Viral 'Cukup Saya WNI' Eks Awardee LPDP, Alarm Apa?

detik sore

Viral 'Cukup Saya WNI' Eks Awardee LPDP, Alarm Apa?

20detik Signature - detikEdu
Selasa, 24 Feb 2026 14:50 WIB
Jakarta -

Permintaan evaluasi muncul usai adanya ramai-ramai soal mantan penerima beasiswa LPDP yang mengunggah kegembiraan saat anaknya memperoleh paspor Inggris. DS, sosok awardee penerima beasiswa tersebut kemudian dirujak oleh warganet dengan melihat kembali unggahan-unggahan media sosialnya di masa lampau.

Dari situ diketahui jika DS bukanlah sosok berprestasi dengan kesulitan ekonomi. Hal inilah yang menjadi salah satu celah mengapa sejumlah pihak meminta agar proses penyaringan penerima beasiswa negara tersebut dievaluasi.

Sebagai lembaga yang membidangi masalah pendidikan di DPR, Komisi X DPR mendorong agar LPDP memperkuat aturan, khususnya pengawasan pascastudi. Ketua Komisi X DPR Hetifah Sjaifudian menyebut jika dirinya akan memanggil LPDP usai masa reses sidang usai 9 Maret 2026 nanti.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Komisi X akan meminta penjelasan dan melakukan evaluasi bersama pengelola LPDP untuk memastikan kepercayaan publik tetap terjaga. Setiap rupiah dana pendidikan harus kembali menjadi manfaat nyata bagi Indonesia, dan komitmen itu harus tercermin tidak hanya dalam kontrak, tetapi juga dalam sikap dan etika publik para penerimanya," kata Hetifah dikutip dari detikEdu, Senin (23/2/2026).

Dalam kesempatan itu, Hetifah juga mengatakan jika para penerima harus menyadari jika mereka menggunakan dana milik publik. Oleh sebab itu pertanggungjawaban dalam pemakaian serta setelahnya juga harus diperhatikan.

ADVERTISEMENT

"Dana yang digunakan berasal dari dana publik, sehingga secara moral dan politik ada ekspektasi kuat dari masyarakat agar para penerimanya memiliki komitmen kebangsaan yang kokoh," jelas Hetifah.

Senada dengan Hetifah, Sekjen Golkar, Sarmuji, mengatakan jika dana yang dinikmati para awardee merupakan hasil dari pajak rakyat. Dengan demikian, ia mengingatkan jika negara harus memastikan jika metode penerimaan dan pemanfaatannya harus adil.

"Dana abadi pendidikan itu berasal dari pajak rakyat. Maka semangatnya harus keadilan sosial. Jangan sampai tanpa kita sadari, yang menikmati secara berulang hanya kelompok sosial tertentu. Negara harus hadir memberi afirmasi agar yang lemah juga punya tangga untuk naik," ujar Sarmuji.

Lebih lanjut, dirinya pernah menyebut jika beasiswa itu hanya menyasar masyarakat yang kaya saja. Ia kemudian menggarisbawahi soal perlu adanya afirmasi yang kuat agar hal tersebut tidak terjadi.

"Kalau tidak ada afirmasi, yang akan menikmati hanya orang kaya, karena syarat-syarat itu berat sekali. TOEFL bahasa Inggris-nya sekian-sekian dan orang yang bisa memenuhi kriteria ini rata-rata pasti orang kaya," kata Ketua fraksi partai Golkar DPR RI, Sarmuji dalam detikNews, Senin (23/2/2026).

Lalu apa yang harus dibenahi agar pemanfaatan dana beasiswa diimbangi dengan rasa memiliki dan nasionalisme yang lebih tinggi? Simak ulasannya dalam detikSore!

Menuju Bali, detikSore akan melihat lebih dekat situasi banjir yang melanda puluhan titik di Denpasar Bali. seperti ditulis detikBali sebelumnya, banjir kali ini disebabkan oleh curah hujan yang tinggi dan terjadi selama tiga hari tanpa henti.

Sebesar apa dampak hujan terhadap aktivitas pariwisata di sana? Simak laporan Jurnalis detikBali selengkapnya!

Jelang petang nanti, detikSore akan menghadirkan Okky Madasari. Ia dikenal sebagai seorang sastrawan yang telah menghasilkan sejumlah karya tulis bernuansa protes sosial-politik. Okky Madasari telah menulis beberapa novel fiksi, dari mulai Entrok, 86, Maryam, Pasung Jiwa hingga Kerumunan Terakhir. Okky juga menulis novel seri remaja dengan tokoh Mata, yang juga mengandung nilai kritik sosial.

Selain menulis karya fiksi, Okky juga menulis karya nonfiksi kumpulan esai, Wawasan Kebangsatan. Ada delapan puluh esai dalam buku ini. Kondisi sosial politik, kondisi kebangsaan, fenomena sosial, dan tentu pokok-pokok pemikiran perempuan didedah dengan jernih.

Bagaimana Okky menggunakan sastra sebagai senjata dalam mengkritisi kondisi sosial-politik di negeri ini? Temui Okky Madasari dalam Sunsetalk!

Ikuti terus ulasan mendalam berita-berita hangat detikcom dalam sehari yang disiarkan secara langsung langsung (live streaming) pada Senin-Jumat, pukul 15.30-18.00 WIB, di 20.detik.com dan TikTok detikcom. Sampaikan komentar Anda melalui kolom live chat yang tersedia.


"Detik Sore, Nggak Cuma Hore-hore!"

(vys/vys)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Ranking PTN

Berikut daftar 5 Perguruan Tinggi terbaik Indonesia
Hide Ads