Meski Fokus ke STEM, LPDP Tetap Jamin Kuota Afirmasi Minimal 25%

ADVERTISEMENT

Meski Fokus ke STEM, LPDP Tetap Jamin Kuota Afirmasi Minimal 25%

Cicin Yulianti - detikEdu
Jumat, 03 Jul 2026 12:00 WIB
Webinar Sosialisasi Beasiswa LPDP 2026 Tahap II
Besiswa LPDP. Foto: YouTube LPDP
Jakarta -

Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP) memastikan kelompok afirmasi tetap menjadi prioritas dalam seleksi beasiswa 2026 tahap 2. Hal itu beriringan dengan fokus penerima ke bidang Science, Technology, Engineering, and Mathematics (STEM) untuk mendukung industri strategis nasional.

Meskipun kategori beasiswa dibagi menjadi STEM dan Social, Humanities, Art for People, Religious Studies, dan Economics/Education (SHARE), LPDP tetap menjamin kuota penerima dari jalur afirmasi tetap minimal 25 persen.

Kepala Divisi Rekrutmen dan Seleksi LPDP, Andar Ramona Sinaga menjelaskan perubahan kebijakan tahun ini tidak berarti mengurangi kesempatan bagi peserta dari daerah atau kelompok berkebutuhan khusus. LPDP tetap mempertahankan berbagai kategori afirmasi agar akses pendidikan tinggi tetap merata.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Sekarang kami mengelompokannya dalam dua kelompok besar, STEM Industri Strategis dan SHARE. Namun kami tetap memberikan prioritas dan dukungan kepada teman-teman, saudara-saudara yang memang memiliki latar belakang atau memiliki kondisi yang berbeda daripada umumnya kita, misalnya di Pulau Jawa ataupun yang pada umumnya masyarakat Indonesia" ujar Ramona dalam webinar Sosialisasi Beasiswa LPDP Tahap 2 Tahun 2026 dikutip dari tayangan YouTube LPDP RI, Jumat (3/7/2026).

Adapun kelompok-kelompok yang masuk ke dalam kategori afirmasi meliputi peserta dari daerah afirmasi, putra-putri Papua, masyarakat prasejahtera, dan penyandang disabilitas. Tak hanya itu, LPDP juga tetap menyediakan bagi kategori khusus bagi PNS, TNI, Polri, serta jalur umum.

ADVERTISEMENT

Peserta Afirmasi Tetap Dapat Skema Khusus

Ramona menegaskan peserta afirmasi akan tetap mengikuti seleksi dalam kelompoknya masing-masing. Ia memastikan persaingan tetap berkeadilan.

"Nah yang adil itu adalah kita memang mengelompokkan masing-masing pendaftar ini dalam kelompoknya masing-masing. Dan mereka akan bersaing di kelompoknya masing-masing. Untuk afirmasi akan tetap ada, ada empat kriteria, CPNS, PNS dan Nipolri, kemudian umum," jelasnya.

Perbedaan dengan jenis kelompok PNS/TNI/Polri, kelompok afirmasi tidak diwajibkan memilih skema full funding atau partial funding. Peserta afirmasi dipastikan mendapatkan pendanaan penuh.

"Nah kami juga masih membuka opsi full funding, partial funding. Namun full funding, partial funding ini hanya berlaku untuk kriteria PNS, Polri dan umum. Untuk afirmasi tidak perlu memilih full funding atau partial funding," tegasna.

Khusus penyandang disabilitas, LPDP juga tetap memberikan dukungan tambahan. Mereka akan didampingi oleh satu orang pendamping untuk memastikan studi dapat berjalan dengan baik.

Fokus Baru LPDP Dukung Industri Strategis

Ramona kembali menegaskan bahwa pada seleksi tahun 2026, LPDP mengubah pendekatan beasiswa. Sebelumnya berorientasi pada pendidikan (education-centric) kini berorientasi pada dampak (impact-driven).

"Di sini kami di tahun 2026 ini, para pendaftar pada saat mendaftar langsung menentukan apakah dia akan studi di bidang STEM Industri Strategis ataupun SHARE. Jadi pendekatannya langsung mengarah ke impact-nya nanti di bidang STEM industri strategis ataupun SHARE," tuturnya.

LPDP juga mengalokasikan porsi penerima yang jauh lebih besar pada bidang STEM. Sebanyak minimal 80 persen penerima beasiswa akan berasal dari program STEM dan sisanya 20 persen untuk SHARE.

"Dan memang kami khususkan untuk mendukung industri strategis yaitu 8 industri strategis. Pangan, energi, pertahanan, dgitalisasi AI semiconductor, kesehatan, hilirisasi, maritim, manufaktur dan material maju, entrepreneurship dan industri kreatif dan sektor lain yang mendukung industri strategis. Sedangkan SHARE itu bergerak di bidang social science, humanities, art for people, religious studies dan education," tuturnya.




(cyu/nah)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Ranking PTN

Berikut daftar 5 Perguruan Tinggi terbaik Indonesia
Hide Ads