Australia Awards, program beasiswa dari Pemerintah Australia, sudah menghasilkan 200 ribu alumni sejak diluncurkan pada 1950-an lalu. Nah, apakah kuota Australia Awards akan ditambah pada 2027? Ini kata Asisten Menteri Luar Negeri dan Perdagangan Australia, Matt Thistlethwaite.
Diwawancarai detikedu di Kedubes Australia Jakarta pada Rabu (15/7/2026) lalu, berikut wawancara lengkap dengan Matt Thistlethwaite.
Bagaimana Anda melihat peran pendidikan dalam hubungan bilateral Indonesia-Australia? Apakah pendidikan menjadi salah satu pilar utama relasi kemitraan komprehensif kedua negara?
Hubungan ekonomi dan sosial antara Australia dan Indonesia sangat kuat. Pendidikan memastikan hubungannya menjadi lebih kuat pada masa depan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sekarang ada 25.000 pelajar Indonesia yang belajar di Australia. Mereka akan menjadi pemimpin kerajaan dan bisnis di Indonesia.
Mereka akan membuat hubungan dan kolaborasi dengan pelajar-pelajar di Australia yang juga akan memimpin bisnis-bisnis di Australia dan mengambil posisi senior di pemerintahan kami. Jadi, hubungan itu sudah dihidupkan pada tahap pelajar.
Jadi, itu memastikan hubungan ekonomi akan terus berkembang pada masa depan. Jadi, pemerintahan kami dan orang-orang di Australia sangat berkomitmen untuk meningkatkan hubungan pendidikan antara Australia dan Indonesia.
Australia ingin mengembangkan pendidikan transnasional di seluruh Asia Tenggara. Apa target konkret yang telah Australia tetapkan untuk mengembangkan model pendidikan ini di Indonesia selama lima tahun ke depan?
Ya, kami memiliki kebijakan yang bernama Invested, yang merupakan strategi yang dilakukan oleh pemerintah kami untuk meningkatkan hubungan ekonomi dan orang-orang antara Indonesia dan seluruh Asia Tenggara. Dan laporan tersebut membuat beberapa rekomendasi dan salah satu dari mereka adalah meningkatkan hubungan pendidikan antara negara kami.
Sudah 200.000 orang Indonesia telah belajar di bawah program Australia Awards. Ada 16 anggota kabinet Presiden Prabowo yang telah belajar di Australia. Enam dari mereka telah mendapatkan Australia Awards. Itu adalah contoh yang sangat baik tentang nilai pendidikan.
Australia menawarkan pendidikan kepada orang-orang Indonesia dan perusahaan yang dikembangkan melalui pendidikan tersebut. Sekarang kita memiliki universitas Australia yang telah disediakan di Indonesia dan telah memberikan kursus kepada orang-orang Indonesia.
Jadi, ada masa depan yang berbeda terhadap hubungan antara Australia dan Indonesia dalam bidang pendidikan.
Dan salah satu alasan kenapa saya berada di sini adalah untuk bekerja dengan penduduk pemerintah Indonesia untuk memperkuat hubungan tersebut. Kami sedang mereview perjanjian Kemitraan Ekonomi Komprehensif. Kami telah meluncurkan program Katalis 2.0 untuk memperkuat hubungan business-to-business. Semuanya berdasarkan hubungan pendidikan yang lebih kuat.
Bagaimana kedua pemerintah akan memastikan kualitas pendidikan yang konsisten, kualifikasi pengetahuan, perlindungan pelajar, dan transparansi biaya di antara program dual-degree dan joint-degree yang diselenggarakan oleh kampus-kampus Australia di Indonesia?
Ya, Australia memuji kualitas pendidikan yang kami tawarkan kepada pelajar, secara domestik di Australia, dan secara transnasional di luar negeri. Malam tadi saya bertemu dengan perwakilan dari Deakin University, dari Monash, yang bekerja di Indonesia untuk memastikan kualitas dan pengetahuan yang berdasarkan pendidikan Australia.
Pemerintah kami memiliki organisasi, kami menyebutnya TEQSA (Tertiary Education Quality and Standards Agency/Badan Standar Kualitas Pendidikan Tinggi-badan independen Australia-red) badan jaminan kualitas pendidikan tinggi di Australia, dan itu adalah badan yang menetapkan standar pencapaian pendidikan sebelum seseorang bisa memiliki degree, master, atau PhD, dan mereka memastikan standar kualitas yang tinggi.
Kerja mereka (TEQSA) juga diaplikasikan kepada universitas yang beroperasi di Indonesia, jadi itu tidak tergantung pada Australia. Mereka harus memastikan kualitas dalam kursus yang diberikan kepada orang Indonesia. Harusnya sama, seolah-olah mereka menghadiri universitas di Australia. Kursus yang sama, konten yang sama, kualitas yang sama, pengetahuan yang sama tentang dual-joint degree atau master.
Australia Awards memberikan lebih dari 700 beasiswa setiap tahun bagi warga negara Indonesia, termasuk program kursus pendek. Di bawah program 2027, apa yang Australia akan lakukan?
Tahun lalu, saya pergi ke acara penghargaan Australia Awards, di Sydney Opera House di Sydney Harbour. Saya bertemu dengan para pelajar. Mereka berasal dari Asia Tenggara.
Ada sejumlah pelajar Indonesia yang belajar dari program tersebut setiap tahun. 200 ribu orang Indonesia telah melalui program Australia Awards. Ini telah terwujud selama 73 tahun.
Ini (Australia Awards) telah bertahan selama ini karena ini merupakan jaminan kualitas yang sangat baik terhadap hasilnya, pengalaman yang diberikan oleh orang-orang di bawah program beasiswa ini, koneksi yang mereka buat, sangat berharga. Dan Indonesia merupakan salah satu negara partisipan tertinggi Australia Awards, dan kami ingin itu berlanjut ke masa depan. Jadi, 2027, Australia Awards akan berlanjut di Indonesia.
