Pendaftaran FLEX Global Ditutup 27 Oktober, Mau Tips Lolos Seleksi Belajar di AS?

ADVERTISEMENT

Pendaftaran FLEX Global Ditutup 27 Oktober, Mau Tips Lolos Seleksi Belajar di AS?

Kalila Untsa - detikEdu
Minggu, 25 Okt 2026 09:00 WIB
Suasana pertukaran pelajar ke Amerika Serikat
Suasana pertukaran pelajar ke Amerika Serikat Foto: Dok. Fidelma
Jakarta -

Meski program pertukaran pelajar FLEX (Future Leaders Exchange) Global 2026 baru akan memberangkatkan peserta pada Agustus 2027, waktu pendaftaran kini tinggal beberapa hari lagi. Calon peserta perlu segera melengkapi dokumen persyaratan sebelum pendaftaran ditutup pada 27 Oktober 2026.

FLEX Global merupakan program pertukaran pelajar berbasis prestasi (merit-based) yang didukung oleh pemerintah Amerika Serikat melalui Departemen Luar Negeri AS. Program ini meneruskan tradisi pertukaran pelajar dan budaya yang sebelumnya dijalankan melalui program seperti Kennedy-Lugar Youth Exchange and Study (KL-YES) dan FLEX.

Program tersebut ditujukan bagi siswa SMA berusia 15-17 tahun yang masih duduk di kelas X atau XI saat keberangkatan dari Indonesia. Peserta terpilih akan menjalani satu tahun ajaran di Amerika Serikat, bersekolah di sekolah menengah setempat, serta tinggal bersama keluarga angkat (host family) yang telah diseleksi.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

FLEX Global didanai penuh oleh pemerintah Amerika Serikat. Sejumlah fasilitas yang ditanggung dalam program ini meliputi:

  • Tiket perjalanan pulang-pergi, baik domestik maupun internasional.
  • Uang saku bulanan untuk mendukung kegiatan sosial dan kebutuhan pribadi.
  • Penempatan bersama keluarga angkat di Amerika Serikat selama satu tahun ajaran.
  • Pendaftaran di sekolah menengah di Amerika Serikat.
  • Orientasi program, termasuk persiapan keberangkatan dan kepulangan ke Indonesia.
  • Kegiatan program bersama komunitas lokal di Amerika Serikat.
  • Asuransi kesehatan, dengan pengecualian untuk kondisi medis yang telah ada sebelumnya (pre-existing conditions) dan perawatan gigi.

Syarat Utama Pendaftaran FLEX Global

Calon peserta perlu memperhatikan ketentuan usia karena program ini menetapkan rentang tanggal lahir tertentu. Berikut sejumlah persyaratan utama yang harus dipenuhi:

ADVERTISEMENT
  1. Lahir pada 15 Januari 2010 hingga 1 Agustus 2011.
  2. Duduk di kelas X atau XI SMA/SMK/MA dan bukan siswa kelas akselerasi.
  3. Memiliki nilai rata-rata minimal 80 tanpa nilai gagal.
  4. Aktif dan memiliki prestasi di bidang akademik maupun nonakademik, atau memiliki pengalaman kepengurusan OSIS/MPK.
  5. Berkewarganegaraan Indonesia serta memperoleh persetujuan tertulis dari orang tua dan sekolah.

Selain memenuhi persyaratan tersebut, calon peserta perlu menyiapkan dokumen administrasi sejak awal. Alumnus program pertukaran pelajar ke Amerika Serikat, Fidelma Zahria Saputri, mengingatkan waktu pendaftaran relatif singkat, sedangkan tahapan seleksi selanjutnya membutuhkan persiapan yang panjang.

Menurut Fidelma, dokumen yang melibatkan pihak lain sebaiknya diprioritaskan. Sebab, calon peserta tidak dapat memastikan kapan pihak eksternal akan mengirimkan dokumen yang dibutuhkan.

"Yang perlu disiapkan lebih dulu adalah yang dari pihak eksternal, karena kita tidak bisa memastikan mereka mengirimkannya tepat waktu," ujar Fidelma.

Ia menjelaskan, dokumen pendaftaran tidak hanya berasal dari sekolah dan orang tua. Pelamar juga perlu menyiapkan esai serta menjawab sejumlah pertanyaan yang ditujukan kepada guru, teman dekat, tetangga, atau anggota lingkungan masyarakat.

Jika pendaftaran berakhir pada 27 Oktober, Fidelma menyarankan calon peserta tidak menunggu hingga hari terakhir untuk menyelesaikan seluruh berkas.

"Jangan sampai semua dokumen baru lengkap di tanggal 27. Sisakan waktu untuk me-review lagi dokumen mana yang masih perlu dilengkapi," kata alumnus program KL-YES periode 2021 itu.

Tak Wajib TOEFL atau IELTS, Pengalaman Organisasi Bisa Jadi Bekal

Fidelma mengatakan, program pertukaran pelajar yang diikutinya tidak mensyaratkan sertifikat TOEFL atau IELTS. Ia hanya melengkapi dokumen sesuai daftar persyaratan yang tercantum di laman Bina Antarbudaya, termasuk sertifikat dan bukti pengalaman organisasi.

Pengalaman berorganisasi menjadi salah satu hal yang ia tonjolkan saat mendaftar. Fidelma pernah menjabat sebagai wakil ketua OSIS ketika duduk di bangku SMP dan menjadi koordinator OSIS saat SMA.

Ia mengaku tidak memiliki banyak prestasi akademik, seperti memenangkan olimpiade. Namun, ia memilih menampilkan pengalaman yang menunjukkan kemampuan berorganisasi dan memimpin.

"Sebenarnya saya juga tidak terlalu berprestasi di bidang akademik, misalnya olimpiade, sama sekali tidak. Jadi kalau ada yang mengira saya pasti sangat pintar, tidak juga. Saya lebih menonjol di berorganisasi dan memimpin," jelasnya.

Tantangan Terbesar Fidelma Saat Mengikuti Seleksi

Bagi Fidelma, kendala utama dalam proses pendaftaran bukanlah pengurusan dokumen, melainkan menyusun esai. Ia harus memikirkan secara mendalam alasan mengikuti program pertukaran pelajar tersebut.

Pertanyaan yang paling menantang baginya adalah find your why, yakni menggali alasan dan tujuan di balik keinginan mengikuti program. Ia perlu menjawab pertanyaan mendasar, seperti mengapa ingin mengikuti program tersebut, mengapa memilih Amerika Serikat, dan apa yang ingin dicapai.

"Pertanyaan itu harus dipikirkan cukup lama, karena kalau terlalu sebentar rasanya jawabannya asal-asalan saat menulis. Akhirnya bisa saya tuangkan ke dalam esai. Jadi, yang lama itu proses berpikirnya," tutur Fidelma.

Sementara itu, pengurusan dokumen relatif mudah karena petunjuknya telah tersedia di situs resmi Bina Antarbudaya. Informasi mengenai format dokumen dan pihak yang dituju juga dijelaskan dalam panduan tersebut.

Halaman 3 dari 2


Simak Video "Video: Baku Tembak Dekat Festival di Ohio, 12 Orang Jadi Korban"
[Gambas:Video 20detik] (pal/pal)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini

Ranking PTN

Berikut daftar 5 Perguruan Tinggi terbaik Indonesia
Hide Ads