Konjen China Kritik Keamanan Wisata Bali-Nusra: Copet, Laka, Pemandu Ilegal

Rizki Setyo Samudero - detikBali
Selasa, 21 Jul 2026 13:19 WIB
Foto: Rapat Koordinasi Konjen China Denpasar dengan para instansi terkait membahas keamanan bagi wisatawan asal China, Selasa (21/7/2026). (Rizki Setyo/detikBali)
Denpasar -

Konsulat Jenderal Republik Rakyat China Denpasar menggelar Rapat Koordinasi Keamanan Berwisata Bagi Wisatawan China di Tsinghua South East Asia Center Bali, Kura Kura Bali, Denpasar, Selasa (21/7/2026). Pertemuan tersebut membahas berbagai aspek keamanan seiring meningkatnya jumlah wisatawan asal China yang berkunjung ke Bali, Nusa Tenggara Barat (NTB), dan Nusa Tenggara Timur (NTT).

Wakil Konjen China di Denpasar, Zhu Yu, mengungkapkan jumlah wisatawan China yang datang ke Bali pada 2025 mencapai sekitar 540 ribu orang atau meningkat 19 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Sementara itu, sepanjang Januari hingga Mei 2026, kunjungan wisatawan China telah mencapai sekitar 243 ribu orang atau naik 11 persen secara tahunan.

Selain Bali, jumlah kunjungan juga meningkat di Labuan Bajo, NTT. Lebih dari 58 ribu wisatawan China telah mengikuti wisata kapal pada 2025. Jumlah tersebut meningkat dua kali lipat dibandingkan 2024.

Hingga akhir Mei tahun ini, angkanya telah melampaui 35 ribu orang, setara dengan 60 persen dari total keseluruhan tahun lalu.

"Upaya perlindungan konsuler yang dilaksanakan oleh Konsulat Jenderal kami telah mencapai hasil yang positif," kata Zhu Yu.

Soroti Kecelakaan Lalu Lintas

Zhu memaparkan sejumlah kejadian juga kerap dialami wisatawan asal China saat berlibur di Bali maupun NTT, Pertama, dari potensi bahaya pada aspek keamanan lalu lintas.

Selama satu tahun terakhir telah terjadi 25 kasus kecelakaan lalu lintas yang melibatkan 120 warga China. Salah satunya pada Agustus 2025 terjadi kecelakaan kapal di Pelabuhan Sanur yang merenggut dua nyawa wisatawan China.

"Yang paling serius adalah kecelakaan di bagian utara Provinsi Bali pada tanggal 14 November 2025. Ini merupakan kecelakaan lalu lintas paling fatal sejak Konsulat Jenderal kami didirikan, sekaligus kecelakaan lalu lintas dengan keterlibatan warga negara Tiongkok yang paling serius di Bali selama lebih dari sepuluh tahun terakhir," jelasnya.

Ia memberikan catatan kepada pihak-pihak terkait untuk memberikan perhatian serius dengan melakukan pengecekan dan pengawasan terhadap pengemudi yang bekerja melebihi jam kerja serta kendaraan yang tidak terdaftar secara resmi.

Simak Video "Video Kemenkes: 105 Orang Meninggal Akibat Gempa NTT, 185 Ribu Jiwa Mengungsi"


(nor/nor)
Berita Terkait
Berita detikcom Lainnya
Berita Terpopuler

Video

Foto

detikNetwork