Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) menempati urutan 10 provinsi dengan jumlah anak tidak sekolah (ATS) terbanyak di Indonesia. Tercatat, saat ini 104.232 anak NTT yang tidak mengenyam pendidikan di bangku sekolah.
Kepala Balai Penjaminan Mutu Pendidikan (BPMP) Provinsi NTT, Ifran Karim, mengatakan data tersebut bersumber dari data dashboard ATS Pusdatin Kemendikbud per 12 Oktober 2026.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"ATS sebetulnya anak usia sekolah tetapi tidak bersekolah, karena berbagai faktor penyebabnya. Dari jumlah ATS secara nasional saat ini, NTT berada di urutan 10 sekarang," terang Ifran, diwawancarai di kantornya di Kupang, Selasa (13/10/2026).
Menurut Ifran, posisi NTT sejatinya mengalami penurunan. Pada dua tahun lalu, NTT masih berada di urutan 8 besar ATS terbanyak secara nasional dengan jumlah mencapai 140 ribuan anak.
"Kalau dua tahun lalu di urutan 8 ATS terbanyak, posisi ATS sekarang itu sekitar 140 ribuan lebih. Sekarang sudah turun ke urutan 10," katanya.
Ifran juga menjelaskan banyak faktor yang menyebabkan tingginya ATS di NTT. Mulai dari faktor ekonomi, pernikahan dini, anak yang berhadapan dengan hukum, hingga letak geografis NTT yang merupakan daerah kepulauan dengan jarak tempuh sekolah yang jauh.
"Beberapa faktor yang mempengaruhi ATS seperti ekonomi, pernikahan dini, anak yang berdampak hukum, dan juga anak yang di pelosok daerah terkendala dengan geografis daerah jarak yang jauh. Ini hal-hal yang memengaruhi," terang dia.
Irfan menilai perlu ada inovasi dan kampanye bersama antara pemerintah daerah dan BPMP NTT untuk meyakinkan pentingnya pendidikan bagi masa depan anak.
Kabupaten Kupang Tertinggi
Data Kemendikbud juga memerinci Kabupaten Kupang menjadi daerah di NTT dengan jumlah ATS terbanyak, 16.853 anak. Angka tersebut menggeser Kabupaten Timor Tengah Utara (TTU) dan Timor Tengah Selatan (TTS) yang sebelumnya tertinggi.
"ATS terbanyak itu sebelumnya ada di Kabupaten Timor Tengah Selatan, kemudian Sumba Barat Daya, Kabupaten Kupang. Namun, kini telah bergeser yang ATS terbanyak itu di wilayah Kabupaten Kupang," terangnya.
Setelah Kabupaten Kupang, jumlah ATS terbanyak berada di Kabupaten TTS dengan 13.703 anak, TTU 7.744 anak, Belu 7.368 anak, dan Alor 5.313 anak. Sementara yang terendah adalah Kota Kupang dengan 613 anak.
Irfan membeberkan total ATS secara nasional mencapai 3.015.399 anak. Sepuluh provinsi dengan ATS tertinggi, yakni Jawa Barat sebanyak 508.615 anak, Jawa Timur, Jawa Tengah 371.267 anak, Sumatera Utara, Banten 255.357 anak, dan NTT di urutan 10 dengan 104.232 anak.
BPMP NTT mendorong pengembangan strategi penuntasan program wajib belajar. "Yang disesuaikan dengan kondisi dan karakteristik masing-masing daerah dengan pendekatan asimetris, mempertimbangkan disparitas geografis, sosial, ekonomi, serta tingkat capaian pendidikan antar wilayah," jelasnya.