Fenomena "bad news is good news" tampaknya turut terjadi pada program Beasiswa Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP) Kementerian Keuangan. Sejumlah pelajar di Indonesia justru mengaku baru mengetahui keberadaan beasiswa tersebut setelah muncul berbagai kasus viral yang ramai diperbincangkan publik.
Hal itu terungkap dalam kunjungan para siswa ke booth LPDP pada hari pertama Jogja Financial Festival, Jumat (22/5/2026). Kepala Subdivisi Komunikasi LPDP, Risqi Sita Novanti, mengatakan banyak siswa yang mengaku mengenal LPDP dari isu-isu viral di media sosial.
"Kebanyakan sih ya, tadi ngobrol, banyak yang tahu dari kasus viral," kata Sita. "Bad news is also a good news. Jadi ya meningkatkan awareness," ujarnya lagi.
Dalam acara yang berlangsung selama dua hari tersebut, LPDP hadir atas undangan Lembaga Penjamin Simpanan (LPS). Berdasarkan pengamatan LPDP, mayoritas siswa dan mahasiswa yang datang masih berada pada tahap awal merencanakan studi lanjut dan belum melakukan persiapan secara matang.
Karena persiapan kuliah luar negeri membutuhkan waktu yang panjang, LPDP memanfaatkan kesempatan itu untuk memberikan informasi mengenai tujuan studi, syarat pendaftaran, hingga tahapan yang perlu dipersiapkan agar calon pendaftar lebih siap ketika ingin melanjutkan pendidikan.
"Kalau mau studi lanjut kan tidak bisa dipersiapkan dalam waktu singkat ya. Jadi kita senang ke sini ketemu adik-adik yang masih SMA, terus yang masih kuliah, sehingga mereka punya waktu untuk mempersiapkan diri ketika nanti sudah eligible nih, daftar S2 atau S3," terangnya.
"Jadi kita ya lebih mengarahkan tujuan, maksud, terus persyaratan-persyaratan yang diperlukan. Sehingga nanti kalo mereka sudah eligible, sudah siap nih," ujarnya.
Ia mengatakan tren peminat kuliah di luar negeri meningkat cukup tinggi. Dari seluruh negara yang difasilitasi oleh LPDP, ia menyebut Amerika Serikat, Uni Eropa, dan Australia masih menjadi primadona, walaupun awardee secara umum memiliki pilihan yang beragam.
"Macem-macem sih (tujuan negaranya). Sangat beragam, tapi memang daerah-daerah yang paling favorit itu Amerika, Uni Eropa, Australia," ungkapnya.
Awardee LPDP DS Flexing Pamer Paspor Inggris
Februari lalu viral awardee LPDP Dwi Sasetyaningtyas (DS) yang mengunggah video dalam akun Instagram pribadinya @sasetyaningtyas. Dalam video tersebut, DS terlihat membuka sebuah paket yang sudah dinantikannya. Isinya adalah selembar surat dari Home Office Inggris. Surat itu menyatakan anak kedua DS resmi menjadi warga negara Inggris.
"Ini paket bukan sembarang paket, isinya adalah sebuah dokumen yang penting banget yang merubah nasib dan masa depan anak-anakku, kita buka ya," ujarnya.
DS menyebut anak-anaknya kelak akan diupayakan memiliki kewarganegaraan asing. "I know the world seems unfair tapi cukup aku aja yang WNI, anak-anakku jangan, kita usahakan anak-anak dengan paspor kuat WNA itu," ujarnya.
Simak Video "Video: Purbaya Pede Pembentukan BUMN Ekspor Dongkrak Pemasukan Negara"
(nah/pal)