Beasiswa Doktor buat Dosen dari Kemendiktisaintek, Kuliah di Dalam-Luar Negeri

ADVERTISEMENT

Beasiswa Doktor buat Dosen dari Kemendiktisaintek, Kuliah di Dalam-Luar Negeri

Trisna Wulandari - detikEdu
Sabtu, 20 Jun 2026 18:00 WIB
Suasana perkuliahan di Universitas Ahmad Dahlan (UAD) Jogja. Foto diunggah Selasa (13/5/2025).
Ilustrasi dosen Foto: dok. UAD
Jakarta -

Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek) akan membuka Beasiswa Program Doktor untuk Dosen Indonesia (BPDDI) 2026. Para dosen bisa melanjutkan studi di dalam dan luar negeri dengan beasiswa tersebut.

Beasiswa PDDI adalah beasiswa bagi dosen tetap pada perguruan tinggi di bawah koordinasi Kemdiktisaintek untuk lanjut studi program doktor. Beasiswa ini didanai APBN.

Menteri Diktisaintek, Brian Yuliarto mengatakan, beasiswa ini diharapkan mendukung dosen untuk dapat langsung kuliah serta penelitian, dan rampung tepat waktu tanpa khawatir terkendala menjalankan tridharma perguruan tinggi atau dalam mendapatkan tunjangan profesi.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Sekarang juga sudah ada ketentuan bahwa dosen sambil berkuliah itu tetap bisa melaksanakan tridarma sehingga hal-hal yang sifatnya pendapatan dari serdos (sertifikasi dosen) dan dari lainnya itu tetap bisa diberikan meskipun, apa, dosen-dosen sambil berkuliah gitu ya. Tentu diharapkan kuliahnya tidak mengganggu pengajaran, demikian juga pengajaran tidak mengganggu kuliah," ucapnya.

Hal tersebut disampaikan Brian pada sosialisasi beasiswa di kanal YouTube Kemdiktisaintek, Jumat (19/6), diakses Sabtu (20/6).

ADVERTISEMENT

Beasiswa Dosen PDDI 2026

Plt Kepala Pusat Pembiayaan dan Asesmen Pendidikan Tinggi (PPAPT), Kemdiktisaintek, Sandro Mihradi mengatakan beasiswa PDDI menjadi instrumen strategis kementerian untuk meningkatkan kualifikasi akademik dosen dan memperkuat kapasitas SDM pendidikan tinggi RI.

"Memberikan akses layanan pendidikan tinggi bagi dosen untuk meningkatkan kualifikasi akademik dosen serta menambah jumlah dosen bergelar doktor sebagai fondasi penguatan mutu pendidikan tinggi nasional," kata Sandro pada kesempatan yang sama.

Sandro mengatakan, beasiswa PDDI menyasar dosen pada perguruan tinggi di bawah koordinasi Kemdiktisaintek, baik perguruan tinggi negeri (PTN) maupun swasta (PTS). Para dosen dapat lanjut studi program doktor (S3) pada prodi dan perguruan tinggi penyelenggara yang masuk daftar PPAPT tahun 2026.

Skema Beasiswa Dosen BPDDI 2026

Terdapat sejumlah skema beasiswa dosen ini, yakni:

1. Skema Reguler

Berupa bantuan pendidikan bagi dosen tetap yang studi doktor di perguruan tinggi dalam negeri yang ditetapkan Kemdiktisaintek.

Pembiayaan maksimal 8 semester.

Diberikan bagi mahasiswa baru yang akan mulai studi pada semester gasal 2026/2027, maupun mahasiswa ongoing maksimal semester 3 pada saat semester gasal 2026/2027.

Pendaftar wajib memenuhi kriteria dan persyaratan, serta dinyatakan lulus setiap tahapan seleksi beasiswa PDDI 2026.

2. Skema Joint Degree atau Dual Degree

Berupa bantuan pendidikan bagi dosen yang menempuh studi doktor lewat kerja sama antara perguruan tinggi dalam negeri dan luar negeri.

Durasi program maksimal 4 tahun, dengan pembiayaan studi di luar negeri maksimal 2 tahun sesuai ketentuan dan perjanjian kerja sama antarinstansi terkait.

Skema Pendanaan Kemitraan

Sandro mengatakan, skema baru ini rencananya akan dibuka bagi seluruh PTN dan PTS yang berkomitmen untuk memberikan pendanaan bersama-sama dengan Kemdiktisaintek untuk mendukung studi lanjut para dosennya.

