detikBali

Treking Pulau Padar Kini Dibatasi, Kuota 1.000 Orang per Hari Dibagi 3 Sesi

Terpopuler Koleksi Pilihan

Treking Pulau Padar Kini Dibatasi, Kuota 1.000 Orang per Hari Dibagi 3 Sesi


Ambrosius Ardin - detikBali

Pulau Padar
Pulau Padar. (Foto: dok. Komodotouristic.com)
Manggarai Barat -

Treking ke Pulau Padar, Taman Nasional Komodo, Labuan Bajo, Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur (NTT) kini resmi dibatasi 1.000 orang per hari. Pembatasan ini mulai berlaku sejak 1 April 2026, menyusul penerapan kuota kunjungan 365.000 wisatawan per tahun ke TN Komodo.

Pengunjung yang ingin treking ke puncak Pulau Padar wajib menyesuaikan jadwal karena kuota harian dibagi dalam tiga sesi. Tiket kunjungan dapat dibeli melalui aplikasi SiOra.

Kuota treking 1.000 wisatawan per hari itu dibagi dalam tiga sesi kunjungan, yakni pukul 05.00-08.00 Wita, 08.00-11.00 Wita, dan 15.00-16.00 Wita. Tiap sesi dibatasi 300-350 orang.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Itu sudah berjalan walaupun masih tertatih-tatih tapi tidak apa-apa, ini kan masa transisi, masa adaptasi," ujar Kepala Balai Taman Nasional Komodo (BTNK) Hendrikus Rani Siga, Jumat (10/4/2026).

ADVERTISEMENT

Pria yang disapa Hengki itu menyebut pembatasan dilakukan untuk menekan lonjakan pengunjung yang kerap terjadi. Tanpa pengaturan, jumlah wisatawan dalam sehari bisa melonjak drastis. Ia mencontohkan, kunjungan ke Pulau Padar pernah mencapai 1.755 orang dalam sehari pada 22 Juli 2025.

Hengki optimistis wisatawan akan beradaptasi dengan kebijakan tersebut. Meski begitu, pada masa awal penerapan sempat terjadi penolakan. Sejumlah wisatawan yang sudah tiba di Pulau Padar sempat protes saat dilarang petugas BTNK melakukan treking karena kuota habis. Saat itu, BTNK memberikan tambahan kuota karena masih dalam masa transisi.

"Ke depannya pasti akan teatur, pengunjung bisa beradaptasi dengan kebijakan ini," ujar Hengki.

Kebijakan pembatasan ini merupakan bagian dari penerapan kuota kunjungan 365.000 wisatawan per tahun ke TN Komodo yang mulai berlaku 1 April 2026. Dari angka itu, rata-rata kunjungan harian dipatok 1.000 orang.

Sisa kuota pada musim sepi kunjungan (low season) akan dialihkan ke musim ramai (peak season). Dengan skema ini, jumlah kunjungan harian saat peak season bisa melebihi 1.000 orang.

"Kita masih kuota tahunan. Sisa-sisa kuota kita distribusikan dalam seluruh bulan dalam satu tahun secara proporsional dengan mengacu data tahun lalu mana peak season dan mana low season," jelas Hengki.

Penentuan distribusi kuota peak season mengacu pada data kunjungan tahun sebelumnya. Pada periode peak season 2025, kunjungan harian tertinggi terjadi di Pulau Padar pada 22 Juli dengan jumlah 1.755 wisatawan.

"Kalau kita mengacu tahun lalu ada angkanya juga. Kita punya data tahun lalu peakseason itu berapa. Sehingga pendekatan dari situ sisa kuota kita distribusikan secara proposional untuk peak season," jelas Hengki.

Sementara itu, kebijakan pembatasan ini masih menuai penolakan dari sejumlah pelaku pariwisata di Labuan Bajo. Bahkan, ada pelaku wisata yang nekat membawa wisatawan masuk ke TN Komodo tanpa tiket karena kuota kunjungan telah habis.



(dpw/dpw)









Hide Ads