Korban Tewas di Stadion Kanjuruhan Malang Lampaui Tragedi di Inggris

Korban Tewas di Stadion Kanjuruhan Malang Lampaui Tragedi di Inggris

Tim detikBali - detikBali
Minggu, 02 Okt 2022 07:20 WIB
Suasana kerusuhan di Stadion Kanjuruhan, Sabtu (1/10/2022) malam WIB.
Suasana kerusuhan di Stadion Kanjuruhan, Malang, Jawa Timur, Sabtu (1/10/2022) malam WIB.
Bali -

Ratusan orang dinyatakan tewas dalam kerusuhan di Stadion Kanjuruhan, Kecamatan Kepanjen, Kabupaten Malang, Jawa Timur

Tercatat ada 127 orang dinyatakan tewas dalam tragedi mengerikan ini. Bahkan jumlah korban tewas di Kanjuruhan tersebut melampaui tragedi Hillsborough, yang menjadi masa kelam sepakbola Inggris.

Duka mendalam dirasakan skuad Singo Edan_julukan Arema FC.


Klub besutan Pelatih Javier Roca ini harus menelan kekalahan 2-3 dari Persebaya Surabaya di Stadion Kanjuruhan, Sabtu (1/10/2022) malam WIB. Aremania yang tak terima dengan hasil tersebut berbuat onar dengan merangsek ke lapangan.

Tak cuma menginvasi lapangan, mereka juga merusak mobil polisi dan membakar benda-benda yang ada di dalam stadion.
Ulah oknum Aremania tersebut sampai memaksa pihak aparat keamanan memukul mundur, termasuk memakai gas air mata

Korban jiwa kemudian tak terhindarkan. Sejauh ini, sudah 127 orang yang meninggal dunia imbas dari tragedi di Kanjuruhan.

"Telah meninggal 127 orang, dua di antaranya anggota Polri," ujar Kapolda Jatim Irjen Nico Afinta kepada wartawan di Polres Malang, seperti dilansir dari detikJatim, Minggu (2/10/2022).

Nico mengatakan, yang tewas di dalam stadion ada 34 orang. Sementara korban yang lain meninggal di rumah sakit pada saat proses pertolongan.

Tragedi ini menjadi salah satu pukulan telak untuk Indonesia dan khususunya dunia sepakbola.
Tragedi yang sama juga pernah terjadi Inggris pada 1989 dalam tragedi Hillsborough. Bahkan, rusuh di KKanjuruhan lebih parah

Peristiwa tersebut mengakibatkan 96 orang meninggal dunia yang semuanya adalah pendukung Liverpool. Jumlah korban meninggal tersebut tercatat sebagai jumlah tertinggi dalam sejarah sepakbola Britania Raya.

95 orang meninggal pada kejadian tersebut. Seorang lagi meninggal setelah mendapatkan perawatan sehingga menambah jumlah korban menjadi 96 orang.

89 di antaranya laki-laki serta 7 orang perempuan. Berdasarkan umur, kebanyakan berusia di bawah 30 tahun serta 13 orang di bawah usia 20 tahun. Korban termuda adalah seorang laki- laki berusia 10 tahun.

Setelah menunggu puluhan tahun, titik terang tragedi itu terjawab.

Sesuai hasil penyelidikan dinyatakan bahwa kelalaian ada di pihak kepolisian. Hal ini membuat (mantan) PM Inggris David Cameron pun menyatakan permintaan maaf kepada para keluarga korban.



Simak Video "Masyarakat Malang Desak Tersangka Tragedi Kanjuruhan Segera Ditetapkan"
[Gambas:Video 20detik]
(dpra/dpra)