Ketua Komisi XI DPR RI, Mukhamad Misbakhun mengatakan, dirinya punya pendapat berbeda soal kewajiban mengabdi bagi penerima Beasiswa Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP). Menurutnya, jurusan-jurusan tertentu dengan lapangan pekerjaan minim di Indonesia, perlu diberi pengecualian untuk bekerja di luar negeri.
"Sampai sekarang saya mungkin ada sedikit beda pandangan tentang lulusan yang dia harus berapa lama di Indonesia. Untuk jurusan-jurusan tertentu dari dunia yang lebih maju," kata Misbakhun dalam Rapat Dengar Pendapat Badan Layanan Umum Kementerian Keuangan (BLU Kemenkeu) RI pada Senin (25/5/2026), dikutip melalui siaran ulang YouTube TVR Parlemen.
"Untuk jurusan-jurusan misalnya yang sangat advance dan di Indonesia tidak ada jurusan itu dan lapangan pekerjaannya juga tidak ada, forum pengabdiannya mereka kepada masyarakat tidak ada, berikanlah mereka exemption (pengecualian), berikanlah mereka kesempatan untuk menjadi bagian dari kemajuan di dunia di tempat yang lain. Dan itu anggap saja itu kontribusi Indonesia untuk peradaban manusia," lanjutnya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Ia menilai, konsep yang ia jabarkan itu sama seperti orang-orang pintar dari Indonesia pada zaman dahulu, yang disekolahkan dengan beasiswa dari lembaga asing. Kemudian, orang-orang tersebut tidak diminta untuk mengabdi oleh pemberi dana tersebut.
Jurusan yang Dinilai Tidak Harus Kembali ke RI
Misbakhun menyebut beberapa contoh jurusan yang dimaksud, misalnya robotik hingga biomolekuler. Ia menegaskan tidak semua jurusan Beasiswa LPDP harus disamaratakan agar penerimanya kembali ke Indonesia untuk mengabdi.
"Dan itu bagian dari kontribusi kita. Contoh jurusan robotik, jurusan coding, jurusan biomolekuler," kata dia.
"Jurusan-jurusan seperti itu menurut saya harus diberikan exemption. Kita enggak bisa, Pak, semuanya harus kita ratakan, harus balik seperti itu," ungkapnya.
Di sisi lain, ia mendukung langkah LPDP dalam penguatan rasa nasionalisme penerima beasiswa. Dalam hal ini, penanaman nasionalisme terwujud dalam kegiatan yang dinamakan Persiapan Keberangkatan atau yang biasa disebut PK.
Menurutnya, penerima Besaiswa LPDP merupakan generasi-generasi baru yang nilai-nilai pendidikan di sekolahnya masih kurang kuat dalam segi nasionalisme, ideologi, dan sebagainya.
"Dan saya memberikan dukungan kepada LPDP ketika mengajak kerja sama semua pihak, tidak hanya TNI, Polri, atau pihak lain yang perlu diajak bekerja sama bagaimana meningkatkan ideologi dan nasionalisme itu," ujarnya.
(nah/nwk)











