Kami mendorong sebanyak mungkin orang Indonesia untuk melamar (Australia Awards), untuk datang ke Australia, untuk belajar, untuk bekerja, untuk berhubungan dengan orang-orang di Australia, dan untuk menjalankan posisi pemimpin di Indonesia di masa depan.
Tentang kuota beasiswa Australia Awards dan Working Holiday Visa...
Apakah ada kuota tambahan beasiswa Australia Awards untuk Indonesia pada 2027?
Kuota tetap sama, tapi sudah ada banyak orang Indonesia di bawah program itu. Salah satu peningkatan tertinggi dan kuota tertinggi setiap tahun adalah dari orang Indonesia. Jadi, sudah ada hubungan yang sangat baik, yang sangat kuat, dan itu akan berlanjut ke masa depan.
Pada 1 Juli 2026, tarif visa pelajar naik dari AUD 2.000 (sekitar Rp 25,2 juta) jadi AUD 2.500 (sekitar Rp 31,5 juta). Apakah informasi ini benar?
Tidak.
Tidak? Jadi bagaimana?
Saya benar-benar ingin menjelaskan ini, karena saya tahu ada beberapa laporan yang salah. Oh, oke. Ada peningkatan tarif visa di Australia dalam beberapa (kategori) visa, tetapi kami tidak menerapkannya untuk pelajar dari Indonesia.
Karena hubungan istimewa antara Australia dan Indonesia dan ASEAN lebih luas, peningkatan tarif (visa pelajar) itu tidak akan menerapkannya untuk pelajar di Indonesia. Ada peningkatan harga kecil untuk CPI (Consumer Price Indeks/Indeks Harga Konsumen), yang terjadi setiap tahun di setiap visa. Jadi, harga itu akan berubah dari AUD 2.000 (sekitar Rp 25,2 juta) jadi AUD 2.050 (sekitar Rp 25,9 juta). Tidak akan mencapai AUD 2.500 (sekitar Rp 31,5 juta), itu adalah laporan yang salah. Jadi, saya benar-benar perlu menjelaskannya
Jadi, untuk pelajar di Indonesia dan ASEAN, tarif visa pelajar itu AUD 2.050?
Betul. Untuk pelajar di Indonesia dan ASEAN, kenaikan tarif itu kami tidak akan menerapkannya. Jangan khawatir.
Tentang Working Holiday Visa, apakah juga ada kenaikan tarif?
Ya, tarif Working Holiday Visa akan naik. Tapi Working Holiday adalah program pertukaran budaya. Kita memiliki peningkatan besar dari orang Indonesia.
Dan Indonesia memiliki jumlah posisi yang sama di bawah program itu setiap tahun dengan 5.000 setiap tahun untuk orang Indonesia yang sama dengan Tiongkok. Jadi, kuota yang sama setiap tahun akan buat Indonesia. Dan itu adalah pertukaran budaya yang sangat penting.
Direktur Jenderal dari Departemen Pemerintahan (Dirjen Imigrasi Kemenimipas-red) Anda juga menyarankan sistem undian untuk membuat sistem lebih adil dan untuk menghilangkan kebutuhan untuk surat dukungan juga. Kami pikir itu adalah rekomendasi yang cocok dan kami sedang mencari implementasi usulan sistem undian itu untuk menghilangkan kebutuhan surat dukungan (Surat Dukungan untuk Work and Holiday Visa/SDUWHV). Itu akan menghilangkan beberapa hambatan yang kita miliki dalam sistem dan membuat sistem jauh lebih adil.
Karena semua orang akan masuk ke sistem undian. Semua orang akan memiliki peluang yang sama untuk memohon dan menerima salah satu dari kuota 5.000 itu.
Jadi, apakah itu artinya Australia oke dengan usulan itu?
Ya, kami mendukung usulan yang disarankan oleh Direktur Jenderal Anda.
Dan kapan sistem undian WHV ini bisa dieksekusi?
Membuat sistem undian membutuhkan waktu. Sistem undian akan elektronik agar adil. Dan Departemen Pemerintahan kami sekarang sedang mengimplementasikan itu.
Saya tidak bisa memberi Anda jadwal tertentu pada saat ini. Tapi segera kami akan informasikan kepada Indonesia tentang perubahan itu. Kami akan memberikan tanggalnya saat sistem baru akan dimasukkan. Jadi nanti akan jadi perhatian dan orang akan dapat bersiap-siap untuk sistem yang baru.
Apakah ada pesan-pesan yang ingin Anda sampaikan kepada pembaca kami di Indonesia?
Ya, terima kasih banyak atas penyambutan saya di negara indah Anda. Hubungan dan warna hubungan ini jelas dari kunjungan saya di sini selama tiga hari terakhir. Saya ingin mengucapkan terima kasih kepada banyak orang Indonesia yang berkembang ke Australia untuk belajar dan bekerja.
Kami baru saja memperkenalkan visa bisnis baru selama lima tahun untuk orang Indonesia yang datang ke Australia untuk bekerja dengan waktu yang sangat pendek. Dan tentu saja, Indonesia merupakan destinasi liburan favorit bagi orang Australia, dengan sekitar 1,5 juta orang Australia yang berkunjung ke Bali setiap tahun. Ini adalah hubungan yang kami hargai dan ini akan berjalan semakin kuat dari waktu ke waktu.
Simak Video "Video: Kabar Baik! Visa Pelajar ke Australia buat Indonesia Dapat Tarif Khusus"
[Gambas:Video 20detik] (nwk/faz)










































