Destinasi Wisata Wae Rebo di Kabupaten Manggarai, Nusa Tenggara Timur (NTT), ditutup sementara akibat cuaca buruk. Terjadi hujan lebat, angin kencang dan kabut tebal di wilayah tersebut.
"Iya (penutupan sementara)," kata Ketua Lembaga Pelestari Budaya Wae Rebo, Mikael Tonso, Selasa (21/7/2026) pagi.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Penutupan sementara kawasan yang dijuluki surga di atas awan itu dimulai sejak Senin (20/7/2026). Wae Rebo kembali dibuka untuk kunjungan wisatawan jika cuaca sudah membaik.
"Masih hujan lebat sampai saat ini," ujar Mikael.
Ia mengatakan penutupan sementara itu dilakukan karena cuaca buruk di wilayah tersebut berpotensi terjadi longsor di jalur treking ke Wae Rebo. Longsor kerap terjadi saat cuaca buruk melanda wilayah tersebut.
"Maka perjalanan ke Wae Rebo ditunda untuk sementara waktu demi keselamatan dan keamanan kita bersama," kata Mikael.
Wae Rebo berada pada ketinggian 1.000 meter di atas laut (mdpl). Wae Rebo biasa dijuluki surga di atas awan. Terdapat tujuh rumah adat yang menjadi ikon desa wisata tersebut, yakni Mbaru Niang yang berbentuk kerucut.
Wae Rebo juga menawarkan bentang alam yang indah dan budayanya yang unik. Wisatawan juga merasakan keramahtamahan warga setempat saat tiba di sana.