Publik tengah diramaikan dengan viralnya video seorang awardee beasiswa LPDP yang menunjukkan anaknya memperoleh status kewarganegaraan Inggris. Pada video tersebut, pemilik akun juga memperlihatkan paspor Inggris yang dimiliki anaknya.
Status pemilik akun yang sebelumnya merupakan penerima beasiswa LPDP memicu berbagai reaksi publik. Cukup banyak masyarakat yang melayangkan kritik.
LPDP sendiri memang memberikan ketentuan agar penerima beasiswa kembali ke Indonesia. Berdasarkan pedoman umum beasiswa LPDP, disebutkan alumni wajib berada di Indonesia selambat-lambatnya 90 hari kalender setelah tanggal kelulusan berdasarkan dokumen kelulusan, kecuali ditentukan lain oleh instansi yang memberikan tugas belajar.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Jangka waktu untuk kembali ke Indonesia bisa dikecualikan untuk penerima beasiswa yang mengajukan permohonan penundaan kepulangan dengan alasan yang disetujui direktur yang membidangi beasiswa.
Di samping itu, penerima beasiswa wajib berkontribusi di Indonesia dengan durasi dua kali masa studi + 1 tahun, terhitung sejak:
- Tiba di Indonesia bagi penerima beasiswa luar negeri
- Tiba di Indonesia untuk penerima beasiswa yang sudah menyelesaikan magang atau penelitian pascastudi, postdoctoral, atau studi lanjutan di laur negeri
- Menyelesaikan studi untuk penerima beasiswa dalam negeri yang tidak mengambil magang/penelitian pascastudi, postdoctoral, atau studi lanjutan di luar negeru
- Alumni yang memperoleh izin tertulis dari LPDP untuk studi lanjutan di luar negeri, kewajiban kontribusi dilakukan sejak menyelesaikan studi dan kewajiban kontribusi yang sudah dilaksanakan alumni dihitung secara akumulatif.
Sebaliknya, ada juga sebagian beasiswa ke luar negeri yang tidak mewajibkan kembali ke negara asal. Apa saja?
Beasiswa Tanpa Kewajiban Kembali ke Indonesia
1. Erasmus Mundus Joint Master (EMJM)
Digambarkan dalam namanya, program EMJM merupakan program beasiswa yang menawarkan awardee bisa kuliah di lebih dari satu negara. Dalam program ini, penerima beasiswa akan menjalani kuliah sebagian semester di suatu perguruan tinggi di suatu negara, lalu melanjutkan semester sisanya di perguruan tinggi yang ada di negara lain.
Biasanya, program beasiswa EMJM mencakip perkuliahan reguler, penelitian, magang, persiapan tesis, hingga tesis itu sendiri. Program EMJM berdurasi 1-2 tahun.
Penerima beasiswa setidaknya akan merasakan kuliah di dua negara. Nantinya penerima beasiswa akan mendapat satu ijazah sebagai perwakilan dari kampus-kampus tempat kuliah.
Informasi beasiswa ini bisa dilihat di https://erasmus-plus.ec.europa.eu/opportunities/opportunities-for-individuals/students/erasmus-mundus-joint-masters.
2. Malaysia International Scholarship (MIS)
Beasiswa dari Pemerintah Malaysia ini memiliki semangat untuk menarik, memotivasi, dan mempertahankan bakat-bakat dari luar negeri. Beasiswa ini diberikan untuk pendaftar jenjang master dan PhD.
MIS memiliki daftar universitas-universitas apa saja yang bisa didaftar oleh peserta. Demikian juga bidang-bidang kuliah, ada ketentuan prioritas tersendiri.
Penerimaan tahun ini telah ditutup, tetapi detikers bisa mengetahui gambarannya melalui dokumen ini https://biasiswa.mohe.gov.my/INTER/doc/MIS/Guidelines%20MIS%202026.pdf atau dari laman ini https://biasiswa.mohe.gov.my/INTER/index.php.
3. Romanian Government Scholarship
Romanian Government Scholarship dibuka untuk jenjang S1, S2, dan S3, kecuali bidang kedokteran, kedokteran gigi, dan farmasi. Beasiswa ini tidak menentukan batas usia bagi pendaftar.
Pendaftar beasiswa Pemerintah Romania wajib berasal dari luar Uni Eropa. Pendaftar juga disyaratkan memiliki akademik baik.
Beasiswa ini tengah membuka pendaftaran dan ditutup 31 Maret 2026. Apabila berminat, calon mahasiswa bisa membuka laman https://scholarships.studyinromania.gov.ro/.
4. Global Korea Scholarship (GKS)
Program beasiswa penuh ini dikelola oleh NIIED (National Institute for International Education), lembaga eksekutif di bawah kementerian pendidikan Korea Selatan.
Beasiswa GKS dditujukan kepada mahasiswa Internasional yang ingin kuliah di Korea Selatan untuk jenjang D2, S1, S2, dan S3. Manfaat beasiswanya cukup banyak, di antaranya seperti tiket pesawat PP, tunjangan awal saat pertama diterima di Korea, tunjangan penelitian, tunjangan kuliah penuh, hingga hibah penyelesaian beasiswa.
Informasi beasiswa ini bisa dicek di https://www.studyinkorea.go.kr/ko/main.do.
5. Turkiye Scholarship
Beasiswa dari Pemerintah Turki ini memberikan kesempatan bagi mahasiswa internasional untuk kuliah jenjang diploma hingga doktoral. Fasilitas beasiswanya pun komprehensif.
Penerima beasiswa bisa memperoleh beasiswa kuliah, tunjangan bulanan, akomodasi, asuransi, tiket pesawat sekali pulang dan pergi, hingga biaya untuk kursus bahasa Turki. Saat ini beasiswa Pemerintah Turki memang sudah ditutup, tetapi kalian masih bisa mencoba lagi tahun depan apabila tertarik. Informasi beasiswanya bisa dicek di https://turkiyeburslari.gov.tr/announcements/turkiye-scholarships-2026-applications-121.
(nah/faz)











































