×
Ad

Ingin Sekolah ke AS Lewat FLEX Global 2026? Pintar Bukan Satu-satunya Kunci

Kalila Untsa - detikEdu
Minggu, 25 Okt 2026 16:00 WIB
Kegiatan Fidelma Zahria (kiri bawah) dari Jawa Timur saat bersekolah satu tahun di Worcester, AS pada 2021 lalu Foto: Dok. Fidelma
Jakarta -

Program pertukaran pelajar SMA ke Amerika Serikat, FLEX Global, membuka pendaftaran hingga 27 Oktober 2026. Salah satu persyaratan bagi calon peserta adalah memiliki prestasi, baik di bidang akademik maupun nonakademik. Namun, prestasi bukan satu-satunya faktor yang menentukan kelulusan dalam program tersebut.

Penanggung jawab FLEX Global di Indonesia, Sari Tjakrawiralaksana, menjelaskan program ini tidak hanya mencari siswa yang unggul secara akademik atau memiliki banyak prestasi. Pihaknya juga mempertimbangkan kesiapan siswa untuk menjalani proses belajar dan beradaptasi selama tinggal di Amerika Serikat.

"Yang kita cari adalah siswa yang betul-betul mengenal dirinya sendiri. Bukan cuma anak yang pintar, berprestasi, atau ketua OSIS. Kita tidak hanya mencari hasil, tetapi juga proses," kata Sari kepada detikEdu, Jumat (23/10/2026).

Menurut Sari, ada tiga kemampuan yang diharapkan dimiliki peserta selama mengikuti program. Pertama, mampu beradaptasi dengan lingkungan baru. Kedua, memanfaatkan kesempatan belajar sebaik mungkin. Ketiga, mampu menyesuaikan diri setelah kembali ke Indonesia dan memberikan kontribusi bagi komunitasnya.

Ketiga aspek tersebut menjadi bagian penting karena FLEX Global bukan sekadar kesempatan bersekolah di Amerika Serikat. Program ini juga menjadi sarana bagi siswa untuk mengenal budaya dan sistem pendidikan di negara tersebut, kemudian memanfaatkan pengalaman yang diperoleh untuk mengembangkan diri setelah kembali ke Tanah Air.

Keaktifan Jadi Bukti Kesiapan Siswa untuk Berproses

Kesiapan siswa untuk belajar dan berkembang dapat dilihat dari keterlibatan mereka di sekolah maupun lingkungan tempat tinggal. Karena itu, pengalaman berorganisasi dan aktivitas nonakademik juga dapat menjadi pertimbangan dalam seleksi FLEX Global.

Bagi siswa yang tidak memiliki prestasi akademik menonjol, prestasi nonakademik setidaknya di tingkat kota atau kabupaten dapat menjadi salah satu pilihan. Calon peserta juga dapat melampirkan sertifikat pengalaman organisasi, seperti OSIS (Organisasi Siswa Intra Sekolah) atau MPK (Majelis Perwakilan Kelas).

Namun, untuk jalur pengalaman organisasi tersebut, siswa harus pernah menduduki salah satu posisi yang dipersyaratkan, yakni ketua, wakil ketua, sekretaris, atau bendahara.

Sari menjelaskan, pengalaman di luar organisasi sekolah juga dapat menunjukkan keaktifan dan potensi calon peserta. Kegiatan olahraga, seni, pidato bahasa Inggris, dakwah, hingga debat bisa menjadi nilai tambah. Begitu pula keterlibatan dalam organisasi masyarakat atau keagamaan.

"Kalau punya prestasi atau bakat di bidang lain, seperti olahraga, seni, pidato bahasa Inggris, dakwah, atau debat, itu juga bisa menjadi nilai. Keaktifan juga bukan hanya di OSIS, tetapi bisa di karang taruna atau organisasi keagamaan," ujarnya.


Seleksi FLEX Global Berlangsung Panjang

Proses seleksi FLEX Global membutuhkan waktu yang tidak singkat. Di Indonesia, tahapan seleksi biasanya berlangsung hingga dua bulan sebelum dokumen final peserta dikirimkan ke AS. Setelah itu, masih ada proses peninjauan dan penentuan penempatan bagi siswa yang lolos.

Peserta terpilih nantinya akan tinggal bersama keluarga angkat dan bersekolah di AS selama satu tahun ajaran. Karena itu, penempatan perlu dipersiapkan dengan cermat agar sesuai dengan kebutuhan peserta serta didukung lingkungan tempat tinggal dan sekolah yang memadai.

Sari mengatakan, dokumen peserta yang berhasil melewati seluruh tahapan seleksi di Indonesia diperkirakan baru akan dikirimkan ke AS pada Januari. Berkas tersebut kemudian ditinjau kembali sebelum penempatan ditentukan.

"Nanti di bulan Januari, kalau lolos semua tahap seleksi, berkasnya baru dikirim ke Amerika. Itu pun akan dilihat dan dipresentasikan lagi di Amerika, lalu ditentukan siswa ditempatkan di negara bagian mana, dan seterusnya. Jadi prosesnya memang panjang," ujar Sari.

Rangkaian seleksi tersebut menjadi salah satu alasan periode pendaftaran dibatasi, yakni mulai 13 hingga 27 Oktober 2026. Selain menilai kelayakan calon peserta, proses ini juga memberi waktu bagi penyelenggara untuk mempersiapkan dukungan selama program berlangsung, termasuk memastikan peserta memperoleh tempat tinggal yang aman dan sekolah yang dapat mengakomodasi kebutuhan mereka.

Penyelenggaraan program ini melibatkan kerja sama antara organisasi yang menangani rekrutmen di Indonesia dan pihak yang mengatur penempatan di AS. Koordinasi juga dilakukan dengan negara-negara lain yang berpartisipasi dalam program tersebut.

"Kita bekerja sama, dari sisi rekrutmen oleh organisasi di Indonesia, bersama negara-negara lain yang juga mengikuti program ini, dan dari sisi placement di Amerika Serikat," ungkap Sari.



Simak Video "Video: Baku Tembak Dekat Festival di Ohio, 12 Orang Jadi Korban"


(pal/pal)
Berita Terkait
Berita detikcom Lainnya
Berita Terpopuler

Video

Foto

detikNetwork