Inggris kerap menjadi destinasi favorit untuk melanjutkan studi ke luar negeri. Namun, tak jarang calon mahasiswa menemukan kendala saat ingin bertolak ke negeri Tanah Ratu itu.
Senior Marketing Manager British Council, Gita Gowinda, mengatakan kendala ini adalah terbatasnya akses informasi.
"Banyak juga yang bertanya kepada kami, 'Gimana sih untuk memulai untuk studi ke luar negeri?'," cerita Gita kepada detikEdu, Kamis (5/3/2026).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Gita berpesan kepada WNI yang ingin melanjutkan studi ke Inggris untuk melakukan riset terlebih dahulu. Menurutnya, universitas di Inggris sudah memberikan banyak informasi di laman resminya, baik terkait pendaftaran maupun bahan bacaan untuk kuliah nanti.
Setelah mencari informasi, Gita juga menyarankan calon mahasiswa untuk menentukan apakah ingin kuliah dengan biaya sendiri atau beasiswa.
Jenis-jenis Beasiswa Kuliah di Inggris
Gita mengatakan ada banyak beasiswa kuliah yang disediakan oleh Inggris. Salah satunya adalah Beasiswa Chevening.
"Dari Chevening itu sendiri mendapatkan full cover, mulai dari accommodation, tuition fee, stipend, dan juga dari travel dari Indonesia ke UK, UK ke Indonesia," ujar Gita yang merupakan penerima Beasiswa Chevening pada 2017 lalu.
Selain itu, ada Great Scholarship yang menawarkan potongan biaya kuliah. Tapi, beasiswa satu ini bisa digabungkan dengan beasiswa lain.
Pemerintah Indonesia juga menyediakan beasiswa LPDP bagi mereka yang ingin studi pascasarjana, termasuk ke Inggris. Beasiswa ini menawarkan pendanaan penuh, mulai dari biaya pendidikan hingga dana riset.
WNI di Inggris Kuliah Apa?
Gita mengatakan mahasiswa asal RI yang kuliah di Inggris cukup tersebar. Saat memutuskan universitas, kebanyakan mereka melihat ranking universitas atau spesialisasi di bidang masing-masing.
Sejauh ini, ungkapnya, WNI banyak menekuni bidang STEM dan bisnis di Inggris.
"Yang lagi growing juga itu adalah peminatan di bidang dari social science, arts," ujar Gita.
(nir/twu)











































