detikBali

Terungkap Penyebab Jamal Musiala 2 Kali Kolaps di Lapangan

Terpopuler Koleksi Pilihan

Terungkap Penyebab Jamal Musiala 2 Kali Kolaps di Lapangan


Sarah Oktaviani Alam - detikBali

MUNICH, GERMANY - AUGUST 15: Ismael Saibari of Bayern Munich helps teammate Jamal Musiala who appears injured after going to ground during the Telekom Cup match between FC Bayern Mnchen and RB Leipzig at Allianz Arena on August 15, 2026 in Munich, Germany. (Photo by Alex Grimm/Getty Images)
Foto: Jalam Musiala kolaps saat laga persahabatan antara Bayern Munchen versus RB Leipzig, Sabtu (15/8/2026). (Getty Images/Alex Grimm)
Jakarta -

Bintang muda Bayern Munich, Jamal Musiala, dua kali mengalami kolaps di lapangan dalam kurun waktu empat hari. Musiala terjatuh ke lapangan hanya delapan menit setelah masuk sebagai pemain pengganti dalam laga persahabatan melawan Heidenheim pada Selasa malam. Sebelumnya, insiden serupa juga menimpa penggawa Timnas Jerman tersebut saat menghadapi RB Leipzig pada Sabtu lalu.

Penyebab winger berusia 23 tahun itu kolaps akhirnya terungkap. Dilansir dari detikHealth, penyakit yang diidap Musiala diketahui setelah ia buka suara melalui unggahan di akun Instagram pribadinya.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Musiala mengatakan dirinya didiagnosis mengidap absence seizures alias kejang absans akibat gangguan saraf. Meski demikian, Musiala menegaskan kondisi neurologis yang dialaminya bersifat sementara dan dapat diobati (treatable) sehingga tidak menimbulkan risiko kesehatan jangka panjang. Musiala juga mencoba menenangkan para penggemar yang mengkhawatirkan kondisi kesehatannya.

"Pertama-tama, kondisi saya baik-baik saja. Saya sangat berterima kasih atas pesan dan dukungan kalian. Saya paham banyak dari kalian yang khawatir, jadi hari ini saya ingin menjelaskan situasinya," tulis Musiala.

ADVERTISEMENT

"Saya didiagnosis mengidap kejang absans singkat dan sementara, namun dapat diobati, yang dipicu oleh disfungsi neurologis. Hal inilah yang menyebabkan insiden baru-baru ini, seperti pada laga melawan Leipzig dan Heidenheim," lanjut Musiala.

Secara medis, kejang absans (absence seizures) merupakan jenis kejang singkat yang kerap ditandai dengan penurunan kesadaran mendadak selama beberapa detik. Kondisi ini membuat orang yang mengalaminya tampak terlihat 'kosong' atau linglung secara tiba-tiba sebelum kembali sadar.

Meski terlihat mengkhawatirkan bagi publik, Musiala memastikan dirinya berada di tangan medis yang tepat dan mendapatkan perawatan intensif dari tim dokter spesialis saraf (neurolog).

"Mungkin terlihat menakutkan pada pandangan pertama, tetapi bagi saya ini adalah bagian dari proses yang sedang dijalani. Saya mendapat perawatan medis yang sangat baik dan tetap optimistis. FC Bayern dan tim pendukung saya selalu menemani," ungkap Musiala.

Atas rekomendasi dan izin dari tim medis, Musiala pun dipastikan tetap dapat melanjutkan aktivitasnya di dunia sepak bola tanpa perlu khawatir akan bahaya jangka panjang.

"Dengan persetujuan medis dari dokter spesialis saraf, saya ingin terus melakukan apa yang paling membantu pemulihan saya: menjalani hidup dan mengejar passion saya bermain sepak bola," jelas Musiala.

Artikel ini telah tayang di detikHealth. Baca selengkapnya di sini!



(dpw/dpw)









Hide Ads