Menikmati suasana pagi dengan hamparan persawahan masih menjadi pilihan warga untuk mengisi akhir pekan. Salah satunya di Subak Sembung, Peguyangan, Denpasar Utara, Kota Denpasar, Bali, Sabtu (26/9/2026).
Kawasan Subak Sembung mulai ramai didatangi warga sejak pukul 06.00 Wita hingga 08.30 Wita. Pengunjung memanfaatkan jalur sepanjang sekitar 2,5 kilometer untuk berjalan kaki hingga berlari sambil menikmati pemandangan persawahan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Cuaca yang cerah turut mendukung aktivitas warga. Latar matahari terbit membuat suasana pagi di tengah hamparan sawah terasa semakin menarik bagi pengunjung.
Keramaian mulai berkurang setelah pukul 09.00 Wita. Teriknya matahari membuat warga yang berolahraga mulai meninggalkan lokasi. Meski begitu, pengunjung masih bisa bersantai menikmati suasana dan angin sejuk di kawasan persawahan.
Tak hanya menawarkan pemandangan sawah, Subak Sembung juga menjadi tempat warga lokal menjajakan hasil pertanian. Sejumlah komoditas seperti bawang merah dan kangkung dijual kepada pengunjung.
"Kalau di sini ramainya pas weekend. Kalau hari biasa, di sore hari aja. Ini kangkung yang saya jual Rp 2 ribu, bawang merah Rp 15 ribu," ujar Yanti, Sabtu pagi.
Suasana pagi di Subak Sembung, Peguyangan, Denpasar Utara, Kota Denpasar pada Sabtu (26/9/2026). (Ahmad Firizqi Irwan/detikBali). |
Tak hanya orang dewasa, remaja hingga anak-anak juga mendatangi Subak Sembung yang bisa ditempuh dari pusat kota Denpasar selama 15 menitan. Persawahan yang masih terlihat hijau dengan aliran air subak yang terus mengalir membuat suasana kian menenangkan.
Diujung Subak Sembung, usai mengitari kurang lebih 2,5 kilometer, pengunjung bisa menikmati beberapa warung makan kecil. Salah satu pengunjung, Kadek Putra menjelaskan ia menikmati suasana pagi sembari berolahraga di Subak Sembung.
"Suasana di sini menenangkan, agak masuk ke dalam dan track-nya panjang," jelasnya.