"Jadi nantinya ee bagi perguruan tinggi baik itu perguruan tinggi negeri maupun perguruan tinggi swasta yang berminat begitu dalam skema ini, nantinya, kami akan buka kesempatan untuk memberikan menyampaikan proposalnya. Untuk lebih lengkapnya kami akan memberikan sosialisasi secara terpisah terkait dengan skema co-funding atau kemitraan," urainya.

Komponen Beasiswa Doktor Dosen PDDI 2026

Dana pendidikan:

  • SPP (tuition fee)
  • Dana pendaftaran bagi maba
  • Dana bantuan penelitian/disertasi
  • Dana insentif publikasi jurnal internasional

Biaya pendukung:

  • Dana transportasi kedatangan-kepulangan
  • Dana aplikasi visa bagi mahasiswa dual/joint degree
  • Dana asuransi kesehatan bagi mahasiswa luar negeri
  • Dana kedatangan (settlement)
  • Dana hidup bulanan
  • Dana force majeure

Biaya pendukung penyandang disabilitas:

  • Dana aplikasi visa pendamping
  • Dana transportasi pendamping
  • Dana asuransi kesehatan pendamping
  • Dana tunjangan pendamping.

Tahapan Baru Seleksi Beasiswa Dosen PDDI 2026

Sandro mengatakan, seleksi beasiswa dosen PDDI tahun ini akan menerapkan tahapan Tes Bakat Skolastik (TBS). Tujuannya untuk mengukur potensi akademik kognitif dan kemampuan calon mahasiswa memecahkan masalah.

"Sedangkan untuk tahapan lainnya itu tetap sama, yaitu tahapan seleksi administrasi dan juga seleksi wawancara yang wajib diikuti oleh para pendaftar," ucapnya.

Berikut tahapan seleksi beasiswa dosen PPDI:

  • Seleksi administrasi
  • Tes Bakat Skolastik (TBS) berbasis komputer
  • Seleksi Substansi (wawancara penilaian aspek akademik, visi studi, komitmen, dan kontribusi pendaftar) bagi yang lolos TBS

Syarat Beasiswa Dosen PDDI 2026

Kepala Bidang Fasilitasi Layanan, Pusat Pembiayaan Pendidikan Tinggi, Kemdiktisaintek, Septin Prima Diassari mengatakan, berikut sejumlah persyaratan beasiswa dosen PPDI tahun ini:

  • Usia per 31 Desember 2026:
    - Belum 57 tahun bagi yang melaksanakan tugas jabatan fungsional (JF) dosen
    - Belum memasuki 53 tahun bagi yang meninggalkan tugas JF dosen
  • Akreditasi perguruan tinggi tujuan/penyelenggara dan prodinya yaitu Unggul atau terakreditasi, sesuai daftar yang ditetapkan PPAPT
  • WNI, dibuktikan dengan KTP atau dokumen terkait
  • Berstatus sebagai dosen tetap pada perguruan tinggi di bawah koordinasi Kemdiktisaintek
  • Ijazah dan transkrip jenjang magister
  • Surat keterangan sehat dan bebas narkoba
  • Surat pernyataan pendaftar sesuai format
  • Surat izin dari pimpinan/perguruan tinggi asal
  • Diterima pada kelas reguler (bagi skema reguler)
  • Bersedia tidak menerima beasiswa nongelar/bergelar lainnya
  • Tidak sedang melaksanakan pendidikan pada jenjang yang sama
  • Bukan CPNS
  • Bagi penyandang disabilitas, sertakan surat persetujuan dan surat permohonan pendampingan pada PPAPT

Syarat Khusus Mahasiswa Baru Skema Reguler

Bagi pendaftar mahasiswa baru skema reguler khususnya disyaratkan untuk:

  • Diterima pada prodi dan perguruan tinggi sesuai daftar PPAPT
  • Memiliki IPK magister minimal 3,25
  • Mendapat surat rekomendasi
  • Menyertakan surat persetujuan tunda kuliah dari kampus tujuan bagi yang berstatus defer (tunda kuliah).

