan kata yang sudah digunakan sebelumnya.

Contoh: Siswa menjaga kebersihan kelas masing-masing. Dengan kebersihan kelas yang terjaga, kegiatan belajar mengajar menjadi lebih kondusif.

2. Rujukan tidak langsung, dapat menggunakan kata ganti. Kata rujukan tidak langsung dapat dibedakan menjadi:

Rujukan benda atau hal: ini, itu, tersebut
Rujukan tempat: di sini, di situ, di sana
Rujukan personel atau orang: dia, ia, mereka, atau -nya

d. Pilihan kata (diksi)

Pilihan kata atau diksi adalah pilihan kata yang sesuai dalam penggunaan teks tanggapan kritis.

Tujuannya adalah agar kalimat lebih menarik, mudah dipahami, dan sesuai dengan maksud yang ingin penulis sampaikan kepada pembaca.

Contoh:
Kucing saya meninggal tadi pagi. (kurang tepat, meninggal biasanya digunakan untuk manusia)
Kucing saya mati tadi pagi. (tepat)

e. Ungkapan Tanggapan

Ungkapan tanggapan dibagi menjadi dua yakni:

-Ungkapan tanggapan yang menguatkan
-Ungkapan tanggapan yang menolak
-Ungkapan tanggapan yang mengungkapkan sudut pandang orang lain.
-Ungkapan tanggapan yang mengungkapkan sudut pandang orang lain.
-Ungkapan tanggapan yang menggunakan majas penghalusan
-Ungkapan tanggapan yang menggunakan kata bilangan atau urutan informasi.

Contoh Teks Tanggapan Kritis dan Strukturnya

SMA atau SMK?

Evaluasi

Mungkin ada sebagian atau bahkan kebanyakan orang tua dan siswa SMP seringkali dibingungkan dengan pilihan ini. Terutama bagi siswa kelas 9 yang sebentar lagi akan lulus dan harus segera menentukan pilihannya.

Tentu untuk memilih akan masuk SMA ataupun SMK tidak boleh sembarangan. Kita harus mempertimbangkan kekurangan dan kelebihan dari masing-masing pilihan sebelum kita memilihnya. Apa saja alasan-alasan yang dapat memperkuat langkah kita?

Deskripsi

Alasan yang pertama, kita pasti sudah mengetahui jika lulusan SMK lebih mudah dan lebih siap untuk bekerja jika dibandingkan dengan lulusan SMA.

Karena di SMK siswa tidak hanya diajarkan teoretik yang mendalam sesuai jurusannya saja, melainkan d isana para siswa juga dibekali dengan kemampuan praktek yang sangat menambah pengalaman dan memberikan gambaran nyata tentang dunia kerja.

Seperti yang sering kita dengar atau lihat, para siswa SMK seringkali melaksanakan PKL (Praktek Kerja Lapangan) atau yang biasa disebut dengan istilah magang.

Saya sepakat dengan hal ini karena pada SMA, siswa hanya diajarkan teoretik saja secara mendalam. Sehingga lulusan SMA harus kuliah dulu jika ingin mendapatkan pekerjaan.

Mungkin banyak orang yang beranggapan bahwa setelah lulus dari SMK nanti, kita tidak bisa lanjut ke perguruan tinggi. Hal ini tentu salah, karena siswa SMK tetap bisa melanjutkan ke perguruan tinggi.

Kelebihan masuk SMK, siswa mempunyai hardskill berupa kemampuan kejuruan yang spesifik sehingga ketika kuliah seorang siswa mengambil jurusan yang sama dengan ketika dia SMK, maka dia akan lebih mudah untuk mempelajari materi kejuruannya.

Sedangkan di SMA, siswa lebih diajarkan kemampuan teoretik saja. Namun, jika dibandingkan dengan SMA, materi-materi yang diajarkan di SMK tidak seluas materi-materi yang diajarkan di SMA.

Hal ini karena di SMK kita lebih diajarkan secara detail pada jurusan yang kita ambil saja. Sedangkan di SMA kita diajarkan berbagai macam materi sesuai bidang yang kita ambil, misalkan bidang IPA.

"Siswa SMK dapat pengetahuan tidak lebih banyak daripada siswa SMA." Pendapat ini disampaikan oleh salah seorang blogger pada salah satu postingan di blognya.

Dari sini kita dapat menilai bahwa kemampuan berfikir secara logika anak SMA jauh lebih bagus dibandingkan dengan anak SMK. Anak SMK cenderung memilih sebuah langkah secara instan atau cepat tanpa mempertimbangkannya secara lebih dalam.

Jika untuk melanjutkan ke perguruan tinggi, lulusan SMK lebih dibatasi ruang lingkupnya jika dibandingkan dengan lulusan SMA. Sehingga rata-rata siswa SMK kesulitan untuk masuk ke perguruan tinggi.

Ketika di perguruan tinggi, siswa SMK tidak bisa mengambil jurusan yang berbeda dengan jurusannya dulu di SMK. Kalaupun bisa, dia akan kesulitan karena di SMK dia hanya diajarkan materi-materi yang mendalam di jurusannya saja.

Sedangkan lulusan SMA bisa lebih bebas untuk melanjutkan ke perguruan tinggi. Mengingat pada saat SMA, materi-materi yang diajarkan mencakup semuanya.

Penegasan Ulang

Dengan demikian, siswa lulusan SMK jauh lebih siap kerja dibandingkan dengan SMA. Sehingga biaya yang dikeluarkan lebih hemat. Namun, untuk menentukan pilihan itu semua tergantung dengan minat, kemampuan, serta bakat kita.

Jadi sudah paham ciri-ciri teks tanggapan kritis?

(nwy/nwy)

Ranking PTN

Berikut daftar 5 Perguruan Tinggi terbaik Indonesia