detikBali
Internasional

Perjalanan Luar Negeri Jepang Belum Balik Sejak Pandemi Covid-19

Terpopuler Koleksi Pilihan
Internasional

Perjalanan Luar Negeri Jepang Belum Balik Sejak Pandemi Covid-19


Muhammad Lugas Pribady - detikBali

Ilustrasi bepergian keluarga
Foto: Ilustrasi bepergian keluarga. (Istimewa)
Jakarta -

Perjalanan luar negeri warga Jepang belum kembali ke level sebelum pandemi Covid-19. Pelemahan yen dan kondisi global turut menekan minat bepergian ke luar negeri.

Dilansir dari detikTravel, data Pemerintah Jepang menunjukkan jumlah perjalanan saat ini masih berada di atas 70% dibandingkan periode sebelum pandemi. Sepanjang 2025, warga Jepang melakukan 14,73 juta perjalanan ke luar negeri.

Angka tersebut masih tertinggal dari rekor 20,08 juta perjalanan pada 2019. Pemerintah Jepang menargetkan jumlah tersebut bisa terlampaui pada 2025, tetapi target itu kemudian direvisi.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Pemerintah Jepang menetapkan target baru, yakni melampaui capaian 2019 pada 2030. Untuk mendorong minat perjalanan, biaya penerbitan paspor akan diturunkan bagi pengajuan mulai 1 Juli.

Di sisi lain, maskapai tetap membutuhkan jumlah penumpang ke luar negeri yang memadai untuk menjaga operasional rute internasional. Data juga menunjukkan tren jangka panjang.

ADVERTISEMENT

Setelah mencapai puncak pada 2019, jumlah perjalanan luar negeri warga Jepang anjlok menjadi sekitar 510 ribu pada 2021 saat pandemi mencapai puncaknya. Pemulihan mulai terlihat pada 2022 dan meningkat menjadi 13 juta perjalanan pada 2024, berdasarkan data dalam 76 tahun terakhir.

Dari sisi wilayah, Tokyo mencatat penurunan paling kecil sebesar 19,5%. Sementara itu, Prefektur Fukushima mengalami penurunan terbesar, yakni 43%, dari 106 ribu keberangkatan pada 2019 menjadi sekitar 60 ribu pada 2025.

Berdasarkan kelompok usia, perempuan berusia 20-an tahun menjadi kelompok yang paling aktif bepergian ke luar negeri dalam beberapa tahun terakhir. Sebaliknya, jumlah wisatawan berusia 70 tahun ke atas, baik laki-laki maupun perempuan, lebih rendah dibanding kelompok usia lainnya.

Pada periode Januari-Maret, jumlah keberangkatan ke luar negeri tercatat meningkat secara tahunan. Namun, para ahli memperkirakan tren ini bisa kembali tertekan seiring kenaikan biaya tambahan bahan bakar untuk penerbangan internasional, akibat lonjakan harga minyak dunia.

Sementara itu, jumlah wisatawan asing yang datang ke Jepang justru melonjak. Data dari Immigration Services Agency mencatat, kunjungan wisatawan mancanegara mencapai lebih dari 42,43 juta orang sepanjang 2025, didorong kuatnya tren pariwisata masuk.

Artikel ini telah tayang di detikTravel. Baca selengkapnya di sini!




(hsa/hsa)










Hide Ads