Australia Awards bekerja sama dengan Australia-Indonesia Partnership for Justice Phase 3 (AIPJ 3) membuka beasiswa studi singkat 2026. Beasiswa ini berupa kursus bertema "Pemanfaatan Teknologi dan Data untuk Reformasi Sektor Keadilan dan Keamanan."
Kursus singkat tersebut akan berlangsung selama dua minggu di Australia pada Mei atau Juni 2026. Smentara lokakarya di Indonesia dilaksanakan pada April 2026 selama dua sampai tiga hari. Terkait tanggal pelaksanaan masih menunggu konfirmasi lanjutan.
Beasiswa kursus ini adalah beasiswa fully-funded dan sepenuhnya gratis. Penerima beasiswa akan mendapat berbagai fasilitas, mulai dari biaya kursus, akomodasi, tiket perjalanan, hingga uang saku harian.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Lalu, apa saja persyaratan untuk mendapatkan beasiswa studi singkat tersebut? Dikutip dari laman resmi Australia Award pada Jum'at (23/1/2026), berikut penjelasannya:
Kursus ini ditujukan untuk pejabat tingkat menengah hingga tingkat 3 dari lembaga-lembaga berikut:
- Bappenas
- POLRI
- Kejaksaan Agung
- Mahkamah Agung
- Kementerian Hukum
- Kementerian Imigrasi dan Lembaga Pemasyarakatan
- Badan Perlindungan Korban dan Saksi
- Komisi Pemberantasan Korupsi
- Kementerian Koordinator Bidang Politik dan Keamanan
- Kementerian Koordinator Bidang Hukum, Hak Asasi Manusia, Imigrasi, dan Lembaga Pemasyarakatan
- Kementerian Komunikasi dan Digital
- Badan Pusat Statistik Indonesia (BPS)
- Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (FPGA)
- Organisasi Masyarakat Sipil
- Universitas
- Sektor swasta (misalnya firma hukum dan konsultan, asosiasi profesional).
Syarat Beasiswa Studi Singkat:
- Minimal S1
- Mendapat surat izin/rekomendasi dari atasan saat ini
- Komitmen untuk mempersiapkan dan melaksanakan Proyek Penghargaan sebagai bagian dari kursus
- Komitmen untuk terlibat aktif dan membina jaringan dengan berbagai pemangku kepentingan
- Komitmen untuk menyebarluaskan pembelajaran dari kursus kepada kolega dan rekan sejawat
- Kemampuan kerja profesional dalam bahasa Inggris.
- Beasiswa ini juga dapat diakses oleh perempuan dari latar belakang kurang mampu dan penyandang disabilitas.
Tata Cara Pendaftaran
Para peserta diseleksi dengan cara yang kompetitif, mereka diminta untuk:
- Mengisi formulir lewat aplikasi daring pada link berikut: www.australiaawardsindonesia.org/id/AppLeveragingTechnology
- Menjawab 4 pertanyaan seleksi
- Menguraikan latar belakang dan tanggung jawab mereka di sektor terkait melalui aplikasi daring.
- Panel seleksi independen Australia hanya memilih 25 peserta berdasarkan prestasi, yang sesuai dengan profil peserta terkait posisi dan tanggung jawabnya, serta mengedepankan kesetaraan gender.
- Para peserta yang terpilih akan diumumkan pada akhir bulan Maret 2026, dan akan melakukan tahap wawancara. Bagi peserta yang tidak hadir pada sesi wawancara akan otomatis gugur.
- Dokumen yang Harus Dilengkapi
- Scan KTP
- Surat rekomendasi atasan
- Ijazah terakhir (minimal S1)
- Sertifikat Kemampuan Berbahasa Inggris (opsional).
- Masing-masing file yang diunggah maksimal berukuran 2MB.
Penting dicatat! Pendaftaran program beasiswa ini akan ditutup pada 12 Februari 2026 pukul 23.59 WIB
Studi singkat ini memberikan para peserta berbagai materi dan keterampilan terkait pemanfaatan teknologi dan data untuk memperkuat kebijakan, meningkatkan penyampaian pelayanan, dan memperluas akses terhadap keadilan.
Selain itu para peserta akan dihadapkan dengan studi kasus Australia dan Indonesia untuk mendalami teknologi terkini, tata kelola data, dan pertimbangan etika dalam reformasi sektor peradilan dan keamanan.
Jadi, apakah detikers berminat untuk mendaftarkan diri dalam program beasiswa ini?
(nah/nah)











