Syarat Khusus Mahasiswa Ongoing Skema Reguler

  • Maksimal sedang studi semester 3 pada saat semester gasal 2026/2027
  • Memiliki surat keterangan mahasiswa aktif dari kampus tempat studi, KHS, atau KRS terakhir
  • Memiliki surat rekomendasi
  • Jika sedang menjalani izin belajar, beasiswa hanya dapat diberikan dengan status tugas belajar tidak meninggalkan tugas JF dosen, dengan ketentuan melampirkan surat izin belajar tidak meninggalkan tugas jabatan dari pimpinan.

Syarat Khusus Skema Joint/Double Degree

  • Mahasiswa baru yang diterima pada prodi dan perguruan tinggi
  • IPK magister minimal 3,25
  • Mendapat surat rekomendasi.
  • Cara Daftar Beasiswa Doktor Dosen PDDI 2026
  • Registrasi akun di portal https://beasiswa.kemdiktisaintek.go.id
  • Unggah dokumen pendaftaran dan lengkapi formulir pendaftaran sesuai ketentuan
  • Susun esai 1.500-2.000 kata yang memua deskripsi dan penilaian diri, pengalaman, dan komitmen kontribusi untuk instansi asal dan negara
  • Susun proposal penelitian 1.500-2.000 kata yang minimal memuat judul, latar belakang, rumusan masalah, tujuan penelitian, metode dan desain, manfaat, dan daftar pustaka.

Jadwal Pendaftaran Beasiswa Doktor Dosen PDDI 2026

  • Pendaftaran: 19 Juni - 9 Juli 2026
  • Seleksi administrasi: sampai 14 Juli 2026
  • Tes bakat skolastik: 29-30 Juli 2026
  • Susulan TBS: 1 Agustus 2026 (abgi yang terkendala teknis)
  • Seleksi substansi: 9-14 Agustus 2026
  • Penetapan penerima: 21 Agustus 2026.

Dias mengatakan, penentuan hasil seleksi akan mempertimbangkan nilai dari setiap tahapan seleksi.

"Keputusan PPAPT akan bersifat final dan tidak dapat diganggu gugat dan tidak ada mekanisme sanggah atas tahap setiap tahapan seleksinya," ucapnya.

Tips Sukses Daftar Beasiswa Doktor Dosen PDDI 2026

1. Pastikan Data di PDDikti

Dean Apriana Ramadan dari tim IT Kemdiktisaintek mengatakan, penting untuk memastikan data diri dosen calon pendaftar telah lengkap di Pangkalan Data Pendidikan Tinggi (PDDikti) dengan berkoordinasi dengan biro SDM kampus asal masing-masing.

Ia menjelaskan, data di PDDikti akan menjadi dasar pihak Kemdiktisaintek untuk mengambil formulir beasiswa para pendaftar.

"Yang perlu dipastikan itu adalah status aktif, kemudian ikatan kerja, jabatan fungsional, itu harus ada di PDDikti dan dia paling update," ujarnya.

Sementara itu, bagi pendaftar mahasiswa ongoing, ia mengingatkan agar kampus tempat studi mendatakan status kemahasiswaannya di PDDikti setiap semester agar datanya muncul.

"Walaupun pengusulannya secara individu, tapi tetap bahwa Bapak dan Ibu ditugaskan sebagai dosen untuk sekolah itu merupakan penugasan dari institusi masing-masing. Jadi, ada peran institusi asal masing-masing dari Bapak dan Ibu ya. Karena di situ juga ada berbagai macam surat rekomendasi ya dan lain sebagainya," urai Dean.

2. Masukkan NIK, Bukan Email

Dean menambahkan, pada pendaftaran tahun ini, masukkan NIK pada kotak username. Jika belum memiliki akun, daftar menggunakan identitas masing-masing.

Kendati demikian, ia mengingatkan, email juga penting untuk menerima dan email konfirmasi akun dan informasi lebih lanjut. Pastikan kotak masuk email tidak penuh.

Ia menambahkan, laman pendaftaran direncanakan dapat diakses mulai minggu depan. Sambil melengkapi dokumen persyaratan, pantau panduan resmi beasiswa dan pendaftarannya di laman https://beasiswa.kemdiktisaintek.go.id/.

Halaman 2 dari 4


Simak Video "Video: Mendiktisaintek Tindak Lanjuti Usulan Beasiswa Doktor untuk Dosen"
[Gambas:Video 20detik]
(twu/pal)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Ranking PTN

Berikut daftar 5 Perguruan Tinggi terbaik Indonesia
Hide Ads