detikBali

NTT Bakal Punya 3 Sekolah Nasional Terintegrasi Berstandar Internasional

Terpopuler Koleksi Pilihan

NTT Bakal Punya 3 Sekolah Nasional Terintegrasi Berstandar Internasional


Simon Selly - detikBali

Kepala BPMP NTT, Ifran Karim ketika diwawancarai kantornya pada Selasa (13/10/2026).
Kepala BPMP NTT, Ifran Karim. (Foto: Simon Selly/detikBali)
Kupang -

Tiga daerah di Nusa Tenggara Timur (NTT) akan dibangun Sekolah Nasional Terintegrasi (SNT). Sekolah berstandar internasional tersebut diperkirakan menelan anggaran mencapai Rp 300 miliar per unit.

"Untuk pembangunan satu SNT anggaran kurang lebih Rp 250 miliar hingga Rp 300 miliar. Karena memang nanti bangunnya akan kelas internasional. Bahkan lapangan bola itu saja harus berstandar FIFA," ungkap Kepala Balai Penjaminan Mutu Pendidikan (BPMP) NTT, Ifran Karim, Senin (19/10/2026).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Ifran mengungkapkan tiga SNT tersebut akan dibangun di Kabupaten Kupang, Sumba Tengah, dan Sumba Timur. Menurutnya, sekolah tersebut nantinya diperuntukkan bagi jenjang sekolah menengah pertama (SMP) dan sekolah menengah atas (SMA).

"Kami sudah melakukan pengukuran lahan dan semuanya menunggu kelengkapan-kelengkapan administrasi aja. Rencananya akan dibangun akhir tahun ini," jelasnya.

ADVERTISEMENT

Ifran menilai keberadaan SNT menjadi prestasi tersendiri bagi NTT. Ia mencontohkan daerah lain seperti Nusa Tenggara Barat (NTB) yang belum memiliki model sekolah serupa.

"Tetangga kita NTB juga belum ada Sekolah Nasional Terintegrasi," imbuhnya.

Menurut Ifran, awalnya terdapat dua pendekatan dalam pembangunan SNT. Pertama, membangun baru dengan kriteria lahan seluas 20-30 hektare. Kedua, melalui konsolidasi sekolah yang sudah ada. Namun, pola konsolidasi dinilai cukup rumit sehingga tidak dilanjutkan.

"Kajian-kajian terakhir yang pola ini agak susah, karena harus memindahkan siswa-siswi maupun SDM dan itu tidak signifikan lagi. Jadi tidak nampak SNT dan cukup rumit," tambah dia.

"Saya sudah beberapa hari intens, komunikasi dengan pemerintah daerah untuk pembangunan itu. Jadi dengan adanya SNT ini, pemerataan mutu pendidikan di NTT akan lebih cepat," sambungnya.

Apa Itu Sekolah Nasional Terintegrasi?

Dilansir dari detikEdu, pemerintah menargetkan pembangunan Sekolah Nasional Terintegrasi mencapai 500 unit di setiap kabupaten/kota hingga 2029. Sekolah Nasional Terintegrasi berbeda dengan Sekolah Rakyat maupun SMA Unggul Garuda.

Adapun, Sekolah Rakyat berada di bawah Kementerian Sosial dan diperuntukkan bagi anak dari keluarga miskin ekstrem. Sedangkan SNT yang berada di bawah Kemendikdasmen memiliki sasaran murid yang mirip dengan SMA Unggul Garuda di bawah Kemdiktisaintek, yakni terbuka untuk semua kalangan.

SNT juga berbeda dengan sekolah regular. SNT akan dipimpin oleh satu direktur dan diselenggarakan dalam satu ekosistem terpusat. Sedangkan, sekolah reguler dipimpin kepala sekolah yang berbeda-beda dan dimonitor pemerintah daerah yang berbeda.

Dari sisi kurikulum, SNT diproyeksikan menggunakan kurikulum nasional yang diperkaya dengan kompetensi global dan science, technology, engineering, dan mathematics (STEM), kesenian, serta olahraga. Sedangkan, sekolah reguler menggunakan kurikulum nasional tanpa ada tambahan lainnya.



(iws/iws)


Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan










Hide Ads