detikBali

Carragher Desak Gelar-gelar Man City Dicabut Usai 114 Dakwaan

Terpopuler Koleksi Pilihan

Carragher Desak Gelar-gelar Man City Dicabut Usai 114 Dakwaan


Bayu Baskoro - detikBali

LONDON, ENGLAND - MARCH 16:   Jamie Carragher looks on at the end of the Carabao Cup Final between Liverpool and Newcastle United at Wembley Stadium on March 16, 2025 in London, England. (Photo by Chris Brunskill/Fantasista/Getty Images)
Jamie Carragher. (Foto: Getty Images/Chris Brunskill/Fantasista)
Denpasar -

Manchester City terancam kehilangan gelar-gelar yang diraih pada periode kasus pelanggaran finansial. Legenda Liverpool Jamie Carragher mendesak seluruh trofi The Citizens pada periode tersebut dicabut.

Man City dinyatakan bersalah atas 114 dari total 115 dakwaan pelanggaran finansial dalam rentang waktu 2009 hingga 2018. The Sky Blues kini masih menunggu putusan hukuman yang akan dijatuhkan.

Salah satu hukuman yang mengancam Manchester Biru adalah pencabutan gelar-gelar yang diraih selama periode bermasalah tersebut. Man City memenangkan 10 gelar domestik pada rentang waktu itu, termasuk 3 titel Premier League.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Jamie Carragher menjadi salah satu pihak yang vokal mendukung pencabutan gelar Man City. Menurutnya, pelanggaran finansial yang dilakukan sudah merugikan tim-tim lain yang berkompetisi secara jujur, tetapi gagal menjadi juara karena The Citizens.

ADVERTISEMENT

"Saya rasa gelar atau trofi yang telah diraih Manchester City selama ini seharusnya dihapus dari daftar mereka," kata Carragher kepada Sky Sports.

"Apakah klub lain pantas mendapatkannya atau tidak, itu sedikit berbeda. Namun yang telah dilakukan Manchester City adalah, mereka tidak hanya merugikan pemain mereka sendiri dalam hal tidak ada yang melihat trofi dan medali mereka dengan cara yang sama lagi," dia menambahkan.

Tak hanya pencabutan gelar, Carragher juga berharap para petinggi Man City mendapat sanksi berat. Keterlibatan mereka dinilai krusial dan layak dihukum dengan pencabutan mandat kepemimpinan.

"Mereka memiliki begitu banyak kekuasaan dan keuangan di belakang mereka, tidak ada yang pernah mengatakan tidak kepada mereka. Sampai mereka meninggalkan klub, saya tidak tahu bagaimana noda ini akan dihilangkan dari klub," Carragher menuturkan.



(dpw/dpw)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan









Hide Ads