Bali United belum merasakan kemenangan di putaran kedua Super League 2025/2026. Total ada enam laga yang telah dilalui Serdadu Tridatu dengan catatan imbang 3 kali, dan kalah 3 kali. Mirisnya, mayoritas tren buruk tersebut terjadi di Stadion Kapten I Wayan Dipta, Gianyar, yang dulu dikenal angker. Suporter pun mulai gerah dan menuntut pelatih Johnny Jansen mundur.
Adapun hasil minor Serdadu Tridatu dalam enam laga tersebut yakni imbang 3-3 melawan Semen Padang, kemudian takluk 2-3 atas Persik Kediri. Kemudian dipermalukan 1-3 oleh Persebaya Surabaya di kandang.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sepekan berselang, Persija Jakarta giliran membungkam publik Stadion Dipta. Lalu saat bertamu ke markas PSIM Yogyakarta, Bali United meraih hasil imbang 3-3. Terbaru, bermain 0-0 dengan Persijap Jepara yang notabene tim penghuni papan bawah.
Imbasnya, pelatih Johnny Jansen berada dalam tekanan. Di media sosial, suporter menyuarakan agar pelatih asal Belanda tersebut mundur dari kursi kepelatihan.
Johnny Jansen dianggap gagal membawa Bali United bersaing di papan atas meski statusnya sebagai pelatih asing. Terkait desakan mundur ini, Johnny Jansen kemudian angkat bicara. Namun ia tak terlalu menggubris soal hal ini.
"Saya rasa pertanyaan itu (tuntutan mundur) itu bisa tanyakan langsung ke manajemen. Saat ini hubungan saya dengan manajemen masih terjalin dengan baik," singkat Johnny Jansen, Senin (2/3/2026).
Yang jelas, Johnny Jansen kini tengah fokus mengevaluasi tim serta bekerja keras dalam mengarungi kompetisi Super League 2025/2026 yang masih cukup panjang.