Bali tak melulu soal Kuta atau Seminyak yang riuh. Di sudut lain Kabupaten Badung, Pantai Pererenan masih menjadi tempat favorit bagi mereka yang mendambakan ketenangan, dengan deru ombak yang mantap dan bersahabat bagi peselancar.
Jika detikers mencari pelarian dari keramaian, pantai ini bisa menjadi jawabannya. Suasana Pantai Pererenan, Kamis (1/1/2026) siang, terasa damai. Hamparan pasir hitam membentang luas, hanya diselingi beberapa pengunjung yang tampak asyik menikmati deburan ombak.
Tak ada hingar bingar musik kencang atau pedagang yang mendesak. Embusan angin laut membelai pepohonan di sekitar pantai. Pererenan seolah mengajak siapa saja untuk sejenak berhenti dan melepas penat.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Salah satu pengunjung lokal, Ayu, mengaku sengaja memilih Pantai Pererenan untuk mencari suasana yang jauh dari keramaian kota. "Biasanya kalau ke pantai itu, wah, sudah pasti ramai sekali. Tapi di sini (Pererenan) beda. Suasananya tenang sekali," ujar Ayu.
Menurut dia, Pantai Pererenan menawarkan pengalaman yang lebih intim dengan alam. Ia merasa bisa menikmati setiap momen tanpa terdistraksi oleh hiruk pikuk pengunjung, meski karakter pasir di pantai ini berbeda dengan pantai-pantai populer lainnya seperti Canggu atau Melasti.
"Ombaknya besar tapi suasananya sepi. Jadi kita bisa benar-benar dengar ombaknya, merasakan anginnya. Cocok banget buat yang mau healing atau cuma mau duduk santai," tambah Ayu.
Pantai Pererenan memang dikenal sebagai salah satu spot favorit peselancar. Namun, daya tariknya tak berhenti di situ. Menjelang sore, panorama matahari terbenam di pantai ini tak kalah memikat, dengan siluet beberapa pemancing yang menambah kesan eksotis.
Bagi Anda yang mulai jenuh dengan wajah Bali yang itu-itu saja, Pererenan menawarkan cara lain untuk menemukan kembali ketenangan di Pulau Dewata. Datanglah sebelum pantai ini benar-benar diserbu pengunjung.
(dpw/dpw)










































